Masjid Al-Ikhlas, masjid yang tetap berdiri tegak di Cisalak

Tak ada yang menyangka kalau malam Nisfu Syaban kemarin adalah malam terakhir bagi beberapa warga di Desa Cihideung, Cisalak, menempati rumah yang selama ini jadi tempat berteduh selama bertahun-tahun.

Suara gemuruh bak bunyi pesawat terbang, yang sebenarnya jarang mereka dengar karena tak pernah ada pesawat melintas di sini, terdengar dari arah bukit.

Seketika air menerjang dari arah bukit. Warga berhamburan ke luar rumah. Tak sedikit yang kesulitan membuka pintu karena air sudah memenuhi rumah, hingga harus memecahkan kaca jendela hanya dengan tangannya.

Di tengah kegelapan, mereka berlari ke hutan, tanpa sempat membawa apapun kecuali baju di badan yang menempel. Berlindung dari terjangan air yang menghempas apa saja yang dilewatinya.

Selang 2 jam kemudian, batu-batu besar dan kayu-kayu besar terbawa arus, meluluhlantakkan 32 rumah yang ada di Cihideung.

Banjir bandang Cisalak

Meksi hampir seluruh bangunan yang ada di Cihideung hancur terkena banjir bandang, ada masjid yang tetap berdiri dengan kokoh, yaitu Masjid Al-Ikhlas. Seperti yang dituturkan oleh Pak Muhyidin, amil Masjid Al-Ikhlas, bahwa masjid senantiasa dijaga oleh 70.000 malaikat.

IMG_8092

Berada tepat di tepi garis merah yang ditetapkan oleh Basarnas, Masjid Al-Ikhlas pun menjadi tempat berlindung para pengungsi.

13275293_311177125880047_979826210_o

Bagi warga Cihideung, banjir bandang  yang terjadi kemarin membawa sebuah pesan bahwa masjid (Islam) merupakan tempat yang aman bagi siapapun yang mau mengimaninya…

*Jumlah kata  203

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid”

 

 

oRiN

oRiN, emak 3 anak, bloggergoler.

9 Comments

  1. Saya sudah datang ke sini dan membaca tulisan ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut meramaikan Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid di blog saya
    Semoga sukses.

    Salam saya

Leave a Reply

Your email address will not be published.