Kejutan Mengerikan di Dalam Lemari

By | April 30, 2015

“Mah, di lemari Ceuceu kaya’ ada bau gitu”, kata Ceuceu setelah mengambil baju ganti di lemarinya.

“Masa sih? Gak kecium ah sama Mamah mah”, saya yang memang memiliki sedikit masalah dengan indera penciuman berusaha keras mengendus sesuatu di dalam lemari yang menurut Ceuceu bau.

Ah, menyerah deh. Tulang hidung yang sedikit bengkok ditambah adanya benjolan yang menutup hampir seluruh bagian kiri lubang hidung membuat saya benar-benar kehilangan sensitifitas terhadap bau.

Terus kenapa tidak ke dokter? Apalagi alasannya kalau bukan takut… hehe

Keesokan paginya saya tanya Ceuceu, apa bau di sekitar lemarinya itu masih ada? Ceuceu bilang sih kalau bau itu hilang. O, ya sudah kalau memang sudah hilang.

Tapi dua hari kemudian, ketika Teteh lewat di dekat lemari Ceuceu, Teteh melaporkan hal yang sama. Ada bau yang tercium di dalam lemari. Agar lebih meyakinkan, Teteh pun berlari keluar, mengajak Ceuceu masuk ke kamar dan mencoba membaui lemari Ceuceu. Perlahan saya pun ikut mencari sumber bau di dekat lemari Ceuceu.

Nah, kalau sekarang samar-samar bau itu mulai tercium oleh hidung saya. Sepertinya sih bau bangkai, entah cicak atau tikus. Dua-duanya sama sekali bukan pemandangan yang indah untuk dilihat… hiyyy.

Tapi mau tidak mau saya harus menyiapkan mental, meski berharap saya hanya menemukan bangkai cicak, tapi saya harus siap seandainya yang saya temukan adalah bangkai tikus.

Saya geser lemari Ceuceu, mencari di setiap kolong dan juga di sela-sela pintu, tidak ada yang bisa ditemukan di sana. Duh, terus ini bangkai ada dimana ya? Lebih penting lagi ini bangkai apa?

Bau semakin tercium saat saya membuka laci lemari Ceuceu satu per satu. Dengan perasaan tidak menentu, saya pindahkan baju dari lemari ke keranjang laundry. Sampai akhirnya bau itu benar-benar menyengat dan membuat saya harus berhenti memindahkan baju. Bukan karena bau, tapi karena takut dengan apa yang akan saya temukan di bawah tumpukan baju Ceuceu.

Setelah dirasa cukup berani, saya kembali melanjutkan aktifitas yang sempat terhenti. Satu persatu baju Ceuceu saya pindahkan ke keranjang laundry. Dan ternyata, apa yang saya takutkan benar-benar ada di depan mata.

Sebuah bangkai teronggok di sudut laci, tertindih tumpukan baju, sudah berbelatung… huuuaaaa…. jujur, saya sudah tidak sanggup lagi melihatnya. Tanpa pikir panjang baju yang masih tersisa di dalam lemari bersama bangkai tikus itu saya buang semuanya. Baju yang sempat saya pindahkan tadi sebelum bangkai tikus ditemukan saya masukkan ke mesin cuci. Perlu 3-4 kali rendam bilas untuk bisa menghilangkan bau bangkai yang menempel di baju.

Sungguh itu pengalaman buruk yang mengerikan. Kejutan dari dalam lemari yang menyeramkan!!!!

Di rumah memang banyak tikus. Maklum, selain malas bersih-bersih dan beres-beres, di belakang rumah juga masih berupa kebun. Tikus pun bisa masuk melalui saluran pembuangan air dari got. Hiks… serem gak sih?

Mengusir tikus dengan lem perangkap tikus atau racun tikus bukan tanpa kendala. Kalau pakai lem, tetap saja saya harus membuang bangkai tikus yang menempel di kayu lem. Kalau pakai racun tikus, selain tikusnya bisa mati dimana saja, bisa jadi Persie atau Luffy yang jadi korban.

Inginnya sih tikus tidak perlu berniat sedikit pun mampir ke rumah saya, apalagi numpang mati di laci lemari. Kalau perlu pakai tulisan Tikus Dilarang Masuk di setiap lubang keluar/masuk yang ada… haha. Mudah-mudahan tikus sekarang pada ngerti ya…

Ada yang punya pengalaman sama atau malah lebih mengerikan???

9 thoughts on “Kejutan Mengerikan di Dalam Lemari

  1. Solusi Terbaik Untuk Penderita Alergi Debu

    gak sia-sia saya berkunjung ke blog agan, artikel nya sangat bermanfaat menambah wawasan saya.
    thanks ya gan.

  2. Donna Imelda

    errr… belum pernah ngalamin sih, jangan sampai deh. Merinding sendiri bacanya. Semoga gak pernah ngalamin lagi ya mbak. Sayang baju2nya terpaksa dibuang

  3. Beby

    Dulu di rumah ku jugak ada masanya tikus banyaaak banget, Mbak.. Segala cara uda dicobak. Belik racun tikus, eh tikusnya mati di atap. Jadinya bau 🙁

    Akhirnya setelah punya Kuro, kucing hitam kesayangan ku, tikus-tikus rada males tinggal di rumah.. Yeeeey! 😀

  4. inna riana

    hiyyy nakutin!
    aku juga beberapa kali mengendus2 nyari bangke tikus di taman. buntutnya ya ngubur sendiri itu bangke yg udh ga jelas bentuknya. hiks.
    pakai masker plus tahan napas juga masih tercium baunya :'(

  5. Keke Naima

    huaaa, saya pernah tuh di rumah ada bangkai tikus tapi gak ketahuan matinya dimana. Selama berhari-hari rumah rasanya bau bangkai. Rajin-rajin tabur kopi di area yang paling bau. Atau beli duren trus kulitnya disimpan di arena yang paling bau. Walopun gak benar-benar mengusir bau bangkainya, tapi setidaknya ada aroma kopi atau duren. Setelah berhari2 baru deh baunya hilang

  6. havid

    sae tulisannya….
    teteh kemana aja? ga ada kabar… nomer WAnya ga aktip, saya bingung kalo mau pesan nendang…
    ditunggu loh kabarnya.

Leave a Reply