Agar Buka Bersama Tak Jadi Dosa Bersama

By | July 2, 2015

“Minggu depan buka bersama yuk?”

Di pertengahan bulan Ramadhan, ajakan buka bersama seperti ini semakin ramai. Buka bersama memang menjadi salah satu agenda rutin tiap kali bulan Ramadhan tiba. Ada undangan dari keluarga besar, teman kantor, teman komunitas, bahkan teman sekolah/kuliah dulu, sekalian reuni ceritanya. Ada juga yang mengadakan buka bersama dengan mengundang anak yatim dan dhuafa.

Seperti juga lazimnya ajang kumpul-kumpul bersama teman dan makan-makan, tentu saja buka bersama menyisakan banyak makna dan cerita.

Misalnya saja tali silaturahim yang sempat terputus, antara teman sekolah/kuliah yang bertahun-tahun tidak pernah bertemu, bisa kembali terhubung dengan acara buka bersama ini.

Tapi seringkali ada yang terlewatkan di acara buka bersama ini, salah satunya adalah sholat. Yup, keasyikan ngobrol dengan teman lama, dengan kondisi perut yang kenyang, ditambah lagi waktu sholat yang hanya sebentar, membuat kita seringkali melewatkan ibadah yang seharusnya tidak boleh ditinggalkan. Apalagi kalau acara buka bersamanya dilakukan di rumah makan atau cafe yang toilet dan mushollanya kecil, sementara seluruh pengunjung ingin menggunakan musholla untuk sholat. Alhasil, waktu Maghrib pun habis.

Sempat sholat maghrib, kembali ke meja, ngobrol bersama teman dan makan-makan, eh.. tiba-tiba terdengar adzan Isya, artinya harus sudah sholat Isya dan tarawih. Di acara buka bersama seperti ini, waktu sholat Isya dan tarawih seringkali ditiadakan, salah satu alasannya karena tidak tersedianya tempat sholat berjamaah yang luas. Ada tempat luas, mukena yang disediakan kadang hanya sedikit. Untuk mengantisipasi hal seperti ini, lebih baik bawa mukena dari rumah.

Makanya, sebaiknya pemilihan tempat buka bersama memperhatikan tempat sholat yang luas. Agar peserta buka bersama juga bisa melakukan sholat Isya dan tarawih berjamaah. Atau lebih baik lagi jika acara makan-makannya digeser saja setelah sholat tarawih.

Ih, tapi kan jadi gak seru? 

Begitu mungkin pikir sebagian orang. Tapi bukankah sebaiknya kita tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal yang masih bisa ditunda pelaksanaannya dibanding yang harus disegerakan seperti sholat? Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini Allah SWT sedang melimpahkan rahmatNya.

Anggap saja ini bulan Ramadhan terakhir kita, sehingga kita melaksanakan ibadah sebaik-baiknya, termasuk menyegerakan sholat saat sedang buka bersama. Agar buka bersama tidak menjadi dosa bersama.

4 thoughts on “Agar Buka Bersama Tak Jadi Dosa Bersama

  1. Lusi

    Hmmm…. kalau lihat livetweet produk hampir tiap hari jelang magrib & lanjut setelah buka itu sayang ya. Padahal kalo brand ngisi bukbernya yg berhubungan dg keagamaan, nggak melulu jualan, bisa merebut hati konsumen juga lo. Soft selling gitu.

Leave a Reply