Cermat Memilih Asuransi Jiwa Yang Tepat

By | September 20, 2017

Pas lagi asyik ngedraft, tiba-tiba ada telepon yang masuk dari 021-XXX.

Selamat siang, Ibu Rinrin. Saya dengan Nina dari PT. ***, boleh minta waktu ibu sebentar?

Duh! Gak jelas sih barusan dari PT apa. Tapi biasanya telepon seperti ini mah kalau gak marketing kartu kredit, ya marketing asuransi. Kadang males sih meladeni telepon seperti ini. Tapi coba deh pikir-pikir lagi… sebenarnya di jaman seperti sekarang ini, asuransi seharusnya bukan lagi ditakuti. Tetapi sudah jadi kebutuhan penting agar masa depan keluarga tetap terlindungi. 

Ya, ibarat kata pepatah… tak ada salahnya kalau kita sedia payung sebelum hujan. Ketika hujan belum datang, payung memang tidak terlalu diperhatikan, bahkan cenderung diabaikan. Tapi ketika hujan turun, payung mendadak sangat dibutuhkan. Begitu juga dengan asuransi jiwa yang kurang diperhatikan ketika kondisi masih dirasa aman, sementara saat genting, asuransi jiwa terasa sangat dibutuhkan.

Kenapa begitu? Karena hidup ini memang penuh dengan risiko dan kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi 5 menit ke depan. Misalnya saja ketika saya mengalami kecelakaan di belakang rumah setahun kemarin. Siapa sangka hanya karena terjatuh di belakang rumah, saya sampai harus menjalani operasi kaki?

Atau beberapa hari yang lalu, sepulang dari Bandung… di depan saya terjadi kecelakaan. Seorang pengemudi motor dan penumpang yang diboncengnya mengalami kecelakaan tunggal. Motornya menabrak pembatas jalan, mereka berdua terjatuh dan tertindih motor. Entah apa yang terjadi dengan kedua orang ini. Saya tidak berani melihat lebih dekat.

Dua minggu yang lalu, sepulang dari Subang, terjadi kecelakaan yang menimpa bus Widya yang digunakan oleh rombongan keluarga untuk mengantar pindahan. Bus Widya ini terguling di daerah Cijambe – Subang. Kecelakaan ini menelan korban jiwa sebanyak 6 orang dan puluhan orang lain luka berat. Saya, yang sedang berada di dalam angkot hanya sanggup menahan nafas melihat ambulans dan mobil polisi hilir mudik mengangkut korban.

Kemudian saya jadi berpikir, bagaimana jika saya yang menjadi korban? Apa yang akan terjadi pada keluarga saya nanti? Naudzubillahimindzalik… tidak ada yang menginginkan kecelakaan menimpa dirinya sendiri. Tapi balik lagi, yang namanya hidup memang penuh resiko dan sebelum resiko itu terjadi, gak ada salahnya kalau kita siapkan payungnya terlebih dahulu.

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan, tingkat penetrasi dan densitas industri asuransi Indonesia baru mencapai 2,63% dari PDB dan Rp1,2 juta per tahunnya. Meski ada peningkatan kesadaran untuk mengikuti asuransi jiwa, tapi angka ini sebenarnya masih cukup rendah.

Masalahnya bisa jadi karena ketidak tahuan memilih asuransi jiwa yang tepat.

Nah, sebelum memutuskan memilih asuransi jiwa seperti apa, ada baiknya kita juga mengenal macam-macam asuransi.

Macam-Macam Asuransi Jiwa

Secara umum, ada empat macam asuransi jiwa yang ditawarkan perusahaan asuransi, yaitu:

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Asuransi jiwa berjangka ini biasanya menawarkan kontrak untuk 5, 10, atau 20 tahun, dengan premi tetap dan terhitung murah.

Keuntungan

  • Besar premi dapat ditentukan sesuai dengan kemampuan.
  • Uang pertanggungan yang bisa diperoleh pemegang polis bisa mencapai angka miliaran rupiah. Artinya, jika tertanggung meninggal dunia saat masa kontrak masih aktif, maka keluarga tertanggung akan mendapatkan uang pertanggungan yang cukup besar.

Kekurangan

  • Apabila tidak mengalami masalah kesehatan maupun meninggal dunia hingga masa kontrak selesai, uang premi yang sudah dibayarkan bisa hilang atau premi hangus  .

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Asuransi jiwa seumur hidup atau whole life insurance memberikan perlindungan seumur hidup. Hanya saja biasanya perusahaan asuransi membatasi manfaat perlindungan hingga hanya 100 tahun.

Asuransi jiwa ini direkomendasikan bagi teman-teman yang tidak memiliki tanggungan dan menginginkan manfaat yang lebih dari sekadar santunan kematian, atau tertarik dengan ide tabungan jangka panjang.

Jadi kalau temant-teman menginginkan perlindungan jiwa sekaligus tabungan untuk kebutuhan darurat (misalnya untuk membayar biaya tagihan rumah sakit), maka teman-teman dapat mempertimbangkan untuk membeli polis asuransi jiwa jenis ini.

Keuntungan

  • Pemegang polis dimungkinkan untuk mendapatkan nilai tunai dari premi yang sudah dibayarkan.
  • Nilai tunai dari premi yang sudah dibayar bisa digunakan untuk membayar premi selanjutnya.
  • Premi asuransi yang sudah dibayarkan tidak akan hangus jika tidak ada klaim.
  • Saat kontrak berakhir, uang pertanggungan akan diberikan seluruhnya.

Kekurangan

  • Karena angka harapan hidup masyarakat Indonesia hanya 65 tahun untuk laki-laki dan 70 tahun untuk perempuan, sehingga kemungkinan klaim asuransi sebelum masa proteksi berakhir lebih tinggi, maka nilai premi lebih besar dibandung premi asuransi jiwa berjangka.
  • Nilai tunai dari total premi yang sudah dibayarkan tidak terlalu besar karena bunga untuk asuransi ini biasanya hanya sebesar 4% per tahun, dan angka ini belum dipotong pajak.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance)

Sesuai dengan namanya, jenis asuransi jiwa dwiguna atau endowment insurance ini adalah asuransi yang memiliki dua manfaat, yaitu sebagai asuransi jiwa berjangka sekaligus tabungan.

Pemegang polis dapat memperoleh nilai tunai dari premi asuransi yang sudah dibayarkan berupa uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia dalam periode tertentu sesuai dengan kebijakan polis asuransi bersangkutan dan juga dapat menarik polis asuransi dalam waktu tertentu sebelum masa kontrak berakhir.

Asuransi jiwa jenis ini direkomendasikan bagi teman0teman yang lebih ingin memastikan ketersediaan dana pendidikan untuk anak, ingin punya dana untuk kebutuhan tak terduga di masa depan, dan ingin punya dana pensiun yang lebih besar.

Keuntungan

  • Polis asuransi jiwa ini bisa diklaim sebelum masa kontrak berakhir, misalnya untuk dana pendidikan anak. Namun penarikan dana ini hanya bisa dilakukan sekali dalam jangka waktu beberapa tahun sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat.
  • Jika tertanggung masih hidup saat jangka waktu berakhir, maka tertanggung akan mendapatkan seluruh uang pertanggungan.

Kekurangan

  • Karena jenis asuransi jiwa ini memiliki dua manfaat, yang seperti menggabungkan manfaat asuransi jiwa berjangka dengan asuransi jiwa seumur  hidup, jadi preminya cukup besar, bisa mencapai jutaan rupiah per bulannya.

4. Asuransi Jiwa Unit Link

Nah, Asuransi jiwa Unit Link ini yang paling sering ditawarkan agen asuransi. Pertama kali ikut asuransi juga saya ambil asuransi Unit Link ini, produk asuransi yang menggabungkan manfaat asuransi dan investasi.

Biasanya orang yang menggunakan asuransi jenis ini adalah orang yang tertarik untuk berinvestasi hanya saja merasa tidak bisa atau malah takut kalau terjun sendiri ke dunia bisnis. Dengan Unit Link, sembari bisnis, kita juga bisa memastikan jiwa tetap terproteksi.

Nah, sebelum memutuskan memakai unit link, pahami dulu soal uang pertanggungan asuransi agar ketika klaim tidak terjadi salah paham. Kalau teman-teman mencari hasil investasi yang besar, sebaiknya sih tidak mengandalkan unit link. Karena imbal baliknya kurang signifikan jika dibandingkan dengan investasi murni seperti reksa dana atau saham.

Keuntungan

  • Sebagai pemegang polis teman-teman tidak hanya mendapatkan jaminan perlindungan saja melainkan juga imbal hasil investasi dengan bunga yang cukup tinggi setiap tahunnya.

Kerugian

  • Imbal balik dari investasinya kurang signifikan jika dibandingkan dengan investasi murni seperti saham, pasar uang, atau reksadana.
  • Uang pertanggungan yang akan diperoleh tergolong rendah, terutama jika investasinya gagal atau hanya menghasilkan keuntungan yang kecil.

Bagaimana memilih Asuransi Jiwa yang Tepat?

Yang jelas sih, sebelum memilih jenis asuransi jiwa untuk kita dan keluarga, pastikan manfaat asuransi ini memang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, penting juga untuk menakar kemampuan finansial membayar premi.

Jangan sampai di tengah jalan, premi mogok tidak terbayar.

Membeli polis asuransi hanya karena tertarik mendengar tawaran agen tanpa mengetahui seluk-beluknya lebih lanjut sangat tidak direkomendasikan. Sebab salah memilih asuransi taruhannya adalah kondisi keuangan bisa berantakan. Jadi, teliti dan pahami produk asuransi sebelum memilihnya.

Leave a Reply