Ingin punya bisnis melejit? Jangan cuma mimpi, saatnya #MariBerdigital

By | May 19, 2017

Ketika Anda bangun tidur? Siapa yang pertama kali Anda sapa? TEKNOLOGI!

Jleb! Pertanyaan yang diajukan oleh Ibu Santi Diansari, Country Director CSR IBM Indonesia,  di acara Gerakan Nasional Mendigitalisasi 58 Juta Bisnis Lokal di Indonesia yang diadakan di Gedung Graha Pos, Jalan Banda Bandung kemarin memang terasa menohok.

2017_0518_11304300

Tapi coba diingat-ingat lagi, apa atau siapa yang pertama kali teman-teman sapa ketika bangun tidur? Kalau saya sih, jujur… hape haha

Setidaknya untuk mematikan alarm yang gak berhenti berbunyi sejak setengah jam yang lalu. Syukur-syukur kalau memang gak terus tidur lagi. Tapi itu pun bukannya beres-beres rumah seperti ibu-ibu pada umumnya. Ini sih malah terus cek notifikasi yang masuk dari media sosial, pesan di whatsapp, atau email pesanan dari toko online saya di sebuah marketplace.

Yesss… begini-begini saya juga belajar bisnis online. Ada mimpi yang ingin saya wujudkan, dan salah satu cara mewujudkan mimpi saya ini dengan cara berbisnis online. Pokoknya ujung-ujungnya sih sejahtera di masa tua. Gak muluk-muluk pengen jadi PNS lah, mengingat usia yang sudah lewat batas haha… lagipula, bukankah 9 dari 10 pintu rejeki adalah melalui berdagang?

Dagang apa donk, bu? Tuhan sudah memberikan dua cara mudah; mau gerak memproduksi atau menawarkan jasa.

Karena sadar belum bisa produksi barang sendiri dan juga karena keterbatasan tempat, saya memilih memasarkan produksi orang lain melalui internet. Harapannya tentu saja, melalui internet dagangan saya ini gak cuma muter-muter di sekitar rumah saja. Tapi juga bisa keliling Indonesia, syukur-syukur sampai melanglang buana. Ini mimpi saya yang lain, punya bisnis yang melejit.

Berdasarkan data dari APJII, dari 250 juta lebih penduduk di Indonesia, ada 88.1 juta pengguna internet hingga akhir tahun 2014.  Tingginya tingkat penetrasi internet, belum termasuk potensi luar biasa yang masih tersimpan, serta maraknya tren pencarian informasi atau pun pembelian produk melalui media online merupakan peluang bagi UMKM dalam mengembangkan bisnis dan pangsa pasarnya.

Tak dipungkiri, lebih dari 250 juta penduduk Indonesia berpotensi menjadi konsumen UMKM. Kekuatan sektor UMKM di Indonesia sendiri sudah terbukti ketika Indonesia mengalami krisis keuangan pada tahun 1997 – 1998. Pasca krisis ekonomi jumlah UMKM tidak berkurang, yang ada malah terus meningkat, bahkan mampu menyerap 85 juta hingga 107 juta tenaga kerja sampai tahun 2012.

Berdasarkan catatan Kadin Indonesia, kontribusi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) meningkat dari 57,84 % menjadi 60,34 % dalam 5 tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat dari 96,99 % menjadi 97,22 % pada periode yang sama.

Potensi ekonomi Indonesia <- slide-nya pak Agus nih #MariBerdigital @bdigital_id @indoblognet pic.twitter.com/0VeXvQSeKF

Sementara itu, pada tahun 2014 mengacu pada data Kementerian Koperasi dan UKM RI, jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai sekitar 57,9 juta. Diperkirakan pada tahun 2016 ini jumlah pelaku UMKM terus bertambah. Pemerintah menargetkan kontribusi PDB Ekonomi Kreatif mencapai 7 %-7,5 % dan peningkatan devisa negara mencapai 6,5 % – 8 % hingga tahun 2019.

Kebutuhan yang muncul pun beragam mulai dari produk hingga jasa online. Mengoptimalkan jumlah UKM berdigital demi memenuhi kebutuhan penduduk ini menjadi agenda dari Gerakan Nasional – Mari Berdigital Bandung.

Digital Bussiness, bukan hanya sekedar punya website, tapi harus punya strategi dan mindset

Masih banyak yang memiliki persepsi, bahwa ketika sebuah bisnis memiliki website, memiliki akun di media sosial, memasang iklan digital itu artinya sudah go digital.

Padahal digitalisasi tidak hanya meliputi tahap pemasaran, tapi mulai dari proses, business model, budaya perusahaan, dan lain-lain. Di era digital, seorang entrepeneur harus memiliki skill knowledge, akses modal, infra struktur fisik dan non fisik (regulasi) dan yang tak kalah penting digital mindset. Digital mindset ini penting untuk membuat keputusan dan bicara dengan mitra.

Transformasi antara bisnis konvensional ke bisnis digital di Indonesia terbilang lamban. Oleh karena itu ada yang berbeda di Gerakan Nasional Mendigitalisasi 58 Juta Bisnis Lokal di Indonesia kali ini, yaitu adanya kurikulum yang dikemas khusus oleh komite untuk pengembangan bisnis UKM Indonesia.

Demi mewujudkan kurikulum ini, ada 3 arena berbeda di Lantai 8 Gedung Graha Pos Bandung. Arena pertama adalah Conference Arena, tempat pengunjung disuguhkan dengan acara utama dan panel diskusi bersama para ahli yang berkompeten di bidangnya.

2 arena lainnya adalah Arena Workshop Digital dan Bisnis. Di arena Tech & Digital, pengunjung diedukasi bagaimana cara beriklan di Google, hingga strategi mendigitalisasi bisnis dari pakarnya berdasarkan kurikulum seputar digital marketing, eCommerce, dan media sosial. Sementara di arena Business Growth, hadir komunitas UKM dan business coach ternama yang membantu UKM mengembangkan bisnis dari segi finansial, branding dan hukum. Peserta seminar di arena ini akan diperkaya ilmunya baik itu untuk mengembangkan bisnis maupun kiat sukses dari pembicara ahli.

Turut hadir di konferensi pers adalah Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia; Bapak Agus Muharram, Country Director CSR IBM Indonesia; Ibu Santi Diansari, Managing Director bDigital Indonesia; Bapak Rama Dhonanto, dan Ketua Pelaksana Gerakan Nasional – Mari Berdigital; Bapak Soni Jiferson.

Untuk mewujudkan digitalisasi 58 juta bisnis lokal di Indonesia memang tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu kerjasama yang baik dari semua pihak.

Salah satunya perusahaan yang mendukung program ini adalah IBM. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi informasi memiliki tiga strategi untuk merangkul para pebisnis dari berbagai kalangan. Pertama, IBM ingin menjadi enabler perusahaan untuk bertransformasi. Jadi kalau selama ini Indonesia hanya berperan sebagai market, IBM akan mendorong agar Indonesia menjadi pemain. Kedua, fokus pada UKM dan mendukung pertumbuhan startup dan bisnis baru. Ketiga, menjadi mitra pemerintah.

Sementara pemerintah, melalui Kementrian Koperasi dan UMKM memiliki program Kampung Digital sebagai wadah promosi dan pemasaran yang bertempat di SME Tower.

Selesai mengikuti talkshow dan konferensi pers, saya pun melipir ke Arena Business Growth. Ada coach dari buatkontrak.com pada sesi Workshop Class: How to protect your business from legal perspective. Fyuuuhhh… mendengar penjelasan pemateri, saya yang masih awam di dunia bisnis pun menjadi tersadar, betapa masih banyak yang harus saya pelajari agar mimpi saya bisa terwujud.

Lalu, menyerah? Tentu saja tidak. Yuk pelan-pelan kita belajar #Mariberdigital bersama, demi mewujudkan mimpi sejahtera di masa tua.

Nolan Bushnell bilang, The true Entrepeneur is a doer, not a dreamer. Kalau sudah action sih… Pak Agus Muharram bilang, udah tua nanti jadi James Bond… alias Jagain Mesjid Urus Kebon.

4 thoughts on “Ingin punya bisnis melejit? Jangan cuma mimpi, saatnya #MariBerdigital

  1. Adi

    harus bnyk cari sumber neh ttg digital online kemudian jenis usaha apa yg bkl digerakkan.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.