Semen Tiga Roda, Perekat Bahan Bangunan Terpercaya

By | March 30, 2014

Saya dan suami punya pengalaman salah memilih perekat bahan bangunan yang membuat kami galau belakangan ini. Sekitar 2 tahun yang lalu, kami merenovasi sedikit bagian rumah, yaitu kamar dan dapur. Saat itu kami mempercayakan sepenuhnya pembelian bahan-bahan yang diperlukan kepada mandor.

Renovasi selesai tepat waktu. Namun beberapa bulan kemudian, ini yang terjadi pada dinding kamar dan dapur rumah kami…

Dinding kamar retak di banyak bagian, dinding dapur mengalami kebocoran. Padahal dinding dapur itu jauh dari saluran air.

Setelah saya baca-baca, ternyata retak dan bocor yang terjadi pada dinding bisa diakibatkan kesalahan pemilihan bahan bangunan dan pengaplikasiannya. Daya rekat semen yang kurang kuat membuat dinding mudah retak.

Sedih dan kecewa. Biaya yang sudah kami keluarkan untuk renovasi kemarin rasanya menjadi sia-sia. Kami harus segera memperbaiki retak di dinding kamar. Karena bisa fatal akibatnya kalau retak itu dibiarkan. Goyangan dan getaran yang terjadi setiap kali kendaraan lewat membuat kami was-was.

Kali ini mulai dari pemilihan bahan bangunan, kami sendiri yang menentukan. Tidak mudah ternyata. Kami harus teliti memilih bata merah ataupun batako, pasir, kerikil, dan semen.

Di toko bahan bangunan di dekat rumah tersedia berbagai merk semen. Tentu saja kami tidak boleh hanya mengandalkan “katanya merk ini yang bagus”. Saya yang memiliki lebih banyak waktu luang kemudian mencari berbagai informasi mengenai cara memilih semen yang bagus sampai pengaplikasiannya pada bangunan.

Slide13

Akhirnya, setelah melalui proses pencarian yang panjang, kami mempercayakan Semen Tiga Roda sebagai perekat bahan bangunan rumah yang akan segera direnovasi (lagi).

Lalu, kenapa kami memilih Semen Tiga Roda?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, saya jelaskan dulu cara memilih semen yang baik. Berikut tips memilih semen yang baik seperti saya kutip dari blognya Semen Tiga Roda :

1. Tidak menggumpal (tekstur halus/tidak menggumpal). Semen yang menggumpal berarti sudah bereaksi dengan uap air/kelembaban dan akan menjadi bagian yang lemah pada plesteran/beton/acian.

2. Waktu mengeras. Ukuran standar adukan semen untuk menjadi kering antara 6-7 jam. Semen yang cepat mengeras biasanya akan menimbulkan retak pada beton/plesteran/acian.

3. Adukan lebih rapat dan rekat. Daya lekat yang baik antara pasta semen dengan agregat menghasilkan campuran bahan bangunan yang padat dan terbaik.

4. Kemasan tertutup sempurna. Kualitas pekerat bahan bangunan semen akan terjaga jika kemasannya juga terjaga, (tertutup rapat, tidak basah, dan tidak terdapat bekas tambalan).

5. Berlogo SNI (Standar Nasional Indonesia). Pastikan terlebih dahulu sertifikat yang telah diraih, baik SNI atau yang telah bersertifikasi internasional.

6. Baik dalam penyimpanannya. First in, first out. Untuk menjaga kualitas, semen yang pertama disimpan juga pertama keluar. Tumpukan semen tidak boleh lebih dari 2 meter, dan diusahakan berdekatan untuk mengurangi kelembaban.

Semen Tiga Roda yang diproduksi oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mampu menjawab tantangan yang diperlukan untuk memenuhi syarat sebagai semen berkualitas tinggi. Selain itu Semen Tiga Roda juga diproduksi mengikuti Standar Nasional Indonesia (SNI), Standar Amerika (ASTM) dan Standar Eropa (EN).

Semen Tiga Roda menghadirkan rangkaian produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu :

Bahan bangunanBahan BangunanBahan BangunanBahan BangunanBahan Bangunan

Produk Semen Tiga Roda, sumber : Semen Tiga Roda

Untuk renovasi kali ini (bangunan biasa dengan lantai tidak terlalu tinggi), kami memilih Semen Tiga Roda PCCSemen PCC mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah selama proses pendinginan dibandingkan dengan Semen Portland Tipe I, sehingga pengerjaannya akan lebih mudah dan menghasilkan permukaan beton/plester yang lebih rapat dan lebih halus. Lebih lengkapnya PCC memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Mudah pengerjaannya
  • Suhu adukannya rendah, sehingga tidak mudah retak
  • Menghasilkan permukaan plesteran dan beton yang halus
  • Kedap air
  • Tahan terhadap serangan sulfat
  • Mempunyai kuat tekan yang tinggi
  • Bangunan/konstruksi menjadi tahan lama

Berikut petunjuk praktis penggunaan Semen Tiga Roda PCC :

Petunjuk praktis penggunaan STR PCC

Petunjuk praktis penggunaan Semen Tiga Roda PCC

Untuk hasil pasangan dan plesteran yang baik, 1 takaran semen PCC dicampur dengan 6 takar pasir dan air bersih secukupnya. Jika takaran tidak sesuai maka hasil aplikasinya menjadi tidak sempurna, bahkan bisa terjadi kerusakan. Air yang digunakan juga tidak boleh berlebihan, karena adukan yang terlalu encer tidak dapat melekat dengan baik ke dinding (baca di sini untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam pengaplikasian semen).

Sementara untuk tahap finishing nanti, kami akan menggunakan  Acian Putih TR30 karena tidak perlu lagi plamir dan cat dasar. Kualitas/mutu acian dengan Acian Putih TR30 jauh lebih bagus dengan hasil permukaan yang halus. Hasilnya, cat menjadi jauh lebih cerah dan daya rekat lebih kuat.

Tidak lupa, agar hasil lebih memuaskan, pengerjaannya pun sekarang langsung kami awasi. Ini mandor-mandornya 😀

10011200_475176765945143_485179127_n

10001527_475144029281750_1693063092_n

Semen Tiga Roda, Perekat Bahan Bangunan Terpercaya

Semen Tiga Roda memang OK! :D, sumber gambar : koleksi pribadi

Mandor-mandor ini percaya, Semen Tiga Roda akan senantiasa melindungi mereka dan memberikan hunian yang kuat, kokoh, aman dan nyaman 🙂

Disclaimer

*    Jumlah Kata : 724 (tidak termasuk keterangan gambar)

** Referensi:

1. http://www.sementigaroda.com

Leave a Reply