Dicium Triatoma, aduhai rasanya…

By | June 7, 2015

Seumur-umur, belum pernah saya merasa gatal yang amat sangat. Kecuali dari bekas luka yang mulai mengering. Orang Sunda bilang, humapur.

Tapi kemarin siang, kurang lebih setengah 11, ketika saya sedang memasak, tiba-tiba dua ruas jari (jari manis dan tengah) tangan kiri terasa sangat gatal. Gatal tapi tidak ada bentol. Bingung juga, gatalnya darimana?

Semakin lama rasa gatal itu semakin menjadi. Dua ruas jari yang gatal mulai memerah. Wajar. Soalnya saya garuk terus menerus.

Menjelang sore, bukan hanya gatal yang saya rasakan. Tapi juga kebas dan kaku. Tak cukup sampai disitu, setengah pergelangan tangan kiri mulai membengkak.

Aduh, ini kenapa ya???

IMG_20150607_090125_edit

Percayalah… ini bengkak! Bukan gendut :v

Suami bilang barangkali saya digigit serangga. Dari cerita suami dan juga menurut dokter google, sepertinya saya digigit serangga Triatoma alias Kissing Bugs. Penampakannya seperti ini…

Serangga Triatomine / Triatome / Triatoma / Triatominae (Kissing Bugs), Sumber : indocropcircles.wordpress.com

Bentuknya seperti kecoa, hanya saja memiliki semacam sungut yang panjang. Sungutnya ini bisa menusuk kulit, menghisap darah dan menebarkan racun ke kulit orang yang digigit. Akibatnya? Gatal, seperti yang saya alami.

Masih dari cerita suami dan juga google, biasanya serangga ini menggigit malam hari, saat orang sedang terlelap. Kata google juga Triatoma ini biasanya menyelinap di sela-sela kasur. Karena itulah serangan Triatoma biasanya terjadi malam hari. Dan orang baru sadar terkena gigitan Triatoma setelah mengalami gatal dan bengkak ketika bangun tidur.

Tapi saya ingat-ingat kembali, sedari pagi sejak bangun tidur sampai setengah 11 siang, saya tidak merasakan gatal sama sekali. Lagipula, saya baru saja bersih-bersih di kamar kemarin, dan pagi tadi seprai sudah saya ganti.

Yup, sedari pagi saya beraktivitas seperti biasa, jadi kuli dan tukang ojeg. Gatal hanya terasa ketika saya sedang memasak. Jadi sepertinya saya dicium Triatoma saat sedang memasak! Siang hari! Bukan malam hari seperti lazimnya Triatoma beraksi. Bisa jadi Triatomanya sembunyi di balik lap, dan tanpa sadar saya memegangnya.

Sayangnya ketika menjelang Maghrib saya menggeledah dapur mencari tersangka penyebab gatal ini sudah tidak ada. Hanya saja beberapa waktu yang lalu saya memang pernah menemukan serangga seperti ini di lantai dapur. Saat itu saya masih belum ngeh kalau serangga ini bisa menyebabkan gatal-gatal. Pertemuan pertama kami saat itu berlangsung kurang menyenangkan. Tanpa ba bi bu saya langsung menggeprek serangga yang saya temui di lantai dapur dengan sandal. Hasilnya? Serangga itu mati dan meninggalkan bau yang khas.

Sepertinya karena itulah kali ini saya dicium Triatoma sampai meninggalkan kesan yang mendalam. Triatoma yang mencium saya sedang membalaskan dendam Triatoma yang dulu saya geprek ceritanya.

Bagaimana tidak berkesan? Masih dari hasil tanya-tanya di google, gatal yang saya rasakan ini akan berlangsung selama 3 hari ke depan. Sampai tulisan ini dibuat berarti baru 36 jam, dan saya masih harus garuk-garuk selama 36 jam lagi!

Kemarin malam saya tidak bisa tidur sama sekali. Gatalnya itu… aduuuhhh…

Masalah semakin bertambah karena gatal yang saya rasakan ini bukan hanya di pergelangan tangan. Sejak kemarin sore juga, di kaki sebelah kiri mulai dari pinggang sampai betis, muncul bentol-bentol berukuran besar. Seperti bentol karena kaligata. Tentu saja rasanya juga gatal. Katanya sih beberapa kasus gigitan Triatoma juga menunjukkan reaksi yang sama.

Untungnya, bentol dan gatal ini hanya menyerang tangan dan kaki bagian kiri *masih untung… alhamdulillah 😀

Kalau Triatoma lain biasa menyelinap di kasur, Koq Triatoma yang mengigit saya malah di dapur? Bisa jadi karena di belakang dapur masih berupa kebun. Jangankan triatoma, keong sampai ular juga ada tuh :p

O ya, dari sebuah thread di Kaskus, ada satu pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran.

Saat digigit serangga seperti ini, jangan pernah mencoba menghisap bekas gigitan serangganya. Karena racun yang sudah menempel di area gigitan serangga ini bisa menempel ke mulut dan berakibat fatal. Kalau dari pengalaman orang itu sih, efeknya pandangan jadi blur dan hampir kehilangan kesadaran. Hiyyy… serem.

Pelajaran lain, jagalah kebersihan. Karena kebersihan sebagian daripada iman.

10 thoughts on “Dicium Triatoma, aduhai rasanya…

  1. Lidya

    Waktu nginep di rumah keluarga,Pascal juga pernah tuh malem-malem bibirnya bengkak besar, apa karne adi gigot seragga juga ya

  2. Liza

    Ngeri juga gigitannya ya mak… Aku sering liat si teratoma ini. Btw kenapa engga berobat maak, kasian bengkak n gatal gitu

  3. hindun

    tah bener, si eta tah musuh besar saya teh, udah 4x saya dicium. yg pertama emang sangat menyakitkan. dulu sampe dikoleksi tah bangkena yg abis dikeprak

  4. rahmiaziza

    Katanya ngga boleh loh mba menggeprek serangga sampe keluar cairan, soale banyak kuman2 yang ikut keluar, mending disemprot. Tapi kelamaan ya cari semprotan dulu selak pergi serangganya hehehe

  5. raden lina

    Duh serangga ini emang musuh berat saya dan kel.kematin kali kedua ibu saya digigit sama c serangga ini,mungkin krn ini kajiadian kedua,jd ibu udah lgsg ‘ngeuh’ klo d gigit,lgsg minum obat anti alergi.muka,sampai lidah berasa kaku,napas susah.ini beda bgt sama kasus sebelum’y,selain gatal2 yg luar biasa,ibu juga sampai muntaber,sakit’y luar biasa kata’y…ga ngerti ini serangga dtg dr mana krn perasaan rumah kami itu “apik”.

    1. oRiN Post author

      Iya, katanya sih kalau sudah pernah digigit Triatoma ini, ada kemungkinan digigit lagi yang kedua-ketiga dan seterusnya… hiyyy… saya sudah 3x digigit, gatal dan bengkaknya masih sama

Leave a Reply