IMSO, Belajar dari Kesalahan

By | February 29, 2016

IMSO, Belajar dari Kesalahan – Tahun kemarin, Ceuceu ikut lomba OSN IPA di Kecamatan dan berakhir dengan kegagalan. Hmm… sebenarnya bukan gagal sih. Karena Ceuceu berhasil meraih peringkat 6 dari 20 peserta lain yang kebanyakan sudah kelas 5. Hasil yang tidak terlalu mengecewakan, karena saat itu Ceuceu baru kelas 4 dan memang persiapan Ceuceu ikut lomba OSN IPA ini minim sekali (cerita lengkap baca di Juara yang Tertunda).

Ada yang bilang kalau belajar itu dari pengalaman, bukan dari kesalahan. Pengalaman tahun kemarin adalah tidak mempersiapkan diri sebaik-baiknya, dan jelas itu merupakan sebuah kesalahan yang tidak boleh diulang. Jadi, kesalahan sekecil apapun masih layak dijadikan sebuah pelajaran.

Belajar dari pengalaman tahun kemarin, tahun ini persiapan Ceuceu sudah jauh lebih baik. Sejak awal semester pertama saya menyediakan buku-buku latihan OSN untuk Ceuceu. Walaupun pada kenyataannya buku-buku ini cukup nangkring di rak buku tanpa tersentuh. Menyedihkan.

Belakangan saya baru tahu kalau Ceuceu dipersiapkan untuk mengikuti IMSO (International Mathematics & Science Olympiad). Soal-soalnya jelas berbeda dengan OSN IPA.

12795391_812249252237891_8437723446940492249_n (1)

Eh, lho… bentar. Ceuceu harus belajar soal-soal seperti ini? Aduh, dikasih soal begini mah Emaknya juga udah botak duluan hahaha

Untungnya, pihak sekolah kali ini rupanya juga ikut belajar dari pengalaman tahun kemarin. Kata Ceuceu, selama beberapa minggu terakhir, tiap hari Ceuceu dibimbing oleh 1 orang guru khusus mengerjakan soal latihan di kelas.

Dulu sih boro-boro. Yang diandalkan hanya belajar di rumah. Padahal kalau sudah di rumah, jangankan diminta belajar buat persiapan ulangan atau lomba, diminta ngerjain PR aja seringkali sampai terjadi perang dunia ketiga.

Tanggal 23-24 Februari kemarin lomba antar sekolah di tingkat kecamatan pun dimulai. Di hari pertama Ceuceu ikut IMSO. Mengingat soal yang lumayan rumit, saya sendiri gak berharap banyak hasilnya bagus. Yang penting Ceuceu sudah usaha. Toh waktu belajar di rumah pun saya gak terlalu memaksa Ceuceu agar bisa mengerjakan soal yang rumit itu. Bukan apa-apa sih. Saya sendiri masih harus googling dan sejenak bengong, mikir ini koq begini ya? Masa saya harus maksa Ceuceu bisa ahaha

Pulang dari kecamatan, Ceuceu kembali belajar. Kali ini buat lomba di hari kedua, Aksara Sunda. Nah, kalau belajar yang ini Ceuceu semangat sekali. Tahun kemarin juga Ceuceu sudah diminta untuk mengikuti lomba Aksara Sunda.

12729350_810109625785187_8341236465916347839_n

Di hari kedua ini, saya mendapat kabar kalau Ceuceu juara 1 IMSO dan juara 2 Aksara Sunda. Yang artinya Ceuceu akan maju ke lomba IMSO tingkat kabupaten yang akan diadakan Sabtu, 5 Maret 2016.

Senang sih, karena Ceuceu benar-benar belajar dari kesalahan tahun kemarin. Tapi sebenarnya dibandingkan rasa senang, saya deg degan luar biasa. Ya gimana gak deg degan, soal tingkat kecamatan aja sudah bikin emaknya botak, apalagi soal tingkat kabupaten?

Mudah-mudahan sih lancar dan selamat… apapun nanti hasilnya.

Leave a Reply