Sering Jual Beli Online? Hati-hati Penipuan dengan Modus Transfer Melalui e-Cash

ecas

Selama ini saya sering melihat status teman-teman yang mempertanyakan validitas bukti transfer melalui e-Cash di grup yang saya ikuti. Kalau mengalami sendiri sih… belum pernah.

Sampai ketika kemarin saya memasang iklan di beberapa tempat, gak cuma di marketplace, tapi juga di status Facebook dan bahkan grup WA.

Belum sampai 10 menit sejak masuk notifikasi kalau iklan saya berhasil tayang di marketplace, ada pesan yang masuk ke nomer whatsapp yang saya pasang di iklan.

Gan, ini yang jual tas di ***? Tasnya masih ada?, tanya seseorang dari nomer 081994888588

Alhamdulillah, ada yang respond juga. Senang rasanya meski memang belum pasti barang yang saya iklankan jadi berpindah tangan ke si calon pembeli. Ya, maklum saja…. Namanya juga jualan. Kadang hanya ada yang tanya-tanya panjang kali lebar, tapi ujung-ujungnya gak jadi beli. Saya sih gak merasa kesal diperlakukan seperti itu. Soalnya saya juga sering begitu wkwkwkwk

Nettnya berapa, Gan?, tanya si calon pembeli.

Ya, segitu aja, Gan, sesuai dengan iklan, jawab saya.

Gimana kalau 1 juta sudah sama ongkos kirim?, lanjut si calon pembeli.

Pertanyaan yang membuat saya agak mengernyitkan dahi dan kembali membaca iklan yang saya pasang di ***. Kenapa? Karena harga yang saya pasang memang 1 juta NETT dan sudah termasuk ongkos kirim. Pake Capslock pula nulisnya. Sebenernya ini orang niat nawar gak ya? Heran sih. Tapi mungkin memang iklan saya gak sempat dibaca sampai tuntas.

Baru saja saya membaca ulang iklan yang saya pasang, ada pesan lagi di si calon pembeli berupa foto KTP atas nama seseorang yang beralamat di Arcamanik.

Nah lho… tambah heran aja nih. Ini orang koq ujug-ujug kirim KTP, padahal kan belum ada kesepakatan apa-apa. Pun saya belum kasih jawaban atas pertanyaan terakhir dari si calon pembeli.

Saya lihat KTPnya milik seseorang yang beralamat di Arcamanik. Segera saya cari profilnya di google. Ada nama sesuai dengan yang tertera di KTP. Bahkan ada FB, Twitter dan Linkedinnya. Ah, kalau COD asyik nih… deket dari Antapani, begitu pikir saya.

Kirimnya kemana ya? Arcamanik mah deket atuh. Saya dari Antapani, tanya saya.

Kirim pakai JNE saja. Itu alamat saya sudah lengkap sesuai KTP, jawab si calon pembeli.

Ok. Kalo gitu saya tunggu transfer dari Agan, terus nanti saya kirim barangnya. Saya tunggu bukti transfernya ya, jawab saya.

Ini terpercaya kan? Minta nomer rekeningnya ya, Gan, lanjut si calon pembeli.

Segera saya copas nomer rekening dan tekan tombol kirim.

Tapi maaf nih, Gan. Biar gak ada kesalahpahaman antara kita dan sama-sama enak. Boleh minta tolong screenshoot saldo terakhir Agan? Nanti kalau Agan sudah kirim screenshoot saldo, langsung saya transfer uangnya. Ok?, pesan si calon pembeli.

Naaah.. keanehan yang kesekian kalinya muncul lagi nih. Setelah adegan tawar menawar, ujug-ujug kirim KTP, sekarang minta skrinsut saldo? Aneh kan? Kenapa mau kirim uang saja harus ada skrinsut saldo ya? Lucu nih orang.

Sesaat saya curiga kalau percakapan kami ini akan berujung pada transfer melalui e-Cash. Tapi karena saya belum pernah mengalami sendiri, jadi sementara saya ladeni saja dulu permintaannya.

Untungnya saldo saya saat itu memang sedang minus karena terpotong biaya administrasi haha… Jadilah saya kirim skrinsutan saldo yang minus plus caption KOSONG, GAN!

Ok, saya kirim sekarang uangnya. Tunggu, ya Gan, pesan si calon pembeli.

Gak lama kemudian, ada pesan lagi dari si calon pembeli. Kali ini berupa gambar… Dan ternyata benar dugaan saya, kalau percakapan ini berujung di skrinsutan e-Cash.

ecash

Kata si calon pembeli, saldo saya minimal harus ada 550 ribu agar bisa menerima transferan dari beliau. Hiiih… mana ada terima transferan harus ada saldo minimalnya wkwkwk… modus ah.

Tapi berhubung saya gak punya waktu banyak, percakapan ini saya akhiri saja. Maaf ya, nipunya kurang canggih, Gan!

Banyak yang bertanya, buat apa sebenarnya si penipu memerlukan skrinsut saldo terakhir? Asumsi saya sih, agar si penipu tahu, berapa jumlah uang yang bisa beliau kuras dari rekening kita. Seperti yang dialami oleh salah satu seller ini

olx

Wiiihhh… 16 juta, Buuuuu? Duit semua itu pastinya. Dan kita pasti gak mau kalau sampe kehilangan uang gara-gara modus seperti ini. Jangankan 16 juta, puluhan ribu saja kalau begini caranya pasti nyesek.

Jadi, bagaimana sih cara mudah mengenali penipuan dengan modus e-Cash ini?

Dari yang saya baca dan juga pengalaman sendiri, beberapa kasus penipuan dengan modus  e-Cash ini memiliki pola yang sama. Di awal tulisan sudah saya ceritakan. Ada yang bisa menebak polanya seperti apa? Yup… gak lama sesudah iklan tayang, si penipu segera mengirim pesan.

olx

Jadi kalau iklan baru tayang kemudian ada yang mengirim pesan, apalagi ditambah langsung kirim KTP, dan gak pake babibu langsung deal (kalaupun nawar, gak kita kasih juga biasanya ok ok saja), itu patut dicurigai sebagai penipuan.

Sampai di sini sudah boleh dihentikan atau kalau masih penasaran ikuti saja dulu skenario si pengirim pesan.

Nah, kalau memutuskan untuk mengikuti dulu skenario si pengirim pesan, perhatikan hal-hal berikut ini ya…

Penting! Kalau teman-teman tidak punya rekening Mandiri maupun e-Cash, sementara si pengirim pesan bilang mau transaksi lewat e-Cash, abaikan saja. Kenapa? Karena fasilitas transfer melalui e-Cash hanya bisa dilakukan ke sesama e-Cash atau ke rekening Mandiri, sementara ke rekening bank lain tidak bisa. 

mandiri twit

Masih mau mengikuti skenario si pengirim pesan? Ok… lanjuuuut.

Ketika si pengirim pesan meminta kita menunjukkan skrinsut saldo terakhir, turuti saja. Syukur-syukur kalau saldonya memang banyak, lumayan kan bisa bikin si pengirim pesan girang hihi… Nah, kalau kebetulan kosong seperti saya, biasanya si pengirim pesan menunjukkan skrinsut seperti yang saya terima.

Di kasus saya, si pengirim pesan bilang, agar bisa menerima transferan dari beliau saldo minimal saya harus 550 ribu. Ok, anggap lah saya kemudian berusaha mengisi saldo sampai 550 ribu. Atau… kita kasih lagi saja si pengirim pesan skrinsutan saldo yang sudah diedit hahaha… Nanti si pengirim pesan akan mengirim petunjuk berikutnya berupa bukti transfer e-Cash dan meminta kita ke ATM segera untuk mengaktifkan e-Cash. 

ecash

ecas

 

Sudah… sampai di sini gak usah diteruskan ya. Apalagi kalau sampai nekat ke ATM buat aktivasi. Yang ada nanti malah uang kita yang dikuras habis.

Sayangnya saya gak bisa mencoba aplikasi e-cash karena sepertinya ada bug. Kalau sampai kejadian bagaimana? Laporkan saja nomer HP dan No Ecash Dana yang digunakan oleh si pengirim pesan ke Call Center Bank Mandiri.

Oh ya, postingan ini tidak bermaksud menjelekkan e-cash maupun marketplace ya. Penipuan seperti ini bisa terjadi pada siapa saja dengan modus apa saja. Karena saya juga sudah beberapa kali melakukan transaksi jual beli hasil pasang iklan di banyak marketplace tanpa kendala. Ada yang melalui fasilitas e-scrow dan beberapa kali melalui COD. Semua lancar-lancar saja. Alhamdulillah…

Di marketplace juga sudah banyak ditulis peringatan mengenai penipuan dengan modus e-Cash ini agar pelaku jual beli online lebih waspada. Sekarang saya tambahin deh… lumayan kan buat update blog yang udah lama lumutan hehe… Semoga tulisan ini bermanfaat ya.

You may also like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.