Pasar Sagalaherang – Subang

By | August 22, 2015

Tidak seperti umumnya pasar di perkotaan yang buka setiap hari, di desa tempat saya tinggal, pasar hanya buka di hari Senin dan Kamis. Pasar ini dikenal dengan nama Pasar Sagalaherang.

14190831611780779919

Pasar Sagalaherang, bagian depan (dokpri)

Tidak ada yang tahu sejak kapan tepatnya Pasar Sagalaherang ini berdiri. Menurut cerita mertua yang juga berjualan di Pasar Sagalaherang, nenek dan kakeknya pun pernah menjadi pedagang di sini.

Pasar Sagalaherang merupakan pasar Kecamatan Sagalaherang yang terletak tidak jauh dari alun-alun kecamatan, tepatnya di Desa Sagalaherang Kaler, Sagalaherang, Subang. Halaman depan pasar dahulu digunakan sebagai terminal angkutan kota dari Sagalaherang menuju pusat kota (Jalancagak dan Subang). Kini rute angkot tidak hanya sampai Sagalaherang, melainkan sampai ke Wanayasa, Purwakarta. Halaman pasar pun berubah fungsi menjadi tempat parkir di hari biasa dan tumpahan Pasar Senin – Kamis.

1419085452478455856

Halaman depan Pasar Sagalaherang di Hari Pasar (dokpri)

Pasar Sagalaherang memiliki luas sekitar 4 ha dan terdiri dari 3 bagian utama, bagian depan, tengah, dan belakang. Bagian depan umumnya diisi oleh pedagang yang buka setiap hari. Hanya ada beberapa komoditi yang dijual di sini. Toko yang menjual kebutuhan pokok seperti telur, minyak, beras dan lain-lain, toko emas, beberapa toko busana, dan beberapa pedagang ikan tawar, daging, sayur dan buah-buahan.

14190858522095451369

Kios di bagian depan Pasar Sagalaherang yang buka setiap hari (dokpri)

Mencari komoditi lain selain yang disebutkan diatas? Silahkan datang di hari Senin dan Kamis. Di hari pasar, boleh dibilang apa yang kita perlukan semua tersedia. Mulai dari keperluan sekolah, alat rumah tangga, busana model terbaru, gorden, sampai ikan laut. Para pedagang ini biasanya menempati bagian tengah dan belakang.

1419087410823739363

Beberapa kios di bagian tengah pasar (dokpri)

1419086931951461274

Pedagang yang menempati bagian belakang pasar (dokpri)

Awalnya, sebagai pendatang saya seringkali kebingungan dengan menu masakan setiap hari yang boleh dibilang hanya itu-itu saja. Untuk mengakalinya, keperluan lauk berupa ikan laut misalnya saya beli di hari Senin atau Kamis. Sebagian untuk diolah hari itu juga, atau disimpan di lemari es untuk keesokan hari. Di luar hari pasar para pedagang yang menempati bagian tengah dan belakang ini berjualan di pasar yang lain. Selasa dan Sabtu pedagang yang sama berjualan di Pasar Jalancagak yang berjarak sekitar 6 km dari Sagalaherang, Rabu di Pasar Wanayasa (8 km), dan Jumat di Pasar Palasari (15 km dari Sagalaherang). Hari Minggu? Toko-toko di bagian depan pasar tutup. Jadi di hari Minggu kita hanya bisa menemukan pedagang ikan, daging, sayur dan buah-buahan.

1419088188137685713

Bagian tengah pasar yang kosong di hari biasa (dokpri)

Uniknya, para pedagang yang berpindah-pindah tempat ini ya itu-itu juga. Karena pedagang yang berpindah-pindah tempat itulah, maka setiap Hari Pasar tiba, pembeli yang berasal dari banyak desa dan kecamatan terdekat juga ikut tumpah ruah di sini. Untuk lebih menghemat ongkos, seringkali satu mobil dipenuhi banyak orang yang berasal dari desa yang sama.

1419088288166723395

Mobil yang dipakai bersama-sama oleh pembeli dari desa lain (dokpri)

Memanfaatkan kunjungan ke hari pasar, para pedagang maupun pembeli juga biasanya sekalian berkunjung ke bank satu-satunya yang ada di kecamatan. Tak perlu ditanya berapa lama antrian nasabah di hari pasar, karena yang datang jumlahnya bisa mencapai ratusan. Beruntung beberapa bank menerapkan sistem jemput bola, dengan menjemput tabungan para pedagang di kiosnya masing-masing dan segera mencatatnya melalui mesin EDC. Untuk urusan kebersihan, para pedagang cukup membayar iuran setiap hari pasar untuk uang kebersihan. Setiap hari pasar selesai, ada mobil pengangkut sampah yang akan membawa sampah ke tempat pembuangan sampah sementara. Sampah yang dihasilkan dari pasar iniĀ  dimanfaatkan. Sampah anorganik misalnya, didaur ulang agar menjadi barang yang lebih bermanfaat. Beberapa warga yang kreatif sudah mempraktekan hal ini, yaitu dengan mengumpulkan sampah anorganik seperti plastik bekas untuk diolah menjadi berbagai kerajinan tangan.

Alas meja daur ulang yang saya beli dari pasar (dokpri)

Sejauh ini Pasar Sagalaherang cukup nyaman, terutama di bagian belakang yang baru mengalami perbaikan. Di bagian belakang pedagang-pedagang sudah tertata lebih rapi. Hanya saja bagian tengah pasar masih terasa kurang nyaman, baik bagi pembeli maupun penjual. Masih ada kios pakaian yang diapit oleh kios sayur dan kios ikan laut misalnya. Atau kios sepatu yang bersebelahan dengan kios daging. Tak jauh dari Pasar Sagalaherang, para peternak domba yang datang dari berbagai desa dan kecamatan pun berkumpul di Pasar Domba. Seperti halnya pedagang di Pasar Sagalaherang, para peternak ini pun hanya bertransaksi di hari Senin dan Kamis. 14190912881896662960

1419091128198342427

Pasar Domba Sagalaherang (dokpri)

Pasar Sagalaherang memang unik dengan segala keterbatasannya, tapi lama kelamaan saya mulai menikmati ritme belanja di Pasar Sagalaherang… hanya di hari Senin dan Kamis. Lupa ini hari apa? Tengok saja tetangga… hari ini berjualan di pasar mana???

2 thoughts on “Pasar Sagalaherang – Subang

  1. Radenkayanto Kayanto

    Sangat Potensial SAGALAHERANG dan Sekitarnya bisa lebih maju dan memakmurkan Penduduk ( asli ) sagalaherang dan sekitarnya , Primadona misalnya Nanas , dan gak kalah adalah Ikan Tawar . Sebagai Ukuran daerahanya dekat sekali dengan Pariwisata Pemandian Air Panas dan Gn Tangkuban Perahu.
    Ikan Tawar Sagalaherang ada Kelbihan ( + ) daripada Ikan dari daerah lain. seperti Ikan PATIN tidak berbau tanah ( Leutak ) , Ikan Masnya sangat enak .
    Majuuuuuuuuuuu ah !!!!

Leave a Reply