Pentingkah Garansi? Bagaimana Cara Mengklaimnya?

By | July 6, 2015

Lebaran sebentar lagi… beres lebaran banyak yang nagih…”

Haha… abaikan lagu di atas. Tapi bagaimana ya, soalnya biasanya menjelang lebaran, kebanyakan orang berduyun-duyun ke toko untuk membeli baju baru. Tidak cuma itu, sebagian orang juga heboh membeli furnitur baru, mobil atau motor baru, dan perabot rumah tangga baru seperti mesin cuci, lemari es, TV, DVD player, laptop, atau malah rumah baru???? Masih mending kalau memang uang sendiri, tapi kalau dapet pinjam? Dari CC misalnya? Selesai lebaran pasti keluar deh tuh lembar tagihan.

Maklum, toko-toko memanfaatkan momen-momen seperti ini untuk menggelar obral besar-besaran, walaupun kadang cuci gudang mengeluarkan stok-stok lama. Tapi yang namanya potongan harga tetap saja membuat banyak orang kalap.

Kalau memang ada anggaran untuk belanja Lebaran, memborong sah-sah saja asalkan tetap bijak sebagai konsumen. Perhatikan kualitas barang obralan, apakah harganya sebanding dengan kualitas dan ketahanannya. Agar lebih tenang, perhatikan masa garansi yang diberikan produsen atau toko. Barang baru stok lama maupun keluaran terbaru seharusnya disertai garansi, terutama untuk produk-produk elektronik.

Garansi itu penting untuk memastikan konsumen mendapatkan kualitas barang sesuai yang dijanjikan produsen, jadi tidak membeli kucing dalam karung. Tidak main-main, hak konsumen atas garansi pun dijamin hukum dalam Undang-Undang No. 8/1999. Kalau terjadi kerusakan barang selama masa garansi, bisa jadi itu kesalahan produsen, jadi konsumen bisa mengklaim reparasi atau produk baru pengganti. Tapi kalau kerusakan disebabkan kesalahan pemakaian oleh konsumen, misalnya mencongkel dinding freezer lemari es dengan benda tajam atau pemakaian mesin cuci yang melebihi kapasitasnya. Jadi walaupun ada jaminan dari produsen, tetap pahami cara kerja mesin cuci, kulkas, TV, dll dengan membaca buku panduan masing-masing.

Nah, meskipun sedang kalap belanja, perhatikan hal-hal ini:

  • sebelum membeli jangan lupa tanya pihak toko berapa panjang masa garansi dan bentuk kompensasi kalau-kalau terjadi kerusakan
  • sebelum meninggalkan toko, periksa kelengkapan dokumen garansi
  • sampai rumah, simpan baik-baik semua dokumen dan bukti pembayaran secara rapi dalam map khusus kalau perlu menyatu dengan kartu-kartu garansi yang lain, jadi kalau sewaktu-waktu diperlukan gampang ditemukan.

Amit-amit, jangan sampai deh barang yang baru dibeli langsung rusak. Tapi kan yang namanya sial tidak bisa ditebak. Nah, kalau sedang tidak beruntung, berikut ini cara mengklaim garansi:

  1. Registrasi

Kartu garansi biasanya menyebutkan petunjuk untuk mendaftarkan produk yang baru dibeli. Jangan ditunda-tunda! Sesegera mungkin isi formulir kartu garansi dengan model barang, nomor seri produk, dan data pemilik lalu kirim ke si produsen. Masa garansi berlaku sejak tanggal pembelian yang ditulis pihak toko. Registrasi garansi merek-merek tertentu biasanya bisa juga melalui internet.

  1. Pastikan kompensasi bisa diklaim

Sebelum mengajukan klaim, periksa apakah kartu garansi masih berlaku, apakah jenis kerusakannya termasuk dijamin, dan kompensasi yang bisa diklaim. Yang penting adalah kejujuran menyebutkan kerusakan. Misalnya, kerusakan mesin cuci karena kitanya yang tidak tahu cara kerja mesin cuci atau karena bencana alam, ya jangan diklaim. Kompensasi bisa berupa reparasi gratis, penggantian suku cadang gratis, atau produk baru pengganti.

  1. Hubungi pihak toko atau langsung produsennya

Layanan konsumen perusahaan pembuat produk biasanya cuma ada di kota-kota besar. Jangan khawatir kalau tinggal di kota kecil, hubungi saja pihak toko untuk mengklaim garansi. Toko seharusnya tetap bertanggung jawab kalau barang dagangannya rusak dalam masa garansi, paling tidak menjembatani konsumen dan produsen. Pembeli kan raja! Sebutkan kerusakannya, kapan gejalanya mulai muncul, dan tanyakan bentuk kompensasi yang bisa didapat sesuai yang dijanjikan di kartu garansi.

Nah, bagaimana kalau barang rusak lagi setelah garansi diklaim? Beberapa merek mengizinkan klaim garansi lebih dari satu kali, tapi sebagian yang lain cuma membolehkan satu kali.

Jadi, meskipun sedang banyak diskon dimana-mana, teliti itu tetap diperlukan ya… Happy Shopping ^_^

Tips: Jangan buru-buru membongkar sendiri alat elektronik yang rusak selama masa garansi. Mesin cuci, kulkas, TV rusak yang ditangani tukang reparasi jagoan yang paham cara kerja mesin cuci, kulkas, TV pun garansinya bisa langsung hangus karena segelnya rusak dibongkar pihak ketiga.

6 thoughts on “Pentingkah Garansi? Bagaimana Cara Mengklaimnya?

    1. oRiN Post author

      sama sih mak.. saya juga jarang dapet masalah, kecuali laptop.. itu juga karena kesiram air atau kena petir 😀

  1. Keke Naima

    kalau beli barang elektronik, saya sellau cari brand yang terpercaya. Dan harus punya after sales servicenya. Jadi kalau ada kerusakan, ke service centre mereka. Gak mau panggil teknisi dari luar

    1. oRiN Post author

      iya, laptopku udah bolak balik service center.. untung pake garansi, kalo gak biayanya sama dengan beli laptop baru. kalo alat rumah tangga sih relatif jarang rusak.

Leave a Reply