Anak Hebat Berawal dari Tanggap yang Lengkap

Anak Hebat Berawal dari Tanggap yang Lengkap – Pernah menemui anak yang pintar secara akademis namun lebih suka menyendiri? Atau anak yang berprestasi namun tidak bisa mengontrol emosinya? Kadang kita mengabaikan hal-hal seperti ini. Terlebih lingkungan sekitar pun masih menganggap anak yang hebat adalah anak yang pintar, selalu ranking satu dengan nilai akademik di atas rata-rata. Tak heran jika masih banyak juga orang tua yang mengenalkan anak belajar membaca sejak dini. Memang, orang tua mana sih yang tidak bangga jika memiliki anak yang berprestasi di bidang akademik? Saya juga termasuk salah satu di antara orang tua yang seperti itu.

Tapi benarkah masa depan yang cerah hanya bisa diperoleh mereka yang memiliki IQ tinggi? Apakah cerdas secara akademis saja cukup?

Dengan kemampuan akademik yang baik, harapan kita adalah anak akan lebih mudah mendapat nilai yang bagus untuk kepentingan mencari pekerjaan kelak. 

Itu pula yang saya terapkan saat mengasuh Ceuceu. Namun kemudian saya sadar, kalau nilai yang bagus bukanlah segalanya. Ceuceu memang langganan juara kelas. Sering ikut lomba akademis bahkan melaju sampai tingkat kabupaten. Tapi yang saya amati, Ceuceu malah kurang bisa bersosialisasi dengan teman-temannya, dan itu memiliki pengaruh besar pada perkembangan emosinya.

Pada kenyataannya, banyak orang yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi namun gagal meraih kesuksesan yang diharapkan, baik dalam karier maupun kehidupan pribadinya.

Bisa saja seseorang memiliki IQ di atas rata-rata, daya tangkapnya sangat cepat, mampu menganalisa sebuah masalah dengan tepat, memiliki keahlian luar biasa. Namun ketika berhadapan dengan orang lain, ia mengalami kesulitan, tidak bisa bergaul, sulit menerima pendapat orang lain, suka memotong pembicaraan, mudah tersinggung, gampang marah, kurang percaya diri, dan pada akhirnya ia tidak mampu bertahan. Orang seperti ini akan sulit meraih kesuksesan.

Untuk bisa meraih kesuksesan ada banyak hal yang harus dilakukan. Mulai dari kemauan bekerja keras, cara mengendalikan emosi, hingga bersosialisasi.  Dengan kata lain, kunci sukses berawal dari anak yang tumbuh hebat dengan tanggap yang lengkap.

Sebelum  benar-benar terlambat, saya berniat memperbaiki pola asuh baik itu terhadap Ceuceu, Teteh maupun Ade.

Di acara launching Bebelac baru yang diselenggarakan di Jakarta, hari Rabu, 11 April 2018  kemarin, saya belajar banyak hal bagaimana menumbuhkan anak hebat. Anak yang hebat yang memiliki Tanggap yang Lengkap tidak hanya cukup menjadi pintar secara intelektual, tetapi juga mempunyai rasa peduli, dan tanggap dalam bersosialisasi

Bagaimana sih Anak Hebat dengan Tanggap yang Lengkap itu?

Aksi Tanggap yang Lengkap tidak pernah diekspresikan secara terpisah, tetapi dalam satu kesatuan. Anak hebat dengan tanggap yang lengkap tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki rasa peduli, dan tanggap dalam bersosialisasi.

Anak hebat dengan Tanggap yang Lengkap memiliki IQ yang optimal. Anak mampu  berpikir dengan cepat, menghafal banyak lagu, mengingat gerak tari, pandai berhitung, piawai membuat karya (menggambar, menulis, mewarnai, dan sebagainya).

Tak hanya itu, salah satu ciri-ciri anak cerdas yang hebat dengan Tanggap yang Lengkap memiliki EQ yang seimbang. Ketika melihat orang lain mengalami kesulitan, anak tidak  segan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan masalah.

Yang terakhir, anak hebat dengan Tanggap yang Lengkap juga memiliki SQ yang baik. Salah satu contohnya adalah anak bisa bermain dan berbagi bersama teman, tidak takut dan mau menyapa orang yang tidak dikenal/jarang bertemu.

Jadi anak hebat dengan Tanggap yang Lengkap tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki rasa peduli, dan tanggap dalam bersosialisasi.

Bagaimana Caranya Agar Anak Mampu Tumbuh Menjadi Anak Tanggap Yang Lengkap?

Tentu saja agar ketiga aspek di atas bisa terstimulasi dengan baik dan tepat, peran orang tualah yang sangat dibutuhkan.

Kecerdasan intelektual dapat diperoleh melalui proses belajar, tahapan sekolah, kuliah dan proses pembelajaran lainnya yang dapat mengasah kepintaran secara akademik.

Kecerdasan sosial anak atau tanggap secara sosial juga perlu diasah agar anak mampu bekerjasama, mengikuti aturan, tahu mana yang benar dan salah.

Bahkan game anak-anak juga dapat menstimulasi anak menjadi semakin cerdas. Dalam memilih permainan sebaiknya  orang tua memperhatikan permainan yang didasarkan atas tahapan perkembangan kognitif anak.

Kemudian pilih permainan yang berpotensi menggali kecerdasan majemuknya. Setelah permainan selesai, biasakan untuk berdiskusi dengan si kecil.

Dengan banyak melibatkan anak dalam diskusi sehari-hari, orang tua dapat melatih anak menjadi anak yang cepat tanggap.

Tanggap sosial hanya dapat berkembang jika anak punya kecerdasan emosional, yaitu anak punya empati dan peduli terhadap sesama.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain sehingga kita dapat lebih mudah bergaul dengan orang lain. Para ahli menemukan bahwa kecerdasan emosional adalah penentu terbesar kebahagiaan dalam hidup.

Kecerdasan emosional butuh proses dan latihan. Agar kecerdasan emosional anak bisa berkembang, maka orang tua perlu membantu anak-anak mengajari mengenai perasaan dan memberikan solusi yang efektif.

Misalnya dengan memberi komentar ketika anak sedang mengalami emosi seperti “Wah, Kakak lagi marah banget nih” , atau “Mama lihat Adik gembira sekali”, dan lain sebagainya.

Sampai kapan kita perlu melatih kecerdasan emosional ini? Seumur hidup!

Kehidupan dan pola asuh yang diperoleh dalam keluarga sangat berpengaruh dalam menangani dan melatih emosi kita agar terkontrol lebih baik. Pola asuh atau latihan yang kita terima dari kecil akan memudahkan kita untuk melatih kecerdasan emosional saat kita dewasa. Setiap hari adalah proses pembelajaran bagi kita untuk mengenali, melatih, dan mengontrol emosi kita. Dengan begitu kita tetap dapat memberi respons yang positif terhadap berbagai bentuk emosi.

Sebagai orang tua kita bisa membantu mengarahkan emosi anak pada hal yang positif. Misalnya memanggil anak dengan sebutan yang baik, memuji saat anak bisa mandiri, dan sebagainya.

Sebaiknya hindari melabeli anak dengan sebutan nakal atau panggilan negatif lainnya saat kita merasa kesal, karena parenting anak seperti ini bisa mempengaruhi anak menjadi pribadi yang negatif pula.

Selain memberi stimulasi yang tepat, orang tua juga perlu memastikan anak memiliki panutan dalam berperilaku sehari-hari.

Masih ingat peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya?

Anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Ketika anak hidup pada lingkungan yang sehat, dibesarkan pada satu keluarga yang bahagia, tumbuh pada lingkungan mendukungnya secara psikologis, dirawat dan diberi pendidikan yang layak, bukan hanya pendidikan akademis, namun juga pendidikan karakter, besar kemungkinan anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang cerdas.

O ya, jangan lupa, untuk membentuk anak memiliki tanggap yang lengkap, nutrisi otak juga menjadi faktor penentu. Apa jadinya bila kebutuhan akan gizi anak tidak terpenuhi? Fungsi otak dan tumbuh kembang anak tentu menjadi tidak maksimal.

Nutrisi yang cukup, lengkap, dan seimbang mempengaruhi daya serap otaknya. Dengan gizi yang lengkap dan seimbang, anak bisa dengan mudah menyerap informasi dari lingkungannya sehingga tumbuh kembang anak optimal.

c

Bebelac dengan Formula Terbaru Mendukung Anak untuk Tumbuh Hebat dengan Tanggap yang Lengkap

Ibu Andi Airin Head of Brand Bebelac menyampaikan bahwa Bebelac Baru hadir dengan kemasan baru dan formula yang disempurnakan sebagai komitmen Bebelac yang mendukung tumbuh kembang anak.

Ya, Bebelac baru dengan formula yang disempurnakan memiliki zat gizi yang mendukung anak untuk tumbuh hebat dengan Tanggap yang Lengkap.

Produk Bebelac baru disempurnakan dengan menambahkan minyak ikan, Omega 3 dan Omega 6 yang ditingkatkan dari formula Bebelac sebelumnya mencukupi kebutuhan harian anak. Juga ada FOS:GOS 1:9 yang dipatenkan, serta 13 vitamin dan 9 mineral yang bagus untuk perkembangan anak.

Bebelac juga senantiasa memberikan informasi bermanfaat bagi orang tua seputar tumbuh kembang anak melalui website www.bebeclub.co.id dan fanspage Bebeclub Indonesia.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang anak dengan tanggap yang lengkap, bisa dibaca di sini

Yuk, kita berikan stimulasi dan nutrisi yang tepat agar anak tumbuh hebat dengan tanggap yang lengkap!

 

oRiN

oRiN, emak 3 anak, bloggergoler.

4 Comments

  1. Melatih kecerdasan emosional seumur hidup, PR banget ini sebagai ortu. Terus terang anakku emosi dan sosialisasi nya masih dalam tahap belajar terus nih. Semangat!

  2. Apa yang dilakukan orang terdekat anak, itu yang akan dilakukannya. Sebagai bidang tua yang paling dekat dengan anak, disitu beban berat nya. Orang tua bukan hanya sebagai pembimbing dan pendidik, tapi juga contoh yang real…

    Ceuceu dan adik2 semoga jadi anak soleh dan solehah ya… Amin…

Leave a Reply

Your email address will not be published.