Gapai Resolusi Sehat Bersama #DiskonMengguncangSemesta Lazada

In, kumaha ngojek teh???, sebuah pesan dari Nene melalui Whatsapp yang sampai sejak jam 8 pagi tidak sempat saya balas meski maghrib sudah menjelang.

Bukan, bukan karena sibuk ngojek atau sibuk mengerjakan PR. Sedari malam, setelah saya selesai memasukkan motor ke rumah dan memastikan semua pintu keluar sudah terkunci, saya minta izin ke suami dan anak-anak untuk tidur lebih cepat. Pundak saya terasa kaku dan sangat berat. Tak hanya itu, kalau biasanya saya migrain atau sakit kepala, malam itu saya merasa puyeng. Sampai tiba waktunya melaksanakan tugas negara alias ngojek di pagi hari, saya tidak kuasa membuka mata.

Alhasil tugas ngojek pagi itu pun saya serahkan ke suami yang kebetulan belum berangkat ke kantor.

Menjelang siang, pundak makin terasa berat. Kepala juga semakin puyeng. Dunia terasa berputar tidak karuan. Puncaknya, saya pun muntah-muntah. Astaghfirullah…

Masih dengan pundak yang terasa berat, saya tertatih-tatih menuju apotek untuk membeli obat sekalian menjemput Ade yang sudah waktunya pulang sekolah. Kebetulan pula, stok obat migrain di rumah sudah habis. Terpaksa jalan kaki, karena kalau pakai motor takutnya puyeng di tengah jalan. Bahaya kan…

Koq bukan ke dokter? Duh… ke tempat praktek dokter di dekat rumah, dokternya belum tentu ada. Maklum, namanya juga di desa. Pagi sampai sore, dokternya ada di Puskesmas. Kalau jalan ke Puskesmas, bisa-bisa pingsan beneran haha. Mau minta diantar, diantar siapa? Ojek online? Di sini yang jadi ojek online ya saya sendiri haha

Sambil jalan saya pun mengingat-ngingat, apa sih yang membuat saya kepayahan seperti ini?

Dugaan pun mengarah kepada setengah kepala durian yang saya habiskan malam sebelumnya. Durian seharga 40 ribu rupiah yang rasanya luar biasa nikmat.Koq murah? Maklum, panen pertama… belum mahal-mahal amat. Yang punya kebonnya juga tetangga hehe… Daging duriannya berwarna kuning, manis dan terasa lembut di lidah. Bijinya kecil-kecil. Satu baris durian terisi 5-6 daging yang montok-montok. Pokoknya mah durian yang harganya 40 ribuan itu juara rasanya.

Anak-anak hanya sanggup makan masing-masing satu biji durian. Maklum, musim durian kemarin cium baunya saja anak-anak sudah mabok. Sisanya, saya dan suami yang menghabiskan.

Sayangnya, setelah menghabiskan setengah kepala durian itu, saya pun merasa puyeng sampai akhirnya pamit tidur lebih cepat.

Ketika saya menanyakan obat puyeng ke Ibu Haji pemilik apotek, sambil memperhatikan muka saya yang nampak layu, Ibu Haji menanyakan, sebelumnya saya makan apa?

Saya pun menjawab.. durian hehe.

Biar gak salah beli obat, Ibu Haji menyarankan agar saya sekalian cek gula dan kolesterol dengan alat tes gula dan kolesterol yang tersedia di apotek. Ibu Haji bilang, sebelumnya ada tetangga yang juga habis makan durian dan terpaksa diangkut ke UGD karena gula darah yang terlalu tinggi.

Astaghfirullah. Saya memang tidak memiliki riwayat gula darah tinggi. Tapi bibi, uwa dan juga buyut saya memiliki riwayat gula darah tinggi bahkan sampai kritis dan meninggal karenanya. Jelas saya jadi takut.

Tapi setelah dites dengan alat tes gula darah dan kolesterol di apotek, gula darah saya normal. Alhamdulillah.

Hanya saja, kadar kolesterol sampai di angka 254. Innalillahi… pantas saja pundak terasa berat.

Tapi kan sebenarnya durian tidak menyebabkan kolesterol? Lantas apa penyebabnya?

Saya pun kembali mengingat-ingat apa saja yang saya makan sehari sebelumnya. Ah yaaa… selain durian, kemarin saya juga berhadapan dengan tamusu alias usus sapi, makanan kegemaran yang rasanya sulit ditolak jika terhidang di depan mata. Asam urat? Aaaahh… sudah biasa. Paling cuma sebentar. Begitu pikir saya tiap kali perang batin saat akan menyantap tamusu.

tamusu

Aduuuhhh… maafkan saya ya durian, sudah berburuk sangka menuduh kamulah penyebab saya mengalami jackpot ahaha…

durian

Sebenarnya ini hanyalah puncak dari gejala kolesterol yang sudah lama saya rasakan. Mulai dari mual-mual, nyeri leher, kesemutan, seringkali merasa kesulitan bernafas, sampai tiba-tiba saja badan terasa lemas padahal sudah full tank alias sudah sarapan sepiring penuh. Kalau sudah terasa tanda-tanda seperti itu, bawaannya bukan takut kolesterol… tapi koq malah curiga hamil ya? Haha…

Penyebabnya? Gak salah lagi, asupan makanan yang kurang terkontrol. Mulai dari jajanan di luar, gorengan baik itu yang dibeli sambil nongkrong di kantin nungguin Ade keluar kelas atau goreng sendiri, sampai masakan lain yang saya masak sendiri. Boleh dibilang, semuanya jadi biang kolesterol.

Puncaknya ya itu tadi… berat membuka mata, puyeng, sampai dapat jackpot.

Ibu Haji pun membekali saya dengan satu strip Simvastatin 10mg dan Amlodipine 5g. Koq dikasih Amlodipine? Soalnya tekanan darah saya pas dicek Ibu Haji, ada di 137/100. Biasanya di PMI paling tinggi 120/90. Itu pun dengan kondisi badan yang lelah seharian.

Mau gak mau ya obatnya dibeli juga. Lumayan… untuk satu paket pemeriksaan (gula darah, kolesterol, dan tekanan darah) saya harus membayar 50 ribu. Sementara 2 jenis obat 23 ribu. Sambil ngebatin… ini sih obat-obat yang biasa diminum Abah sama Nene.

obat kolesterol dan hipertensi

Ya, Abah dan Nene juga sama seperti saya, punya tekanan darah dan kolesterol yang tinggi.

Kalau kata Abah sih, wajar di usia sekarang Abah menderita kolesterol tinggi. Soalnya waktu Abah muda, makannya juga sagala bres. Mirip sekali dengan saya yang berprinsip, yang penting enak. Kesukaan Abah pun persis seperti saya, tamusu.

Ketika dalam masa pemulihan setelah serangan jantung dan stroke yang pertama, kecuali berhenti dan menjauhi rokok, Abah masih membandel dengan makan yang enak-enak. Karena tadinya kami memang berpikiran bahwa stroke pertama yang menyerang Abah adalah rokok. Akibatnya, serangan stroke yang kedua pun terjadi karena tanpa disadari kadar kolesterol naik, sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Nah, saya gak mau donk kalau sampai kolesterol yang tinggi ini sampai berakibat yang lebih buruk daripada hanya sekedar jackpot. Udah ah, cukup sampai jackpot saja ah… gak mau macem-macem lagi.

Abah dan Nene juga sekarang sudah mulai mengontrol asupan makanannya sendiri. Soalnya kalau bukan kita sendiri yang kontrol, ya mau siapa lagi?

Screenshot_20171208-122955_1

Maka yang menempati urutan pertama wishlist saya di akhir tahun ini adalah… SEHAT! Yang sederhana dulu saja deh. Karena kalau sakit pun, keinginan yang lain akan sulit tercapai.

Abah dan Nene sih rutin periksa laboratorium tiap 6 bulan sekali sesuai anjuran dokter. Sambil menunggu jadwal periksa laboratorium, biasanya Abah dan Nene juga rutin periksa di apotek terdekat yang menyediakan pemeriksaan kadar kolesterol dan gula dengan menggunakan alat persis seperti yang tersedia di apoteknya Ibu Haji.

Apoteknya lumayan jauh dan Abah kesulitan jalan jauh karena stroke di sebelah kanannya yang masih belum pulih. Apalagi Nene juga menderita syaraf terjepit. Biasanya sih pakai becak… itu pun mau naik becaknya repot. Meski begitu, Abah dan Nene tetap rutin periksa. Biar lebih terkontrol saja katanya.

Nah, setelah minum Simvastatin dan Amlodipine selama 3 hari, keesokan harinya saya balik lagi ke apotek, buat periksa ulang kadar kolesterol, tekanan darah, plus sekalian gula juga deh.

Alhamdulillah… sudah berada di kisaran angka normal. Boleh nih makan tamusu lagi hahaha

Karena saya sudah terindikasi punya kolesterol tinggi, tekanan darah juga berpotensi tinggi apalagi seiring bertambahnya usia, saya jadi pengen deh punya alat kesehatan seperti yang disediakan di apotek.

Jadi saya bisa lebih mengontrol kesehatan secara mandiri. Bisa sih ke apotek.. tapi ya itu tadi. Lumayan kan sepaket pemeriksaan 50 ribu. Bayangkan kalau sering-sering diperiksa ke apotek… kan bisa bangkrut kan… hihi.

Kalau punya alat kesehatan mandiri seperti ini, saya juga bisa membantu Abah dan Nene mengontrol kadar kolesterol, gula dan tekanan darah secara rutin tiap kali saya berkunjung ke Antapani. Jadi Abah dan Nene tidak perlu susah payah naik becak lagi.

Penasaran, saya pun mulai mencari alat kesehatan mandiri di Lazada. Mulai dari alat pengukur tekanan darah, sampai alat cek kolesterol dan gula.

SS 2017-12-08 at 2.03.50 PM

Belanjanya di Lazada saja deh. Mumpung bakal ada #DiskonMengguncangSemesta harbolnas nanti haha

Kenapa harus belanja #DiskonMengguncangSemesta di Lazada?

Karena… tiga tahun yang lalu saya beli vacuum cleaner memanfaatkan Harbolnas di Lazada dan masih awet sampai sekarang. Ah… kayak gitu doank sih gampang. Di tempat lain barang yang awet bertahun-tahun juga ada.

Oh, iya. Ada. Tapi tidak semua seperti Lazada.

Ceritanya vacuum cleaner yang saya beli saat itu mengalami kerusakan saat pengiriman. Sedih donk. Belum juga dipakai, sudah rusak lagi. Saya pun segera mengajukan complain ke Lazada dan ditanggapi dengan baik. Alhamdulillah, vacuum cleaner yang rusak saat pengiriman itu akhirnya bisa ditukar dengan barang yang baru.

LAZADA sendiri merupakan salah satu pusat pembelanjaan online terbesar di Indonesia. Ada berbagai macam jenis produk mulai dari alat-alat elektronik, buku, mainan anak dan perlengkapan bayi, alat kesehatan, produk kecantikan, peralatan rumah tangga, sampai perlengkapan traveling dan olah raga dan lain-lain.

Nah, kalau teman-teman sekarang mengenal adanya Harbolnas setiap 11.11 dan 12.12, boleh dibilang Lazada inilah pionir lahirnya Harbolnas yang teman-teman tunggu setiap akhir tahun itu…

Dan ini nih yang paling penting. Kalau di tempat lain Harbolnasnya cuma sampai tanggal 12, di Lazada mah sampai tanggal 14 Desember… Pokoknya 3 hari kalap belanja deh!

Untitled

Ya siapa tahu gitu invoice cair di tanggal 12 jam 23.59… Pedih banget kan kalau sampai kehilangan momen diskon Harbolnas gara-gara invoice yang cair mepet deadline haha

Selain itu, Lazada juga sangat memperhatikan kualitas barang-barang yang mereka tawarkan kepada konsumen. Takut dapet barang KW? Tenang, Lazada membuat label 100% PERLINDUNGAN PEMBELI yang artinya semua yang menyangkut konsumen akan sangat diperhatikan dengan serius.

SS 2017-12-08 at 2.56.08 PM

Kalau misalnya barang yang kita beli dan ternyata ketika dibuka tidak sesuai dengan yang kita harapkan, baik itu karena rusak saat pengiriman seperti yang saya alami, menerima barang yang kw atau pun barangnya berbeda dengan yang ada di gambar, teman-teman bisa bisa mengklik tautan berikut : http://www.lazada.co.id/helpcenter/returns-refunds/#answer-faq-return-ans.

Lazada juga memberikan diskon yang gak tanggung-tanggung. Bahkan sampai mengguncang semesta! Siapa yang tidak terguncang jika dihadapkan pada diskon mulai dari  7%, 22%, 40%, sampai 63% dan bahkan sampai 75%! Tentunya semua diskon tersebut juga tergantung dengan barang yang ditawarkan.

Teman-teman ketinggalan Harbolnas meski sudah dikasih perpanjangan waktu oleh Lazada selama 3 hari buat kalap belanja? Santai… diskon di Lazada gak cuma ada di Harbolnas saja koq.

Jadi, inilah Wishlist saya di Harbolnas nanti…

Yap… itulah wishlist saya di Harbolnas 1212 yang sebentar lagi akan berlangsung. Seperangkat alat kesehatan mandiri. Karena saya yakin dan percaya betul pada pepatah The greatest wealth is health. Sungguh, sehat itu merupakan nikmat yang luar biasa dan Lazada akan mempermudah saya memiliki seperangkat alat kesehatan ini melalui #DiskonMengguncangSemesta.

Kalau kamu???

14 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.