Pay It Forward

By | January 27, 2015

Pernah menonton film Pay It Forward? Kalau sudah tentu masih ingat bagaimana usaha Trevor, mengerjakan tugas sosial dari gurunya. Hanya berbekal petunjuk dari guru, Make an idea and action, perhaps its can be change the world, Trevor kemudian berharap bisa mengubah dunia yang sudah terlalu sakit melalui sebuah gerakan kecil yang diinisiasinya.

Gerakan yang digagas Trevor sederhana. Hanya dengan menolong mereka yang membutuhkan bantuan. Trevor mencatat tiga orang yang dijadikan sasaran bantuan. Setiap orang yang sudah menerima pertolongan harus membalasnya dengan menolong tiga orang lain yang berbeda. Kurang lebih mirip dengan jaringan MLM ya?

Seorang teman di grup WA malam ini membagikan cerita tentang matematika kehidupan. Cerita tentang seseorang yang mengisi bensin 95 ribu rupiah dan membayarnya dengan uang 100 ribu rupiah. Uang kembalian sebesar 5 ribu rupiah diberikan kepada petugas SPBU. Di akhir cerita ada sebuah pesan, bahwa tidak mungkin kita bisa mengikuti semua perintah Allah. Karenanya menjadi penting untuk bisa melakukan hal-hal kecil yang bisa kita lakukan di sekeliling kita, asalkan dilakukan dengan konsisten.

Uang 5 ribu yang diberikan kepada petugas SPBU tadi bisa jadi tidak akan membuat dia kaya, tapi hal-hal kecil seperti ini jelas membantu dia dengan membuat hatinya bahagia.

Grup yang saya ikuti ini beranggotakan teman-teman semasa kuliah dulu. Banyak diantara kami yang berbeda pilihan saat pilpres kemarin, di mana kebanyakan orang sampai memutuskan pertemanan gara-gara pilpres. Tapi tidak di grup ini. Meski seringkali berdebat atau saling mengolok2, jarang yang dimasukkan ke hati. Tiada hari tanpa tawa di sini.

Berbagi bahagia itu memang penting. Saat sedang suntuk atau jenuh, saya hanya perlu menengok grup. Ada ratusan pesan yang tertinggal setiap harinya di sana. Suntuk dan jenuh pun hilang seketika.

Yang lebih menyenangkan adalah belakangan ini hampir setiap hari ada kuis di grup. Hadiahnya boleh jadi tidak seberapa. Ada barang jualan milik teman seperti Rendang/sprei/dompet/kerudung, buku, pulsa, voucher, atau oleh-oleh dari teman yang baru pulang dari luar kota/negeri. Tak jarang kuis yang diadakan sampai berbuntut “kerusuhan”. Tapi ya begitulah, kalau pilpres saja tidak mampu memutuskan pertemanan di antara kami, apalagi hanya sekedar kerusuhan saat kuis :)))

Gak menang kuis gak masalah. Yang penting kita masih bisa tertawa bahagia.

Itu juga yang dilakukan Walikota Bandung, Ridwan Kamil untuk membuat warganya bahagia, berbagi kebaikan yang dengan senang hati diteruskan oleh warga ke warga lainnya. Mulai dari membalas cuitan di twitter, mengajak warga Bandung untuk memungut sampah bersama, berhenti merokok selama satu hari, bersepeda, sampai membuatkan fasilitas umum untuk warga Bandung.

Dari survei yang dilakukan terhadap 1080 warga Bandung selama bulan Juni – Desember 2014, hasilnya menunjukkan warga Bandung kini cenderung bahagia. Bukan karena berlimpahnya materi, tapi karena ada banyak orang-orang yang tergerak untuk mau berbuat baik dan berbagi kebahagiaan…

Kalau saya melakukan survei terhadap 39 orang anggota grup, bagaimana ya? Apakah index of happiness mereka juga mencetak skor tinggi? Mudah-mudahan sih begitu… Setelah merasa bahagia di grup, tak ada salahnya untuk membagikan kebahagiaan sekecil apapun kepada mereka yang bukan anggota grup yang ada di sekeliling kita…

Jika setiap orang mau berbuat baik dan berbagi kebahagiaan kepada orang lain, kemudian orang lain itu melakukan hal sama kepada orang yang lain lagi, begitu seterusnya, maka seluruh dunia ini akan dipenuhi oleh orang bahagia… Menyenangkan bukan?

2 thoughts on “Pay It Forward

Leave a Reply