Cara Pintar Menghemat BBM Pada Mobil Anda

Mobil menjadi transportasi utama guna menunjang aktivitas sehari-hari. Di perkotaan saja, jumlah pengguna mobil sudah sangat membludak dan seringkali menimbulkan kemacetan. Meskipun menjadi masalah lalu lintas nomor satu, tetapi nyatanya jumlah mobil di ibukota tak bisa begitu saja ditekan. Dari waktu ke waktu jumlah mobil kian bertambah, walaupun telah disiasati oleh beragam cara, termasuk rekayasa lalu lintas. Kemacetan sendiri bukan hanya membuang waktu sia-sia, tetapi meningkatkan penggunaan BBM. Tanpa disadari, seringkali bahan bakar berkurang secara percuma selama menanti macet terurai.

Menghemat penggunaan BBM paling mudah pastinya dengan membatasi penggunaan mobil itu sendiri. Sayangnya hal tersebut tak dapat dilakukan oleh mereka yang bekerja, sebab mobilitas yang cukup tinggi. Sebagai cara mengantisipasinya, mau tak mau pengendara harus pintar-pintar memperhatikan cara mengemudi mobil, yakni:

  • Mengemudi dengan pelan

hemat bbm

 

Jangan terlalu terbawa hasrat untuk mengebut di jalanan, karena hanya akan meningkatkan pengunaan BBM pada mobil. Mobil yang melaju dengan kencang membutuhkan sekitar 33% BBM lebih tinggi daripada penggunaan normal. Begitu pula saat menambah kecepatan di jalanan, Anda dapat melakukannya secara bertahap. Hindari peningkatan kecepatan secara tiba-tiba, sebab akan menambah beban pada mesin mobil. Mesin harus bekerja lebih keras untuk melawan kinerja angin agar mobil tetap dapat melaju. Oleh karena itu, aturlah kecepatan sebaik mungkin untuk menekan penggunaan BBM pada mobil.

  • Bijak menggunakan AC

hemat bbm

Untuk mobil baru, disarankan tetap menyalakan AC dalam kondisi macet. AC di mobil baru tidak 100% berpengaruh pada kinerja mesin, sehingga Anda tetap dianjurkan menyalakannya. Tetapi untuk mobil yang terbilang lebih lama, sebaiknya matikan AC saat Anda terjebak macet. Jangan pula mencoba membuka jendela ketika AC menyala. Penggunaan AC sendiri dapat memperberat kinerja mesin, terutama penggunaan BBM. Saat jendela terbuka, kompresor harus bekerja ekstra untuk menekan tekanan udara supaya mobil tetap bisa berjalan.

  • Matikan mesin mobil saat berhenti

hemat bbm

Tanpa kita sadari, seringkali kita membiarkan mobil dalam kondisi menyala saat ditinggalkan. Mungkin niatnya hanya pergi sebentar, tetapi malah berujung pada pemborosan bahan bakar. Biasakan untuk mematikan mesin mobil jika Anda berhenti atau meninggalkannya lebih dari 1 menit. Tak lama untuk memanaskan mobil saat digunakan kembali, hanya butuh beberapa menit saja untuk melanjutkan perjalanan.

  • Gunakan alternatif kendaraan

Jarak tempuh yang tidak begitu jauh sebaiknya tidak menggunakan mobil sebagai alat transportasi. Setidaknya mobil membutuhkan jarak sekitar 5 km untuk benar-benar panas. Catalytic converter yang bekerja menekan polusi dari emisi gas baru mulai berfungsi ketika mesin panas. Di jarak tersebutlah sebenarnya mesin benar-benar dalam puncak terpanasnya dan bisa Anda kendarai untuk beraktivitas sehari-hari.

 

Add a Comment

Your email address will not be published.