Hampir saja gagal Dondar

Sempat terjadi perdebatan antara saya dan suami perihal jadwal donor. Seingat saya sih seharusnya baru bisa donor lagi tanggal 31 Juli. Sementara suami bilang kalau di kartu tertera tanggal 30 Juli. Bukan saya banget lah ya kalau ikut aja apa kata suami. Karena beberapa hari yang lalu saya benar-benar melihat angka 31 di kartu donor, bukan 30.

Rule #1, perempuan selalu benar.

Setelah saya lihat kembali, ternyata memang suami yang benar. Jadwal donor seharusnya tanggal 30. Sudah keukeuh, salah pula… nah, ini baru saya banget hihi

Tapi karena tanggal 30 itu hari Sabtu, dan anak-anak masih sekolah, jadi kami putuskan untuk donor di hari Minggu saja. Tanggal 31! Yayyyy…. akhirnya saya juga yang menang.

Rule #2, kalau perempuan salah, lihat lagi Rule #1.

Sebelum donor, cek fisik dulu dari rumah. Berat badan mah udah pasti lewat lah ya. Biar bisa donor, berat badan minimal 45 kilogram dan saya sudah jelas melebihi batas minimal ini. Minum air putih mah tiap hari sudah lebih dari 8 gelas. Malam juga sengaja tidur lebih cepat.

Tinggal tekanan darah dan hb nih. Tekanan darah minimal buat donor kan sistole 100 – 170/ diastole 70 – 100. Tapi diusahakan tekanan darah juga normal dengan mengurangi minum kopi selama beberapa hari ini. Jarang sih saya darah rendah, kalau darah tinggi sering… buktinya tiap pagi bisa dipastikan kalau saya gak pernah berhenti ngomel-ngomel ke anak-anak hihi

Selain mengurangi minum kopi sebelum donor, konsumsi buah-buahan yang bisa menurunkan tekanan tinggi juga cukup membantu. Cari yang gampang saja buah-buahannya, dapet beli di mamang yang jualan di sekolah, 5000 dapet 5 plus bonus 1 hihi. Makanan lain yang membantu menurunkan darah bisa klik di sini.

Bagaimana dengan hb? Minimal pendonor harus punya hb 12,5 g%. Masalahnya ini mesti akurat banget. Pernah saya merasa badan sedang bugar, tapi datang ke PMI tetap saja ditolak donor karena hb yang kurang 0,1 saja. Sedih.

Nah, karena nilai hb ini juga sulit diprediksi, saya coba boost kadar hb dengan makan tomat sebanyak-banyaknya sebelum pergi ke kantor PMI seperti pengalaman donor terakhir kemarin.

Sampai di kantor PMI, tetap saja degdegan. Takut ditolak. Yang namanya ditolak itu kan memang pedih.

Di meja registrasi saya langsung mengisi formulir donor. Pas dipanggil masuk ke ruangan dokter, dokter bertanya… “Rinrin ya? Sebentar, saya cek dulu“.

Dokter lari keluar ruangan sambil memegang kartu donor saya dan selembar kartu kuning. Eh, lho… kartu apa itu?

Ggak lama kemudian dokter kembali masuk ke ruangan dan memeriksa saya dengan detail seperti biasa. Saya masih bertanya-tanya, kartu kuning yang tadi dipegang dokter teh apa ya? Kata dokter, hasil lab pemeriksaan darah donor terakhir meragukan. Tapi setelah dicek ulang, ternyata gak apa-apa. Boleh lanjut donor kalau hasil pemeriksaan di meja dokter + hb kali ini bagus.

Bisa jadi karena donor terakhir kemarin itu merupakan donor pertama kali saya setelah berkali-kali ditolak. Hampir 2 tahun gak donor… hiks

Di meja dokter, pemeriksaan tekanan darah gak cukup sekali. Ada 3 kali dokter mengulang sampai akhirnya dapet 110/80. Ok, bisa lanjut ke meja pemeriksaan hb.

Alhamdulillah, tomat yang dimakan tadi pagi berhasil mencapai rekor hb selama donor… 13,1! Selain karena tomat, sepertinya sih karena saya memang belum haid. Kalau tip dari @DondarBDG sih sebaiknya donor darah dilakukan seminggu setelah haid, saya mah punya tip tambahan nih buat perempuan yang mau donor… sebaiknya donor dilakukan beberapa hari sebelum waktu haid tiba. Kalau setelah haid, biasanya hb-nya masih rendah.

Karena masih ragu dengan kartu kuning yang tadi saya lihat di tangan dokter, saya tanya lagi ke Pak Agus (petugas UTD PMI Kota Bandung). Pak Agus meyakinkan saya kalau sudah disuruh masuk ke ruangan donor, berarti gak apa-apa. Kalau ada apa-apa mah, gak bakal boleh donor. Alhamdulillah…

Jadi, kapan nih teman-teman terakhir donor??? ^_^

donor darah

Eh, iya… ada info buat teman-teman yang berminat jadi sukarelawan PMI. Kemarin di kantor PMI Kota Bandung saya melihat banyak poster pendaftaran Korps Sukarela PMI Kota Bandung Angkatan XXII 2016.

P_20160731_203833

KSR PMI ini terbuka untuk umum koq. Jadi buat teman-teman yang ingin bergabung menjadi Sukarelawan Palang Merah Indonesia, cus langsung daftar aja ke kantor PMI Kota Bandung. Di poster sih tertera waktu pendaftaran sampai 7 Agustus 2016. Lebih lengkapnya tanya saja ke kantor PMI Kota Bandung, atau coba cek fanspagenya/twitter @KSRKotaBandung ^_^

 

You may also like

5 Comments

  1. Saya dari dulu setiap ada kegiatan donor darah dari PMI selalu daftar, dan sayanya juga selalu ditolak karena tidak memenuhi syarat berat badan hehehe.. oiya, kira-kira PMI cabang lain juga membuka pendaftaran jadi relawan gak ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.