Peran Museum, Antara Sejarah, Kini dan Nanti

SS 2014-05-20 at 10.25.25 PMItulah yang terbayang pertama kali oleh Ceuceu, anak pertama saya, saat saya melontarkan pertanyaan mengenai definisi museum.

Bayangan Ceuceu ini tidaklah salah, karena ketika saya mengajak Ceuceu berkunjung ke museum untuk pertama kali, banyak benda kuno dan bersejarah yang Ceuceu temui di sana.

Saat masih duduk di bangku TK, Ceuceu berkunjung ke Museum Geologi. Kunjungan yang sangat mengesankan bagi Ceuceu. Karena di Museum Geologi ini Ceuceu bisa melihat sendiri kerangka tiruan T-Rex, kerangka gajah purba dan kerbau purba.

fosil kerbau purba di Museum Geologi, Bandung
Ceuceu dan fosil kerbau purba di Museum Geologi, Bandung

Continue Reading

My Life’s Journey (Part 1)

Jangan bayangkan negeri orang yang selama ini terlihat wah. Tempat di mana saya tinggal beberapa tahun yang lalu jauh dari kesan wah, apalagi mewah. Tapi di tempat inilah saya memulai mengenal hidup yang sesungguhnya…

Pernikahan kami baru saja berlangsung beberapa bulan yang lalu. Suami kemudian mendapat panggilan untuk kembali bertugas di Timor Timur. Baru saja menjadi pengantin, dan harus ditinggal oleh suami, bukan hal yang mudah. Saat kami menikah, kontrak kerja suami memang sudah habis.

Sampai akhirnya setelah mendapatkan tempat tinggal di Timor Timur, suami memutuskan bahwa saya harus ikut pindah. Perlu beberapa minggu untuk mengurus dokumen yang diperlukan, karena saya belum punya paspor.

Continue Reading

Donor Darah : FAILED!!!!

DonorIni kali keempat saya ditolak donor darah. Padahal bukan sekali dua kali saya menjadi pendonor. Saya mulai (memberanikan diri) jadi pendonor tepat di usia saya yang ke 17 tahun.

Peristiwa ditolak donor pertama kali karena umur yang belum mencukupi. Saat itu saya memang belum tahu syarat-syarat menjadi pendonor (Lihat syarat donor darah di sini).

Saya masih ingat momennya, yaitu ketika paman meminta kami yang bergolongan darah AB jadi donor untuk anaknya yang membutuhkan darah untuk transfusi (adik sepupu, Jabbar, seorang penderita leukimia). Di keluarga Abah, ada 3 orang yang bergolongan darah AB: Abah, kakak ketiga, dan saya sendiri,

Karena ketidaktahuan kami soal syarat-syarat jadi pendonor, jadilah saat itu kami semua berangkat ke UTD PMI. Sesampainya di UTD PMI, hanya saya yang ditolak. Saat itu umur saya masih 14 tahun. Abah dan kakak ketiga sukses mendonorkan darahnya.

Jabbar sendiri hanya sanggup bertahan beberapa bulan setelah transfusi darah pertama. Sayang, saya tidak sempat ikut mendonorkan darah untuk Jabbar.

Penolakan yang pertama kali ini jadi motivasi buat saya. Jadilah saat itu saya berjanji, tepat di usia 17 tahun saya harus jadi pendonor.

Continue Reading

Kemanakah Nining? #FindNining

Sudah 2 hari ini saya share berita kehilangan di setiap medsos yang saya miliki. Bukan barang, tapi orang!

Ceritanya begini, kemarin pagi tiba-tiba saja seorang teman SMA memberi pesan lewat whatsapp…

Rin, inget keneh Nining teu? Dulu 1-2, 2-2. Urang sih can pernah sakelas, ngan apal pedah babaturan Reni“, demikian isi pesan Nuniek.

Teu apal. Teuing atuh, poho deui!

Karena saya dulu 1-11, 2-11, saya pun gak pernah sekelas dengan Nining. Parahnya lagi, saya mengalami kesulitan menghafal nama orang. Jadi kalau Nuniek bertanya saya masih hafal Nining 1-2 atau gak, ya sudah jelas saya lupa!

Lalu, Nuniek mengirim gambar ini…

Nining
Nining
Continue Reading