Bersama Printer Handal BROTHER, Jadi Pintar Tanpa Bimbingan Belajar

Kasian Uu Maman mah. Bulan ini banyak banget pengeluarannya. Perpanjang pajak motor, bolak balik ke dokter, belum Aa sama Teteh harus bayar bimbel“, curhat Nene suatu hari melalui pesan Whatsapp.

Saya tidak bisa berkata apa-apa selain membalas pesan Nene dengan,”Euleuh, gimana atuh? Mugi-mugi we aya rejekina“.

Sedih sih sebenarnya gak bisa bantu apa-apa. Padahal kakak saya ini seringkali bisa diandalkan ketika saya membutuhkan perlindungan, seperti layaknya seorang BROTHER.

Ya mau gimana lagi selain mendoakan supaya kakak saya diberikan rejeki agar bisa mencukupi segala kebutuhannya di bulan ini dan juga di bulan-bulan yang akan datang.

Apalagi kedua anaknya, Aa Reza yang duduk di kelas 2 SMP dan Teteh Hasna yang sekarang kelas 6 sama-sama ikut bimbel yang biayanya cukup membuat saya geleng-geleng kepala.

Harap maklum, di tempat saya tinggal sekarang tidak ada yang namanya bimbel. Makanya saya pun hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat daftar biaya bimbel khususnya di Kota Bandung. Salah satunya daftar yang satu ini.

Biaya bimbel di Bandung
Biaya bimbel di salah satu tempat Bimbel di Bandung

Kebayang donk kalau anak-anak saya, Ceuceu, Teteh dan Ade barengan masuk bimbel seperti yang kakak saya alami??? Daftar harga di atas baru tingkat SD. Bagaimana dengan persiapan masuk PTN? Untuk persiapan masuk salah satu PTN dan jurusan favorit di PTN ternama di Bandung, biayanya nyaris menyentuh angka 30 juta! Wow… fantastis ya.

Tapi sebenarnya harus gak sih ikut bimbel? Baik itu tingkat SD maupun persiapan masuk PTN?

Dari beberapa berita yang saya baca, ternyata ada juga yang sukses lulus UN maupun SMPTN tanpa mengikuti bimbel. Misalnya saja Cania, yang berhasil menjuarai Olimpiade Sains Nasional sampai lulus SMPTN di pilihan pertama tanpa bimbel.

Kalau soal harus atau gak, saya yakin setiap orang tua punya pertimbangan masing-masing. Saya sendiri ketika Ceuceu akan menghadapi UN, memutuskan untuk tidak ikut bimbel. Ya gimana mau ikut bimbel, kan memang gak ada tempat bimbel di sini mah ahaha.

Alhamdulillah, meski tanpa bimbel, Ceuceu bisa menyelesaikan soal-soal UN dengan hasil yang cukup memuaskan. Lalu bagaimana dengan persiapan Ceuceu menghadapi UN? Nah, persiapannya ini yang cukup menguras tenaga dan emosi emaknya hihi

Persiapannya dilakukan sejak awal semester genap berlangsung. Yang pertama kali saya lakukan adalah menghabiskan waktu liburan semester ganjil dengan berburu buku-buku Kumpulan Soal UN. 

Saya juga meminjam buku-buku bekas Aa Reza sewaktu ikut bimbel di kelas 6 3 tahun yang lalu. Dari buku-buku inilah Ceuceu latihan soal-soal UN nyaris tiap hari. Perlu konsistensi dan ketegasan memang, dan jujur saja… inilah yang sangat menguras tenaga dan emosi. Mungkin ini yang membuat biaya bimbel mahal ya?

Selain dari buku Kumpulan Soal UN, hal lain yang saya persiapkan adalah mengoleksi soal-soal yang saya download dari internet. Soal-soal ini kemudian saya cetak. Ceuceu mengerjakan soal, dan saya mengevaluasi hasilnya. Sama seperti persiapan tiap kali Ceuceu ikut Olimpiade Sains Nasional tingkat Kecamatan sampai Kabupaten dan juga ketika akan menghadapi UTS maupun UAS.

Ini pas belajar intensif menjelang OSN 2016… Alhamdulillah, Juara 1 Tk. Kecamatan hehe

Habis berapa lembar tiap kali UTS/UAS? Kurang lebih 10 pelajaran, tiap pelajaran ada 2-4 lembar, soal yang dikerjakan tiap mata pelajaran bisa sampai 3 macam, dan anak yang UTS/UAS ada dua (Ceuceu dan Teteh). Ini belum termasuk soal-soal yang saya cetak untuk teman-teman Ceuceu yang ikut belajar bersama di rumah.

Sejak kelas 4 SD, teman-teman Ceuceu memang seringkali ikut belajar di rumah. Biasanya sih tiap Jumat atau Sabtu. Saya dan anak-anak membahas soal bersama-sama. Baik itu soal dari buku maupun soal-soal dari internet.

Baca juga : My Pilot Project : Jumpin’

Soal prestasi, urusan peringkat di kelas ketika SD, anak-anak ini saling berkejaran. Nilai UN anak-anak ini cukup memuaskan. Bahkan salah satu dari anak-anak ini berhasil menjadi juara umum di SMP.

Sampai sekarang juga teman-teman Ceuceu masih sering mampir ke rumah. Sekedar main atau… numpang ngeprint. Lumayan donk ya pengeluaran buat ngeprint nya? Banget huhu…

Oh ya, sudah pernah menghitung berapa biaya per lembar alias CPP (cost per page) pada printer?

Memangnya penting ya menghitung CPP ini? Oh tentu saja penting apalagi kalau yang dicetak cukup banyak. Kalau hanya selembar dua lembar mungkin gak bakal terlalu dirasa penting ya. Tapi coba deh sesekali hitung.

Untuk cetak hitam putih di warnet dekat rumah misalnya, harganya Rp. 700/lembar. Kalau kita ingin mencetak 10 lembar berarti total biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 7.000. Untuk cetak berwarna, per lembar harganya Rp. 1.500.

Sebagai perbandingan, berikut harga cetak di sebuah warnet yang ada di daerah Bandung.

Buat emak-emak seperti saya, yang mana sekarang Ceuceu masih SMP saja tugas yang harus dicetak hampir ada tiap hari, mencetak puluhan lembar dalam seminggu ini akan mengganggu kestabilan keuangan rumah tangga.

Ambil saja contoh satu tugas paling sedikit ada 5 lembar yang dicetak, termasuk cetak halaman yang berwarna, dalam seminggu ada 3-4 tugas yang harus dicetak. Belum lagi persiapan UTS/UAS. Apalagi nanti ketika Ceuceu sudah masuk SMA atau kuliah. Perlu 100, 200 bahkan mungkin sampai puluhan ribu halaman yang dicetak.

Oh jangan lupa, masih ada bagian skripsi yang harus revisi. Di mana kita hanya bisa menatap nanar lembaran skripsi yang dicoret-coret pembimbing. Padahal saat mencetak lembaran skripsi itu penuh dengan perjuangan, begadang menahan kantuk karena takut printernya tiba-tiba macet, paper jam, atau tinta bocor. Dan juga pengorbanan sampai rela makan di warung padang minta kuahnya saja yang banyak hihi

Ada pengorbanan di setiap lembar skripsi (Sumber gambar : Brilio)

Tapi kan sudah punya printer sendiri di rumah? Harusnya gak semahal itu donk biayanya? Ya, makanya sekarang kita hitung berapa CPP nya. Oh, ya… printernya sendiri seharga 800 ribuan (sssstttt… ini printer kedua yang saya beli selama setahun kemarin)

Tips nya untuk mengetahui CPP lihat pada kartrid, tinta, toner atau spesifikasi di webnya. Misal saja, untuk kartrid pada printer yang ada di rumah saya, harganya  Rp. 197.000 dengan daya cetak hingga 300 halaman.

Biaya kertas dengan kualitas bagus, biasanya sekitar Rp. 30.000 untuk 1 RIM (500 halaman). Nah jadi berapa biaya CPP nya? Rumusnya sederhana saja, yaitu

Rp. 197.000 : 300 halaman = Rp. 656.67,-
Rp. 30.000 : 500 halaman = Rp. 60,-
Total Biayanya Rp. 716.67,-

Sip… sudah tahu perhitungannya ya?

Kalau tintanya hanya tahan sampai 300 halaman, bagaimana donk? Solusinya ya tintanya diisi ulang. Tapi ternyata kartrid printer di rumah ini gak bisa diisi ulang. Sampai-sampai saya buka Youtube demi mencari DIY isi ulang kartrid yang saya miliki. Susaaahhh, boook.. kartridnya sampai harus dibolongi pakai solder hahaha. Padahal bagian yang harus dibolongi itu keras dan tebal. Repot lah. Kalaupun sukses membolongi kartrid, saya gak yakin kalau nanti hasil cetaknya bakal mulus.

Apalagi kalau ternyata tinta yang saya beli adalah tinta palsu seperti yang pernah dialami teman saya

Akhirnya saya memutuskan untuk mengganti kartrid original dengan sistem infus. Seharusnya sih jadi lebih murah. Karena warnet-warnet juga memakai sistem refill/infus yang tentu saja memang lebih murah.

Mamah-mamah mana sih kalau gak suka sama yang lebih murah? Hihihi…

Tapi yakin nih lebih hemat pakai infus/refill dibanding pakai kartrid original?

Hitung-hitungan infus/refill kurang lebih seperti ini :

Harga Tinta Infus : Rp. 40.000,-
Daya cetak : 2000 lembar
Biaya cetaknya : Rp. 20,-
Biaya kertas : Rp. 60,-
Total : Rp. 20 + Rp. 60= Rp. 80

Harga refill toner : Rp. 125.000,-
Daya cetak : 2000 lembar
Biaya cetak : Rp. 62.5,-
Total : Rp. 62,5 + Rp. 60= Rp. 122,5

Murah? Iya. Sangat murah.

Tapi jangan lupa, printer yang menggunakan sistem refill/infus harus selalu dirawat. Untuk printer tinta harus rutin dicek nozzlenya dengan cara dicleaning. Printer tinta juga harus sering dipakai agar tidak cepat kering print headnya.

Owh segitu mah gampang!

Yakin gampang? Karena saya pernah mengalami printer infus yang sudah berkali-kali dicleaning sampai deep cleaning, tapi hasil cek nozzlenya tetap saja tidak memuaskan. Kalau hasil cek nozzlenya saja tidak memuaskan, apalagi kalau dipakai mencetak.

Padahal ini sudah pakai mode High Quality

Usut punya usut, ternyata printernya masuk angin!

Wah? Printer bisa masuk angin? Iya, bisa. Ini buktinya…

Duh, ternyata lumayan banyak ya masalahnya. Tapi cuma sampai situ saja kan?

Eh, belum… masih ada drama yang harus dilalui saat mengisi ulang tinta yang sudah hampir habis atau bahkan tinta yang tiba-tiba bocor dan serius membuat saya emosi jiwa.

Gimana gak stress kalau tadinya dokumen hanya tinggal cetak dan seharusnya sih baik-baik saja, saya tinggal dulu untuk mengerjakan hal yang lain, namun tiba-tiba saya dapati tinta beloboran di kertas.

Pas ngisi tinta pun gak kalah seru dramanya, malah tintanya sampai memenuhi lantai.

Gak heran kalau selama pakai sistem infus, pemandangan tangan seperti ini jadi biasa. Sampai-sampai tukang parkir di pasar mengira saya buka bengkel ahahaha

tinta bocor

Dari pengalaman ganti printer berkali-kali dengan sistem refill/infus, saya juga akhirnya sadar kalau printer-printer ini gak ada yang awet alias cepat rusak. Bahkan dalam setahun kemarin, saya sampai harus membeli dua printer.

Terus, ada gak sih printer handal yang benar-benar bisa diandalkan di saat-saat genting seperti mengerjakan tugas sekolah atau persiapan menghadapi ujian, tidak mudah rusak, dan tentu saja…. perhitungan total biaya selama masa operasionalnya murah?

Ada. Inkjet Printer terbaru Brother jawabannya.

Seri printer Brother terbaru terdiri dari 5 model Inkjet Multi-Function Center yang mencakup DCP-T310, DCP-T510, DCP-T710W, MFC-T810W dan MFC-T910DW.

Model Print Scan Copy Fax Wifi Ethernet Duplex Jenis
DCP-T310 Inktank Inkjet
DCP-T510W Inktank Inkjet
DCP-T710W Inktank Inkjet
MFC-T810W Colour Laser
MFC-910DW Colour Laser

Harganya bagaimana? Harga printer Brother terbaru ini sekitar  Rp 2 s/d Rp 5 jutaan. Relatif mahal? Dibanding printer pabrikan lain sih… iya, mahal. Tapi harga tintanya (yang tentu saja ORI) hanya sekitar Rp 90.000-an.

Bagaimana dengan kapasitas cetaknya? Lebih dari 6.500 halaman!

Rp. 95.000 : 300 halaman = Rp. 316.67,-
Rp. 30.000 : 500 halaman = Rp. 60,-
Total Biayanya Rp. 376.67,-,-

Jika dibandingkan dengan printer 800 ribuan yang harus ganti kartrid berkali-kali untuk mencapai angka 6.500 halaman, atau dengan sistem infus yang menguras emosi, kisaran harga 2 s/d 5 juta jadi relatif murah.

Namun ada yang lebih penting dari harga. Apalagi kalau bukan ketenangan dan hilangnya rasa cemas yang selalu menghantui tiap kali menghadapi proses pencetakan. Itu sih jelas PRICELESS

Ditambah lagi printer Brother ini memiliki banyak keunggulan.

Memangnya apa saja sih keunggulan Printer Brother itu?

Banyaaaak! Dijelasin satu-satu deh ya biar puas.

Cetak Dokumen Secepat Kilat

Printer terbaru Brother memiliki kecepatan cetak dokumen hingga 12/10ipm^. Artinya, printer Brother mampu mencetak 12 halaman monokrom atau 10 halaman berwarna setiap 1 menit!

Kalau selama ini teman-teman sering mendengar standar ppm (page per minute), ipm adalah image per minute. Untuk membandingkan kecepatan cetak antara dua printer yang berbeda, yang bisa dijadikan acuan adalah ipm yang merupakan kecepatan dengan standar ISO/IEC 24734.

Bayangkan berapa banyak waktu yang bisa dihemat saat kita harus mencetak banyak dokumen. Apalagi jika sedang terburu-buru karena semalam ketiduran dan bangun malah kesiangan, padahal tugas masih belum selesai dicetak haha

Refill Mudah Tanpa Tumpah-tumpah

Semua model menggunakan tinta hitam BTD-60BK dan tinta warna BT-5000C/M/Y.

Sistem refill tinta Brother dilengkapi dengan tutup transparan sehingga level tinta inktank dapat dicek dengan mudah. Jadi gak perlu takut tinta kehabisan di tengah jalan. Kalau sudah tinggal seperempat, tinggal isi ulang tintanya.

Asyiknya nih, printer Brother dirancang khusus untuk meminimalisir resiko tumpah dan bocor seperti yang sering saya alami. Tinggal buka tutupnya, dan tuang tintanya tanpa perlu takut tangan terkena tetesan tinta. Semudah itu.

Irit Tanpa Membuat Dompet Tercekik 

Sudah tahu cara menghitung biaya cetak seperti yang saya contohkan di atas kan?

Nah, biaya cetak per halaman pada printer Brother bisa dikurangi dengan tinta ultra high-yield dari Brother. Ingat, bukan ultra feng ya hihi

Sistem refill tintanya mudah dan dapat mencetak hingga 6500* halaman hitam-putih dan 5000* halaman berwarna.

Selain itu pada model printer tertentu, kita juga bisa ikut menyelamatkan lingkungan dengan menggunakan fitur cetak 2 sisi otomatis yang bisa menghemat penggunaan kertas hingga 50%! Jadi selain hemat biaya pembelian tinta juga akan hemat waktu dan biaya pembelian kertas.

Cetak Mudah Dari Mana Saja

Pernah gak mengalami sedikit kerepotan saat harus mencetak file yang ada di flash disk tapi berhubung sudah agak uzur, laptopnya malah loading lama banget?

Atau  seperti yang sering Ceuceu lakukan ketika malam-malam temannya bilang di whatsapp, “Ceu, tolong print-in tugas IPA donk… ini filenya” (disusul dengan lampiran dokumen)

Ceuceu kemudian memforward dokumennya ke whatsapp saya, buka laptop, unduh dokumen dan mencetak tugas milik temannya.

Geregetan ya? Lama dan panjang gitu prosesnya. Padahal harusnya bisa lebih ringkas.

Nah, salah satu keunggulan dari produk Inkjet Printer terbaru Brother ini adalah dapat mencetak langsung dari device melalui Wifi Direct dan dioperasikan tanpa menggunakan PC/Laptop melalui ketersediaan Direct USB.

Melalui fitur ini, pengguna dapat melakukan pencetakan dokumen dan gambar langsung dari flashdrive melalui port USB yang sudah disediakan printer.

Pengguna juga dapat melakukan scan langsung ke flashdrive tanpa perlu menggunakan PC ataupun laptop dengan format output yang diinginkan (Jpeg, PDF Single Page, dan PDF Multipage).

Solusi Cepat Jika Terjadi Error

Printer tiba-tiba eror? Salah satu lampu indikatornya kedip-kedip? Atau ada beberapa lampu yang kedip-kedip silih berganti? Bingung donk kenapa? Mesti googling dulu cari tahu kenapa dan apa solusinya.

Nah, di printer Brother ada layar display yang menunjukkan kesalahan apa yang terjadi pada printer. Jadi kita juga bisa cepat menemukan solusinya.

Produktivitas Berlipat Ganda

Printer Brother dilengkapi dengan fitur layar LCD 1,8 inch* dan keypad untuk navigasi menu secara cepatdan mudah digunakan. Cetak dokumen atau scan langsung ke USB juga dapat dilakukan tanpa perlu terhubung dengan PC.

Bekerja Secara Efisien

Printer Brother bisa mengerjakan pencetakan variatif dengan paper tray yang muat hingga 150 lembar kertas dan dapat disesuaikan untuk berbagai ukuran kertas. Selain itu, mesin Brother juga dilengkapi dengan Auto Document Feeder* sehinga kita dapat melakukan scan, copy maupun fax hingga 20 lembar halaman secara otomatis. Ditambah lagi dengan multipurpose tray* yang dapat memuat hingga 80 lembar kertas dengan gramasi variatif!
Khusus tipe MFC-T910DW, printer ini sudah dilengkapi dengan sistem Duplex Printing sehingga pengguna dapat melakukan print bolak balik langsung dari komputer tanpa harus secara manual mencetak satu sisi, lalu membalik kertas

Kualitas Cetak Lebih Tajam

Seluruh printer Brother terbaru mampu mencetak hingga 6.500 lembar dan mampu menghasilkan kualitas gambar sampai 1200×6000 dpi dengan ukuran droplet sebesar 1,5 ticoliter (printer standar sebesar 4 ticoliter).

Melihat keunggulan printer Brother di atas, rasanya memang pantas kalau PT. Brother International Sales Indonesia (Brother Indonesia) yang berdiri sejak 23 September 2008 dan merupakan perwakilan dari Brother untuk wilayah Indonesia ini memiliki sloganBrother, at your side“.

Sama seperti kakak saya yang selalu bisa diandalkan saat saya membutuhkan perlindungan, begitu juga dengan Brother.

Hmmmm… sepertinya asyik ya kalau misalnya saya bisa memiliki salah satu dari printer Brother keluaran terbaru ini? Yang terbayang sih, tugas-tugas yang harus dicetak Ceuceu maupun Teteh bisa lebih cepat selesai dan lebih hemat tanpa harus menghambur-hamburkan kertas, acara belajar bersama di rumah juga pastinya makin seru dan berjalan dengan tenang tanpa ada teror dari printer yang eror.

Terus, terbayang kalau misalnya bukan cuma saya dan anak-anak saja yang belajar bersama di rumah, melainkan juga ada teman-teman lain di daerah yang tidak terjangkau oleh bimbel memiliki inisiatif yang sama. Karena biasanya les tambahan atau bimbel ini ada di pusat kota.

Tiap seminggu sekali bahas materi, sesekali evaluasi seperti Try Out. Bisa jadi program di tiap Kelurahan atau Kecamatan mungkin? Tenang, ini bukan bahan materi kampanye jadi calon Kades koq hihi

Toh berdasarkan pengalaman dan hitung-hitungan di atas, CPP printer Brother ini murah, bisa diandalkan dan yang paling penting tidak mudah rusak. Ssssttt… saking handalnya, cuma Brother yang berani memberikan garansi printer selama 3 tahun! (Sumber: https://news.idntimes.com/indonesia/yogie/cuma-brother-yang-berani-kasih-garansi-printer-3-tahun)

Lokasi layanan servis resminya juga tersebar di beberapa daerah di Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua.

Doain sampai rejekinya di sana ya!

*Sumber Foto: Dokumen Pribadi & Brother Indonesia

Catatan : Tulisan ini diikutsertakan pada Blog Competition Brother dengan tema Coloring Indonesia with Smart Printers 

59 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.