Sakura Filter Kabin, Pilihan Terbaik Berkendara Sehat dan Nyaman

Teteh mah gak mau ikut!”, rajuk Teteh sambil terus berdiri di teras rumah. Padahal mobil sudah dinyalakan dan siap berangkat.

Duh, gimana atuh ini teh. Kalau Teteh gak ikut, siapa yang jaga Teteh di rumah? Batal berangkat juga gak mungkin. Soalnya Ceuceu dan Ade semangat sekali, malah sudah duduk manis di jok tengah lengkap dengan bantal masing-masing. Barang-barang juga sudah dimasukkan bagasi.

Sebenarnya bukan untuk pergi jauh sih, hanya jalan-jalan ke kota di akhir pekan. Tapi mau jauh atau dekat, Teteh seringkali menolak ikut pergi pakai mobil. Alasan Teteh, mobilnya bau. Karena bau ini, Teteh juga sering mabuk perjalanan.

Teteh manyun…

Sementara menurut saya dan suami, kondisi di dalam mobil baik-baik saja. Hanya saja kadang memang terasa kurang sejuk meski AC sudah dinyalakan maksimal.

Freonnya sudah habis mungkin? Duh, ini freon baru sebulan kemarin diisi, masa sudah habis lagi?

Demi membuat Teteh betah berlama-lama di mobil, akhirnya suami terpaksa mengijinkan saya menurunkan kaca jendela. Padahal di sepanjang jalan yang kami lalui, banyak truk yang sering mengeluarkan asap hitam pekat. Sekarang giliran suami yang manyun tentu saja. Karena kaca jendela dibuka, berarti mengijinkan debu dari luar masuk dan membuat plafon mobil jadi kotor.

Plafon kotor
Plafon kotor, Sumber : AutoBild

Kalau sudah kotor begini, membersihkannya lumayan menguras kantong. Kalau mau dibersihkan sendiri, perlu waktu dan tenaga yang ekstra.

Catatan: berdasarkan pengalaman, kebersihan kabin mobil termasuk plafon, mempengaruhi harga jual mobil bekas.  

Jangankan jendela dalam keadaan terbuka lebar, asap yang keluar dari kendaraan di depan kita ini belum tentu 100% tersaring dengan benar sebelum masuk ke dalam mobil yang kita naiki.

Baiknya, pakai AC atau buka jendela ya?

Emisi Kendaraan
Emisi Kendaraan, Sumber : JPNN

Perkembangan volume lalu lintas di perkotaan Indonesia mencapai 15% pertahun. Transportasi di kota-kota besar merupakan sumber pencemaran udara yang terbesar, di mana 70% pencemaran udara di perkotaan disebabkan oleh aktivitas kendaraan bermotor.

Dari hasil monitoring pencemaran udara ambien yang dilakukan oleh BPLH dan Puslitbang Jalan dan Jembatan di beberapa ruas jalan di Kota Bandung, diperoleh hasil tingkat pencemaran udara disekitar ruas jalan masih dibawah baku mutu yang diperkenankan, kecuali untuk parameter hidrokarbon yang rata-rata setiap tahun sudah melebihi nilai ambang baku mutu yang diperkenankan.

Tabel Rata-rata Tingkat Pencemaran Udara di Ruas Jalan Kota Bandung , Sumber PU
Tabel Rata-rata Tingkat Pencemaran Udara di Ruas Jalan Kota Bandung , Sumber PU

Jika mengacu pada peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 tahun 1999 tentang standar kualitas udara ambien adalah seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini

Standar Baku Mutu Ambient, Sumber PU
Standar Baku Mutu Ambient, Sumber PU

Hidrokarbon merupakan pencemar utama yang dihasilkan oleh emisi kendaraan bermotor. Dampak paparan hidrokarbon terhadap tubuh antara lain menimbulkan efek sistematik, karena meracuni tubuh dengan cara mengikat hemoglobin yang memiliki peran penting bagi oksigenasi jaringan tubuh. Efek lebih lanjut, jika otak kekurangan oksigen dapat menimbulkan kematian. Dalam jumlah kecil dapat menimbulkan gangguan berfikir, gerakan otot, gangguan jantung.

Sementara di Jakarta, paparan polusi udara dari kendaraan juga nilainya mengkhawatirkan.

Laporan kualitas udara Jakarta, Sumber IG Filter.Sakura
Laporan kualitas udara Jakarta, Sumber IG Filter.Sakura

Bayangkan jika kita harus berkendara dari rumah menuju kantor dan sebaliknya, atau untuk aktivitas lain yang mengharuskan kita memakai kendaraan mobil. Di kota-kota besar, penduduknya menghabiskan sebagian besar harinya di jalan, terjebak macet berjam-jam. Mau tidak mau, di tengah polusi kendaraan yang semakin meningkat, memakai AC selama di perjalanan memang jadi pilihan terbaik.

Tapi, benarkah pakai AC itu aman?

Pernah mendengar berita orang yang meninggal karena keracunan AC mobil? Jelas itu bukan salah AC. Hanya saja AC memang memiliki potensi menghisap gas CO dari emisi sisa pembakaran mobil. Penting untuk diingat, jangan menyalakan AC dalam keadaan mobil berhenti.

AC mobil yang bekerja dengan baik tidak akan membuat kinerja mesin mobil menjadi berat. Jadi, konsumsi bahan bakar kendaraan akan lebih efisien dan tingkat emisi gas bisa ditekan.

Selain itu, AC mobil yang dirawat dengan baik juga akan membuat AC berfungsi secara maksimal, tidak membuang banyak energi listrik dan bisa menyaring udara di dalam kabin dengan baik.

Berada dalam kondisi ruangan ber-AC secara terus menerus tentu saja tidak baik. Tapi seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk menghindari paparan polusi dari luar, menghidupkan AC selama di perjalanan merupakan pilihan terbaik. Sesekali kita juga perlu membuka jendela di daerah yang lebih segar udaranya.

Masalahnya, seringkali AC mobil mengalami gangguan seperti yang dialami mobil suami, misal udara yang kurang sejuk dan bau apek yang tercium.

Nah tuh, jadi dilema kan… Kaca jendela mobil dibuka, bukan segar yang didapat, malah seringkali bau asap kendaraan yang terhirup. Kaca jendela ditutup, udara di dalam mobil kurang sejuk dan (menurut Teteh) bau.  Masa iya pakai AC di dalam mobil outfitnya harus seperti ini?

Bagaimana agar AC mobil bisa bekerja dengan baik?

Sebelum mengetahui gangguan apa saja yang bisa dialami AC mobil, sebaiknya kita memahami skema kerja AC mobil terlebih dahulu. Jadi kita tahu, komponen apa saja yang diperlukan agar AC mobil bisa bekerja dengan baik. Berikut skema kerja AC mobil

acmobil
Skema AC Mobil, Sumber Kaskus

Suatu malam, ketika saya dan suami sama-sama sedang mengerjakan PR di depan laptop masing-masing, kami merasa kegerahan. Padahal kipas angin sudah distel ke angka 3, angka yang paling besar. Seharusnya putaran anginnya juga paling kencang. Tapi tidak malam itu. Seolah tidak ada angin yang berhembus dari kipas, sampai-sampai kami banjir keringat. Curiga kipas rusak, saya kemudian menurunkan kipas dari dinding. Ternyata bukan rusak, kipasnya hanya terlalu penuh dengan debu sampai tidak kuat berputar. Ehm, ternyata kipas pun bisa lelah…

Kondisi yang sama juga terjadi pada AC mobil, karena blower AC menghisap udara dari dalam mobil dan kemudian dihembuskan kembali ke dalam kabin. Biasanya blower AC mengambil udara dari bawah dashboard penumpang depan. Terbayang kan kalau kita selesai beraktivitas di luar, debu dan kotoran yang menempel pada sepatu daan juga jamur yang terbentuk karena remah makanan anak-ana yang tercecer, kemudian terhisap oleh blower AC dan selanjutnya berpindah ke paru-paru. Duh!

Selain menimbulkan penyakit, tentu saja ini juga bisa mengganggu kinerja AC. Kalau debu yang menempel di evaporator terlalu banyak, hembusan AC ke dalam kabin menjadi tidak terasa. Akibatnya, udara di dalam mobil tetap terasa panas meski AC sudah diset maksimal.

Agar AC mobil tetap awet dan bekerja dengan baik, ada baiknya mengikuti beberapa tips berikut ini.

Kiat AC Awet

Kenapa harus pakai Filter Kabin?

Agar kinerja AC bisa maksimal, diperlukan filter kabin yang mampu menyaring semua partikel-partikel kecil udara di dalam kabin mobil. Filter kabin atau yang disebut dengan filter blower ini merupakan penyaring debu, umumnya berada di laci kabin.

Dengan filter kabin, debu dapat dicegah agar tidak masuk ke dalam evaporator. Bisa dibayangkan donk bagaimana jadinya kalau AC mobil terus menerus dihidupkan? Kalau mobil tidak memakai filter kabin, debu-debu yang terhisap dari kabin ini akan menempel pada evaporator secara langsung.

Mau tahu seperti apa evaporator yang kotor karena debu? Ini contohnya

Evaporator kotor, Sumber AutoRotaryACMobil
Evaporator kotor, Sumber AutoRotaryACMobil

Terus kalau pakai filter karbon, apa saja keuntungan yang didapat?

Pertama, karena tidak terkontaminasi oleh debu, evaporator akan lebih awet. Jadi, biaya perbaikan mobil pun bisa dihemat. Sirkulasi udara di dalam mobil semakin lancar dan AC mobil juga terhindar dari bau kurang sedap.

Yang paling penting, dengan filter kabin kesehatan penumpang akan lebih terjaga. Karena penumpang di dalam mobil selalu menghirup udara segar yang sudah disaring oleh filter kabin. Filter kabin akan mampu menyerap beberapa partikel kecil seperti polutan, debu, asap rokok, asap kendaraan, serbuk sisa-sisa makanan, sampai virus dan kuman yang tidak terlihat oleh kasat mata.

Sakura Filter Kabin, Pilihan Terbaik Berkendara Sehat dan Nyaman

Dari beberapa testimoni yang saya baca,  salah satu produk filter kabin yang direkomendasikan adalah Filter Sakura. Inovasi terbaru dari Filter sakura adalah Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter yang diluncurkan tanggal 11 Agustus 2016 lalu pada acara Gaikindo Indonesia International Auto Show 2016 (GIIAS 2016) di ICE BSD Tangerang.

Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter di GIIAS 2016
Booth Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter di GIIAS 2016 (dokpri)

Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter dilengkapi oleh tiga lapis layer, yaitu

die line

1. Bio-Guard Layer

Lapisan pertama yang melindungi dari serangan virus, kuman, alergen,  bakteri atau jamur yang akan masuk ke dalam kabin mobil. Bio-Guard Layer ini mampu menghilangkan virus yang sudah ada di dalam mobil sebelum instalasi Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter.

2. Carbon layer

Menghilangkan bau yang kurang sedap dan mengurangi dampak gas berbahaya yang mungkin masuk ke dalam kabin.

3. Protective Layer

Mengurangi partikel mikroskopis dan serbuk penyebab alergi.

Dari pemeriksaan laboratorium uji anti-alergi dengan metode ELISA, diperoleh hasil bahwa 99% bakteri hidup, virus dan jamur menjadi tidak aktif dan tidak tumbuh setelah 24 jam pemasangan filter sakura.SS 2016-08-26 at 11.29.30 PM

Dengan tiga layer ini,  Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter memiliki lima keunggulan yang tidak dimiliki oleh filter kabin lain, yaitu

  1. Memiliki teknologi yang bisa mencegah pertumbuhan virus.
  2. Memiliki inhibit dan mampu menghentikan pembentukan bakteri
  3. Mampu mencegah timbulnya bau tidak sedap pada mobil
  4. Mampu menyaring partikel yang berukuran <2.5 micron, sementara filter lain umumnya hanya bisa menyaring partikel berukuran 10 micron
  5. Pemasangan yang mudah
Keunggulan Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter
Keunggulan Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter

Pemasangan Filter Sakura sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Tidak perlu repot membawa mobil ke bengkel, filter sakura bahkan bisa dipasang sendiri di rumah.

Cara pasang Sakura Filter Kabin pada Avanza/Xenia/Terios/Rush
Cara pasang Sakura Filter Kabin pada Avanza/Xenia/Terios/Rush

Filter sakura juga cukup terjangkau, harganya mulai dari Rp 100.000,- – Rp 300.000,- dan bisa dipesan secara online melalui portal belanja online.

Mengapa memilih Filter Sakura?

Ada banyak alasan kenapa Filter Sakura layak jadi pilihan untuk berkendara yang sehat dan nyaman diantaranya

  1. Sakura Filter didesain dan diproduksi berdasar pada standar SAE, JIS, dan DIN, untuk memenuhi standar efisiensi, masa pakai, getaran, tekanan di mesin dan persyaratan-persyaratan lain yang terkait.
  2. Sakura Filter dan produk-produk ADR Group lainnya, diproduksi sesuai dengan standar mutu internasional ( ISO / TS)
  3. Semua produk telah melalui pengujian berdasarkan ISO/IEC 17025:2005 Standard Laboratorium dan sudah di akreditasi.

Mengenal Sakura Filter

Mendengar kata Sakura, yang terbayang pertama kali adalah Negeri Jepang. Tadinya saya pikir Filter Sakura ini juga diproduksi oleh Jepang. Namun ternyata dugaan saya ini salah, karena Filter sakura diproduksi oleh PT Selamat Sempurna Tbk.

Bernaung di bawah ADR Group of Companies (Divisi Otomotif),PT. Selamat Sempurna, Tbk memegang kendali untuk memproduksi filter. Ada 3 produk yang dihasilkan oleh PT. Selamat Sempurna, Tbk yaitu filter oli, filter udara dan filter kabin (filter AC).

Ada 2 pabrik PT Selamat Sempurna, Tbk yaitu di Jakarta Utara dan di Tangerang, Banten yang memproduksi 3 produk ini.

Beberapa ATPM mobil di Indonesia mempercayakan Sakura sebagai komponen original pabrikan, salah satunya adalah Suzuki.

Dalam bisnis filter, Sakura memberikan solusi untuk berbagai aplikasi lebih dari 6,000 item yang mencakup sektor Otomotif, Komersial, Alat Berat, Armada Laut dan Industri. Sakura Filter memiliki jumlah dan tipe produk filter terbesar di berbagai kebutuhan penyaringan untuk aplikasi Alat Berat dan Komersil yang mencakup aplikasi merek Amerika, Eropa dan Asia.

Pangsa pasar filter Sakura boleh dikata 70% untuk pasar ekspor, sedangkan sisanya konsumsi dalam negeri. Lebih dari 100 negara di 5 benua menjadi tujuan ekspor. Bahkan Jepang yang terkenal cukup ketat akan produk luar, bisa menerima kehadiran filter Sakura.

Tidak hanya memproduksi komponen untuk mobil, Sakura juga digunakan pada beberapa produk Suzuki (Smash, Thunder) dan Yamaha (Vixion & Jupiter MX).

Jadi, kalau udara di dalam mobil terasa panas, atau tercium bau tidak sedap dari dalam mobil, segera periksa kondisi AC mobilnya ya. Mobil saya masih baru, apa perlu pakai filter? Oh, tentu saja. Kan fungsi filter kabin ini salah satunya untuk melindungi evaporator dari debu, yang bisa saja menimbulkan korosi. Daripada menunggu rusak, lebih baik mulai pasang filter kabin sejak awal.

Mau tahu produk Sakura Filter yang lain? Yuk kunjungi webnya di sini http://www.sakurafilter.com/.



You may also like

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.