Bahagia di UsiaCantik

By | November 8, 2016

Neng, koq gak kerja? “, tanya seorang ibu sesama macan ternak yang saya temui ketika mengantar anak-anak ke sekolah.

Pertanyaan ibu ini adalah pertanyaan yang ke 11.987 kali. Tentu saja pertanyaan ini berlanjut ke pernyataan yang seringkali menusuk hati. Tak jarang sampai membanding-bandingkan kita dengan orang lain.

Yup, sudah cukup banyak yang menanyakan hal yang sama kepada saya, terutama tetangga. Saya yakin di luar sana, yang terdengar atau pun tidak, ada banyak pertanyaan yang sama. Itu namanya bisik-bisik tetangga.

Hayoooo.. siapa yang sering mendapat pertanyaan seperti itu???? ^_^

Kalau boleh jujur, saya memang sempat mengalami masa-masa minder. Terlebih ketika melihat teman-teman yang memiliki karir sukses. Bahkan saya sempat menutup semua akses dari teman-teman dan kerabat yang ada di dunia nyata maupun di media sosial dan menghilang begitu saja. Alasannya.. apalagi kalau bukan karena takut dan minder.

Takut jadi bahan cemoohan orang. Minder karena saya merasa gagal dan tidak ada apa-apanya dibandingkan teman-teman yang lain. Cuma ibu rumah tangga, bisa apa sih? Bisa punya apa sih?

Sempat terpikir untuk memulai kerja kantoran seperti yang seringkali ditanyakan banyak orang. Tapi nanti deh, kalau anak-anak sudah besar, begitu pikir saya. Keinginan ini pun saya utarakan kepada suami. Pendapat suami adalah, “yakin nanti gak bakal dapat pertanyaan dan pernyataan bernada nyinyir lagi?”

Eh, iya juga sih. Jadi ingat meme yang pernah saya lihat. Meme yang menggambarkan suami istri yang berjalan dengan seekor keledai. Apa pun yang mereka lakukan, di mata orang lain semuanya tetap salah.

Kalau sibuk memikirkan penilaian orang lain, kapan bisa bahagia?”, begitu tanya suami.

Perlahan saya mulai menyadari, kalau bahagia itu bukan tentang memenuhi keinginan orang lain, tapi tentang berdamai dengan hati. Self healing, memaafkan masa lalu, tidak menyesali apa yang sudah terjadi, berusaha memaksimalkan apa yang saya miliki saat ini adalah kunci saya untuk bahagia. Boleh jadi saya telat menyadari ini. Karena saya baru bisa berdamai dengan hati setelah memasuki #usiacantik.

Di usia saya yang sudah 35 tahun ini, melihat perkembangan anak-anak dari waktu ke waktu hampir full 1×24 jam, jelas ini priceless dan saya bahagia bisa menikmati hal-hal yang bisa jadi orang lain gak bisa dapatkan.

Saya mulai membuka diri kembali. Tak hanya di media sosial dan dunia nyata, saya mulai menulis di blog dengan dukungan penuh dari suami dan keluarga.

Sedikit demi sedikit saya mulai memiliki penghasilan dari blog. Tidak mudah memang. Tapi menjalani pelan-pelan apa yang saya senangi, saya bahagia. Dari blog juga saya mendapatkan beberapa penghargaan dan nama saya tertulis di beberapa buku.  Ini membuat saya jauh lebih bersyukur.

10641202_578408525621966_8571475456294574710_n

12274694_764284697034347_2814543182748023619_n

Bangga? Tentu saja. Jika dibandingkan dengan prestasi teman-teman yang lain, ini memang belum seberapa. Tapi saya bersyukur bisa menaklukan ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap diri saya sendiri.

Tetangga tahu? Gak perlu lah. Cukuplah mereka tahu kalau saya hanya ibu rumah tangga yang kerjaannya antar anak kesana kemari tapi bisa jajan tiap hari dari hasil ngeblog wkwkwk.

Menjadi seorang blogger, membuat saya tertarik untuk mengikuti beberapa acara offline. Tentu saja untuk bertemu teman-teman yang selama ini hanya bertegur sapa lewat komen di blog dan juga melalui media sosial. Ternyata bertemu teman-teman blogger ini membuat saya kembali sedikit minder. Nah lho!

Bagaimana tidak, seiring pertambahan usia, kulit saya mulai menampakan tanda-tanda penuaan dini. Saya memang termasuk cuek dengan urusan perawatan kulit. Sampai akhirnya saya bercermin dan menemukan beberapa bintik hitam yang mulai muncul di area pipi. Komedo di area hidung dan jerawat yang masih sering muncul jadi masalah tambahan buat saya. Belum lagi beberapa garis yang mulai terlihat di  sekitar mata. Sementara teman-teman blogger terlihat kinclong. Adududuhhh….

Iya sih, saya gak perlu memusingkan penilaian orang lain. Tapi merawat kulit tentunya bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri.

Sempat juga tergoda untuk melakukan perawatan kulit instant, terlebih ketika ibu-ibu sesama macan ternak teman nangkring di TK ramai-ramai mengikuti demo kecantikan yang diselenggarakan atas inisiatif seorang macan ternak. Terus, saya tergoda? Gak ah. Serem. Daripada nanti mukanya makin rusak, mending cari jalan aman saja.

Saya mulai mencari tahu lebih banyak mengenai perawatan kulit, termasuk bertanya ke teman blogger yang nampak tetap kinclong di #usiacantik-nya. Ternyata rahasianya sederhana saja. Teman saya menyebutkan sebuah produk yang cocok untuk kulit Asia, yaitu L’oreal Paris.

Penasaran, saya coba cari tahu lebih jauh mengenai produk terbaru  L’oreal Paris yang cocok untuk perempuan yang sudah memasuki usia cantik. Adalah Revitalift Dermalift dari L’Oreal Paris Skin Expert yang membuat kulit wajah teman yang usianya terpaut 4 tahun lebih tua dari saya malah nampak jauh lebih muda dari saya.

L’oreal Paris Revitalift Dermalift mengandung Centella Asiatica, Pro-Retinol A, dan Dermalift Technology yang mampu mengurangi kerutan sebanyak 27% dan meningkatkan kekencangan sebanyak 35% di 8 zona utama wajah (dahi, di antara alis, kontur mata, kerutan ujung luar mata, pipi, garis senyum, rahang, serta leher).

Nah, ini nih yang saya perlukan. Di saat kulit mulai mengendur, kerutan mulai muncul, dan bintik hitam mulai menampakkan diri, saya memerlukan produk yang mampu menunda penuaan dini seperti L’oreal Paris Revitalift Dermalift.

Rangkaian perawatan kulit wajah dari L’oreal Paris Revitalift Dermalift terdiri atas cleansing foam, night cream, dan daycream.

Revitalift Dermalift L’Oreal Paris Skin Expert

Saya memakai Cleansing foam untuk membersihkan kulit wajah dari kotoran yang menyumbat pori-pori. Di pagi hari, sebelum beraktivitas keluar saya memakai daycream untuk melindungi kulit wajah dari sinar matahari. Untuk saya yang jarang bersentuhan dengan make-up, daycream L’oreal Paris Revitalift Dermalift ini terasa ringan dan tidak lengket.

Sementara malam, menjelang tidur, saya mencuci muka dengan cleansing foam yang dilanjut dengan night cream untuk melakukan perawatan kulit wajah dari dalam. Kandungan Centella Asiatica dan  Pro-Retinol A pada night cream L’oreal Paris Revitalift Dermalift mampu memperbaiki tekstur kulit dan membuat kulit terasa lebih kenyal dan juga merangsang regenerasi kulit.

Tidak ada kata terlambat untuk mulai memperbaiki diri, termasuk soal perawatan kulit. Kini saya jadi lebih percaya diri dan tidak minder lagi berada di Usia Cantik.

Ah ya… sesederhana itu ternyata. Semoga saya juga bisa tetap bahagia di #UsiaCantik saya, tak hanya di urusan rumah tangga dan menulis di blog, tapi juga bahagia dengan kulit wajah yang terlihat lebih muda dengan #LorealDermalift. Lagipula, siapa sih yang tidak bahagia jika kulit wajah terlihat muda?

Kalau teman-teman tertarik untuk mencoba produk ini, teman-teman bisa dapatkan di http://bit.ly/UsiaCantik.

Ada yang punya cerita tentang #UsiaCantik juga? Ada lombanya nih. Hadiahnya juara lah. Ada mirrorless, smartphone, dan puluhan voucher plus paket L’oreal Paris Revitalift Dermalift. Lombanya terbuka untuk umum, tidak dibatasi usia dan jenis kelamin. Jadi teman-teman bisa cerita tentang teman-teman sendiri atau perempuan di sekitar teman-teman yang sudah masuk usia cantik (usia 35-45 tahun). Info lebih lengkapnya ada di http://bloggerperempuan.com/usiacantik/. Yuk ikutan!

lomba

32 thoughts on “Bahagia di UsiaCantik

  1. Nia Haryanto

    Toss sesama ibu-ibu rempong dengan anak. Hihi.. aku juga gitu. Sering ditanya kenapa begini, kenapa begitu. Dulu sih Baper. Bete. Tapi lama-lama biasa. Apalagi sejak nulis dan ngeblog. Walopun tetangga gak tahu, tapi bikin saya pede. Senang bahagia. Baper yang kedua soal wajah. Alhamdulillah, mulai dirutinin pake L’Oréal. Dan cocok. Semoga nanti bisa kinclong. 😀

  2. kania

    ngeri ya sama perawatan kulit instan itu karena cepet bgt perubahannya tapi kulit merah2, sodara saya pernah pakai soalnya. Mending yang bertahap tp hasilnya seperti revitalift dermalift 🙂

  3. Ida Tahmidah

    Saya dari awal resign ga pernah nanya pendapat ortu krn sdh nikah. Jd gmn suami…tp brlakangan baru tau ternyata blio nyeselin keputusan sy itu …hihi…..jd gmn gitu…

  4. Dewi

    Saya jarang ditanyain sama ibu-ibu di sekolahan, soalnya abis nganter anak langsung pulang. Pas jemputnya juga mojok aja sambil sok sibuk mainan hape wkwkwk *dasar ibu kurang gaul inih :)))

  5. Yulia

    Riin.. wajahmu ternyata mengalihkan duniakuh.. aslinya dirimu emang cantiiik, walau agak pendiem? Beda aja sih liat kenyataan sama di dumay.. keep spirit aja ya.. didoakeun sing sukses lahir batin dan dunia akhirat.. salam buat si ceuceu di rumah 😉

  6. Sandra

    Mba Oriiin, kalau dirimu prestasinya tak seberapa apalagi aku huuhhuhu *craii* Bahagia itu pilihan dan perawatan wajah dengan produk yg tepat pun pilihan 😀 Pilihan aku tentunya ikutan pake Loreal Dermalift Revitalift biar cantik kayak Mba Orin

  7. Liza

    Kita sendirii yang menciptakan kebahagiaan itu ya, teteh. Bukan orang lain. Jadi ayo tetap berbahagia dengan apapun kondisi kita saat ini

  8. cputriarty

    Suka banget dengan istilah teh Orin macan ternak*mamah cantik anter anak.
    Tanty juga ngerasa demikian super super minder banget dulu.
    Tapi patut diacungi jempol nih mbk Orin tetep cantik bgt dan punya sederet prestasi-prestasi luar biasa

  9. Keke Naima

    Kalau saya, minder sih enggak. Cuma memang pernah kesal aja ketika baru-baru resign trus banyak yang nanya ngapain di rumah? Enakan juga kerja. Lagian sekolah tinggi-tinggi kok cuma di rumah. Ya, gitulah. Tpai, setuju banget. Kalau cuma mikirin orang gak akan ada habisnya

  10. Astrid

    Wahaha.. buat aku mah jadi ibu rumah tangga itu adalah ‘dream job’ setelah bertahun-tahun kerja kantoran :D… btw tulisannya keren n menyentuh hati. Gutlak lombanya yaa..mudah-mudahan menang.. aamiinn

  11. ratrichibi

    mau nanya, itu day cream nya buat kulit berminyak cucok gak ya? Ga ada yg lotion aja gt?
    – kokom di cidadap

  12. Irawati Hamid

    ckckck, orang memang akan selalu mencari cara bagaimana mencari kelemahan kita. apapun yang kita lakukan adaaa aja salahnya di mata mereka 🙁

    lalu kapan kita bahagia bila harus memenuhi keinginan mereka?

  13. inda chakim

    smpai saat ini mak, aku sering ditanyain bgitu ? dan skrg pertanyaannya makin ho oh, mbk kn nggak kerja ? trs buat apa skolah lg skrg ?,
    jedieerrr,
    jd akunstuju bgd sm suami mbk, kpn mau bahagia, kpn mau tenang kalok omongan org dipikirin, malah nggak bahagia, malah ngundang hal2 negatif, drpd mikirin omongan og kn ya mbk, mending wktu yg ada dipakek bwt merawatdiri, slh satunya pakek loreal ini, kece emang ya mbk

  14. Susindra

    Iya, Mbak, kapan bahagia jika sibuk memikirkan nyinyiran orang lain… hehehe….

    Alhamdulillah Mbak Orin sudah move on, karier ngeblognya makin bersinar, karyanya makin banyak dan diakui. Saya yakin, jika tetangga/teman tahu, pasti iri.

Leave a Reply