Menabung Emas di Pegadaian, Bekal Masa Depan

By | November 30, 2016

Nasabah Pegadaian UPC ANTAPANI Yth, Surat Gadai No. 13124130100***** JATUH TEMPO Tgl 14/10/2016. Jika diperpanjang, Jumlah Sewa modal Rp 87400 + Biaya Admin. Sesuai harga emas 29/09/2016 Pinjaman bisa ditambah max Rp 160000. Abaikan SMS ini bila sudah melakukan pembayaran INFO 022727****

Demikian bunyi SMS yang saya terima suatu pagi di akhir bulan September yang lalu. SMS yang membuat saya kembali mengingat masa-masa di mana saya, suami, kakak dan Nene kebingungan menghadapi tagihan dari rumah sakit. Waktu itu Abah baru saja operasi pemasangan ring yang ke-2 kalinya dalam setahun.

Karena aturan dari ASKES (saat itu belum berubah menjadi BPJS), operasi yang sama dan dilakukan dalam rentang waktu kurang dari 1 tahun tidak bisa ditanggung oleh ASKES. Entahlah apa aturan itu benar atau tidak, yang jelas saat itu kami kebingungan mencari biaya untuk melunasi tagihan rumah sakit yang jumlahnya sampai kurang lebih 20 juta rupiah. 

Setelah berdiskusi, akhirnya saya, suami, kakak dan kakak ipar sepakat untuk mengeluarkan segala simpanan yang kami miliki, termasuk mas kawin masing-masing.

Jual? Duh, sayang rasanya. Namanya juga mas kawin. Kalau sampai dijual, berarti tidak ada kemungkinan untuk bisa dimiliki kembali alias HILANG! Bisa sih beli barang yang mirip, baik bentuk maupun ukurannya. Tapi bukan bentuk, ukuran ataupun harganya yang bernilai. Melainkan nilai historisnya.

Belum lagi dengar cerita banyak orang yang menjual emas di toko emas, tapi terkena potongan besar dan tidak sesuai harga pasar.

Nene pun menyarankan agar kami ke Pegadaian saja. Agar kami tetap bisa mendapatkan uang senilai taksiran barang yang kami punya, tanpa harus was-was kehilangan barangnya.

Dan ya… itulah perkenalan pertama saya dengan Pegadaian. Ketika saya menggadaikan mas kawin pemberian suami.

Selama bertahun-tahun, sampai hari ini emas-emas itu masih berada di Pegadaian. Pernah sih sekali dua kali keluar sebentar dari Kantor Pegadaian, itu pun keluar dengan cara mencicil tiap kali perpanjangan sampai lunas. Tapi lagi-lagi emas-emas ini kembali ke Pegadaian karena keperluan yang mendesak.

Selama bertahun-tahun juga saya merasa malu datang ke Kantor Pegadaian untuk urusan gadai/perpanjang pinjaman emas. Biasanya sebelum masuk ke Kantor Pegadaian, saya pastikan dulu kalau tidak ada orang yang saya kenal di sekitarnya.

Sampai beberapa bulan yang lalu saya melihat brosur Menabung Emas di Kantor Pegadaian.

Menabung Emas di Pegadaian, bekal masa depan

Melihat anak-anak yang mulai tumbuh besar, saya mulai terpikir untuk mulai berinvestasi. Buat apalagi kalau bukan untuk bekal masa depan. Tapi penghasilan saya sendiri saat ini tidak tetap, sementara suami juga hanya mengandalkan gaji dari kantor. Investasi apa ya yang murah, tidak ditarget per bulan harus bisa berapa, dan mudah untuk dilakukan?

Yang terpikir adalah investasi dalam bentuk emas, khususnya logam mulia, 24 karat. Bukan apa-apa, tren harga emas dari tahun ke tahun naik terus. Mas kawin saya saja dulu di tahun 2004 dibeli ketika harga emas 250 ribu-an per gram. Sekarang? Nyaris 600 ribu-an per gram. Itu pun bisa dengan mudah saya gadai sesuai harga pasar.

Tapi mertua bilang, “emas mah gampang ngajualna, tapi hese meulina”.

Iya sih. Investasi emas memang paling mudah… tapi ya, susah juga mengumpulkan uang sampai cukup untuk membeli sekeping logam mulia.

Bolak balik ke Kantor Pegadaian, saya melihat pamflet Cicilan Emas di Pegadaian untuk perorangan. Ada juga Arisan Emas untuk kelompok, minimal ada 5 orang anggota.

Melalui program Cicilan Emas dan Arisan emas ini, kita bisa memiliki logam mulia yang diinginkan dengan cara membayar uang muka (DP) yang besarannya antara 20-30 persen dari nilai emas dan selanjutnya membayar cicilan antara 1 bulan hingga 36 bulan. Tenor cicilan ini berkorelasi dengan besarnya jumlah cicilan. Pembayaran cicilan emas ini juga bisa dilakukan secara online. Untuk lengkapnya bisa dilihat di web pegadaian.co.id.

Merasa belum sanggup mengumpulkan uang muka untuk program Cicilan Emas ini, saya pun mundur perlahan dan melupakan cita-cita berinvestasi emas. Yaaah.. maklum lah, mengumpulkan uang untuk DP-nya itu yang susah. Yang penting mas kawin aman, begitu pikir saya.

Tapi kemudian ketika melihat brosur Menabung Emas, cita-cita saya berinvestasi emas kembali menggelora *tsah

img_20161130_234750

Tabungan emas ini sebenarnya mirip dengan mencicil/membeli emas seperti biasa. Hanya saja Tabungan Emas dari Pegadaian ini jauh lebih mudah. Kalau mencicil/membeli emas saya harus mengumpulkan uang sampai cukup untuk membayar DP/melunasi emasnya, di Tabungan Emas ini cukup dengan menabung sebesar 5000 rupiah, saya sudah bisa memiliki logam mulia yang saya idam-idamkan. Iya, saya gak perlu menabung sampai terkumpul uang sebesar DP Cicilan Emas.

Saya pun menanyakan lebih lanjut program Tabungan Emas ini ke petugas Pegadaian. Dari petugas Pegadaian, saya mendapatkan penjelasan mengenai beberapa kemudahan dan keuntungan Tabungan Emas.

kelebihan-menabung-emas

Murah,  karena kita bisa mulai menabung dengan kelipatan 0.01 gram dengan atau sebesar Rp. 5.480,- (sesuai harga emas per tanggal 30-11-2016). Jadi misalnya kita akan menabung sebesar Rp. 50.000, uang ini akan dikonversikan ke satuan gram emas sesuai harga emas hari itu. Tanggal 22 November 2016, uang sebesar Rp. 50.000 setara dengan 0,0904 g emas 24K (lihat gambar).

img_20161201_001644

Mudah, karena Kantor Pegadaian ada di mana-mana, bahkan sampai di mall juga ada. Saat ini Pegadaian memiliki 4500 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.

Aman, sama seperti halnya Gadai Emas di pegadaian, emas disimpan di Kantor Pegadaian dan diasuransikan

Fleksibel, kalau kita membutuhkan dana tunai, saldo titipan emas bisa dijual kembali (buyback) ke Pegadaian dengan minimal penjualan 1 gram dan kita bisa menerima uang tunai sebesar Rp. 523.000,- (harga buyback per tanggal 30-11-2016). Nah, kalau kita ingin memiliki fisik emas batangan, kita dapat melakukan order cetak dengan pilihan keping (5gr, 10gr, 25gr, 50gr, dan 100gr) dengan membayar biaya cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih.

Selesai mendengarkan penjelasan dari petugas Pegadaian,  tanpa perlu banyak pertimbangan, sambil memperpanjang gadai emas, saya pun segera membuka rekening Tabungan Emas.

Yang pertama kali saya lakukan adalah menyerahkan fotokopi identitas yang masih berlaku. Untungnya sih di Kantor Pegadaian Cabang Jalancagak Subang sudah ada mesin fotokopi, jadi saya tidak perlu repot-repot cari tempat fotokopi.

Seperti halnya pembukaan rekening tabungan biasa, saya juga harus mengisi formulir permohonan pembukaan rekening, lembar pernyataan, dan formulir data nasabah. Formulir ini juga bisa diunduh dari sini. Jadi kita bisa mencetak formulir ini dan mengisinya dari rumah.

Kemudian saya menyerahkan semua berkas yang sudah diisi, biaya administrasi dan setoran awal. Untuk setoran awal,  cukup setor 5000 rupiah saja. Sebagai tambahan ada biaya materai Rp 7.000 dan biaya administrasi Rp 5.000. Waktu itu saya memberikan uang sebesar Rp. 50.000 yang dipotong biaya materai dan administrasi. Jadi setoran awal untuk tabungan emas saya sebesar Rp 37.962.

img20161130094931

Dari web Pegadaian, per tanggal 30 November 2016, biaya pembukaan rekening sebesar Rp. 10.000,- dan biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp. 30.000,-.

O ya, karena pembukaan rekening buku Tabungan Emas tidak dicetak di Kantor Pegadaian Jalancagak, melainkan di Kantor Pegadaian Subang,  jadi saat itu saya harus menunggu sampai keesokan harinya agar bisa menerima buku Tabungan Emas. Mudah-mudahan sih ke depan cetak buku tabungan saat pembukaan rekening juga bisa dilakukan di mana saja.

img20161130094937

Nah, sekarang saya sudah punya Tabungan Emas. Seperti halnya celengan, saya harus rutin mengisi Tabungan Emas ini agar bisa cepat penuh. Kapan penuhnya? Semoga saja segera,  pas harga emas sedang bagus hihi… Ya, mudah-mudahan sih Tabungan Emas ini juga bisa jadi bekal buat masa depan anak-anak.

Menabung emas seperti ini membuat saya jadi tahu perkembangan harga emas.  Kadang pas nabung, harganya pas sedang naik,  kadang pas sedang turun.  Mendingan pas nabung,  pas harganya turun,  tapi pas mau order cetak pas harganya sedang naik ya? Hehehe… Saldo tabungannya sih bisa diintip dari aplikasi Pegadaian Mobile.

Eh, tapi kalau hanya untuk mengetahui harga emas batangan sih, saya bisa cek melalui aplikasi Sahabat Pegadaian. Di sini ada harga Tabungan Emas Pegadaian (harga jual dan harga beli), harga dasar emas mulia pegadaian (2g, 10g, 25g, 50g, 100g, 250g, 1kg)

img_20161130_231432

Di Aplikasi Sahabat Pegadaian ini juga ada penjelasan mengenai berbagai produk Pegadaian dan simulasi perhitungannya. Misalnya saja ketika saya ingin mengetahui biaya administrasi dan perpanjangan gadai emas, saya tinggal masukkan jumlah pinjaman, tanggal pinjaman, tanggal pengembalian, dan opsi pelunasan (pelunasan/perpanjangan).

Simulasi Gadai KCASimulasi Gadai KCA

Tiap kali transaksi kita bisa mendapatkan poin yang nantinya bisa ditukar dengan banyak hadiah menarik. Poin ini juga bisa bertambah kalau kita bisa mengajak keluarga atau teman menjadi nasabah baru yang menggunakan produk Pegadaian. Mau tahu hadiahnya? Ada motor menanti untuk Top Referral Of The Year. Asyik banget ya?

Sekarang mah saya gak malu lagi sering bolak balik ke Kantor Pegadaian. Ya, kenapa mesti malu kalau di Pegadaian saya bisa menitipkan bekal untuk masa depan?

pegadaian_blog_competition

12 thoughts on “Menabung Emas di Pegadaian, Bekal Masa Depan

  1. Inda Chakim

    murah ya mak harga emasnya, 5 gram cm 2rtus ribuan sekian, trs hrga jualnya jg gk jatuh, bedanya tipis bgd, cm 2rtus perak, cucok cyiinnn, duuh jd pgn nabung emas jg di pegadaian, tengkiu infonya loh mak

  2. rahmad

    di bookmark dulu, mau tanya mbak biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp. 30.000 ini akan naik atau tidak sebanding dengan tabungan?

    1. oRiN Post author

      Halo mas, biaya fasilitas tabungan mah tetap, 2500 per bulan alias 30 ribu per tahun. Kalau biaya order cetak, baru sesuai keping emas yang akan dicetak

  3. Nia Haryanto

    Mantap deh investasinya. Jadi pengen ih. Beli emas sengaja mah susah. Pasti aja uangnya rebutan sama kebutuhan lain. Tapi dengan nabung nyicil gini, jadi gak kerasa, ya.

Leave a Reply