Enakin Harimu dengan Nevramin

By | June 30, 2015

Pernah tiba-tiba merasa kesemutan atau kram? Ada otot tubuh yang ujug-ujug berkedut? Mata kanan berkedut terus, jangan-jangan mau ketemu saudara jauh ya?

Atau malah sebagian anggota tubuh mati rasa? Saya sering. Gak cukup kesemutan di kaki dan tangan, semut-semut ini mulai mencari tempat di kepala. Karena kesemutan di kaki dan tangan terlalu mainstream.

Rasanya? Gak enak! Sumpah deh.

Saat kaki atau tangan saya mengalami kesemutan, saya tidak bisa menggerakkan kaki dan tangan saya. Begitu juga kalau saya mengalami kesemutan di kepala.

Biasanya kesemutan di kepala ini terjadi setelah saya beraktivitas seperti lari atau bersepeda. Kadang sedang asyik mengetik pun kepala tiba-tiba serasa dikerubungi semut. Akhirnya saya terpaksa menghentikan segala aktivitas. Mencoba menikmati kesemutan yang rasanya  sangat mengganggu.

Barangkali dari situ pulalah lahir istilah kram otak. Tadinya saya pikir kram otak hanya sebuah istilah untuk suatu kondisi yang memerlukan otak bekerja lebih keras. Tapi ternyata kram otak dan juga kesemutan di kepala itu memang ada.

Karena saya cukup sering mengalami kesemutan dan kebas, baik itu di tangan, kaki maupun kepala, saya pun curiga… jangan-jangan saya menderita diabetes? Sampai akhirnya saya memeriksakan diri ke apotek hanya untuk mengecek kadar gula darah. Tapi ternyata kadar gula darah saya masih berada di batas normal.

Lalu, kenapa saya sering kesemutan dan kebas? Ternyata bisa jadi itu tanda-tanda tubuh terkena Neuropati. Lho, memangnya apa sih Neuropati itu?

Mengenal Neuropati

Kesemutan atau paraesthesia merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh. Misalnya saja ketika duduk bersila terlalu lama atau tangan yang tertindih ketika tidur, bisa menimbulkan kesemutan karena jalan darah yang tertutup.

Yang perlu diwaspadai adalah ketika kesemutan terjadi dengan spontan tanpa pemicu aktivitas atau posisi tubuh tertentu.  Biasanya ini menandakan adanya gangguan pada reseptor di kulit atau pada cabang-cabang saraf tepi. Kerusakan saraf tepi ini dikenal dengan istilah Neuropati.

Penyakit Neuropati ini mengancam 1 dari 4 orang dengan usia di atas 40 tahun, serta penderita diabetes, hipertensi, dan pecandu alkohol.

neuropati

Orang tanpa riwayat penyakit diabetes dan hipertensi juga tidak mengkonsumsi alkohol pun beresiko terkena penyakit Neuropati, lho. Bahkan sekitar 38% dari kelompok usia 20-29 tahun telah berisiko neuropati.

Salah satu contohnya adalah kita yang sering menggunakan jari untuk mengetik di komputer/laptop/tablet bahkan hp. Karena posisi tangan saat mengetik yang dalam posisi sama berulang ulang dalam waktu yang lama dapat membuat saraf di bagian tangan akan terjepit.

Nah, kebiasaan mengetik dengan posisi yang salah ini dapat memicu gejala penyakit neuropati pada pergelangan dan siku, karena saraf pada bagian tersebut mengalami trauma atau bahkan rusak.

Jangan abaikan Neuropati!

Kesemutan hanyalah tahap paling awal dari suatu proses kehilangan rasa. Kalau tahap kesemutan (paraesthesia) sudah terlampaui, kemudian akan meningkat menjadi baal (hypaesthesia) sampai akhirnya mengalami hilang rasa sama sekali (anaesthesia). 

Tidak hanya kelumpuhan, kesemutan bisa juga disertai gangguan penglihatan, pendengaran, gabungan keduanya, atau lainnya. Hiy.. menyeramkan ya?

Dari status yang dibuat oleh beberapa blogger, banyak diantaranya yang sudah terindikasi terkena neuropati. Sebagai konsekuensinya, mereka harus menjalani terapi Vitamin B. Untuk kasus neuropati yang sudah parah, terapi suntik Vitamin B sudah tidak terlalu menolong mengurangi keluhan.

Cegah Neuropati sejak dini

Neuropati dapat dicegah sejak dini dengan cara yang sederhana, yaitu dengan memperbaiki gaya hidup, diantaranya :

  • Istirahat yang cukup untuk regenerasi saraf. Selain dengan tidur, perhatikan juga aktivitas sehari-hari. Jangan melakukan kegiatan yang monoton agar peredaran darah menjadi lancar. Misalnya mengetik atau menggunakan mouse secara terus menerus dapat memicu Carpal Tunnel Syndrome dengan gejala nyeri di daerah pergelangan tangan yang aktif.
  • Olahraga yang teratur.
  • Hindari gaya hidup yang memicu timbulnya penyakit sistemik/metabolik. Bila memang sudah terkena penyakit sistemik/metabolik, obati penyakitnya sambil mengobati neuropati.
  • Perhatikan asupan gizi yang seimbang, terutama makanan yang mengandung vitamin neurotropik.

Untuk menunjang kerja saraf, tubuh memerlukan asupan neurovitamin yang cukup. Karena neurovitamin ini merupakan makanan saraf yang sangat dibutuhkan untuk melindungi dan meregenerasi saraf.

Jika di masa muda kita kekurangan neurovitamin, bukan tidak mungkin di masa tua nanti kita bisa mengalami neuropati.

Vitamin ini banyak terdapat di kacang-kacangan, beras merah, sayur-sayuran, daging dan ikan. Jika asupan neurovitamin dirasa kurang, tambahkan suplemen seperti Nevramin. Gak usah banyak-banyak, cukup sekali sehari saja.

nevramin

Nevramin ini mengandung Fursultiamin, Vitamin B1 aktif yang lebih cepat diserap oleh tubuh dan bertahan lebih lama di dalam tubuh.

Selain vitamin B1, Vitamin B6 juga sangat diperlukan oleh sistem saraf dan sistem imun, untuk asimilasi nutrisi, menjaga metabolisme sel darah merah dan pembentukan hemoglobin.

Kalau tubuh kekurangan Vitamin B6 bisa menyebabkan peradangan kulit, mukosa mulut, lidah, anemia, dan kelainan saraf seperti depresi, kebingungan, bahkan kejang.

Selain Vitamin B1 dan B6, Vitamin B12 juga punya peran penting untuk pertumbuhan sel dan reproduksi, juga pembentukan selubung mielin yang mengelilingi serta melindungi saraf dan nukleoprotein. Mielin ini memiliki peran penting untuk menyampaikan pesan dari otak ke seluruh tubuh.

Terbayang kan kalau tubuh kekurangan Vitamin B12? Selubung mielinnya akan rusak sehingga tubuh kita mudah terkena gangguan saraf, seperti baal, mati rasa, kesemutan, kram, dan kaku-kaku.

Hiy… ini semua cuma gara-gara kurang vitamin, lho!

Jadi, masih mau akrab dengan laptop/tablet atau hpmu sampai tua nanti? Perhatikan posisi tangan saat mengetik ya. Jangan lupa olahraga dan konsumsi juga neurovitamin yang cukup. Jangan sampai deh Neuropati mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Percayalah, kaki dan tangan yang sering kesemutan dan kebas itu rasanya gak enak sama sekali!

Mulai sekarang enakin harimu dengan Nevramin. Yuk?

4 thoughts on “Enakin Harimu dengan Nevramin

  1. indah nuria savitri

    aku ngerasaiiiin banget nih mak.. Kata dokterku efek kemoterapi, dan obat yg diberikan juga sama dengan obat untuk keluhan yang sama bagi penderita diabetes. This one looks good..

Leave a Reply