Suka tutut? Tutut di Bandung ini bikin ketagihan!

Bandung memang terkenal dengan kulinernya yang juara. Sebut saja Mie Kocok Mang Dadeng, Colenak Murdi, Sate Kardjan, Cuanki Serayu, Baso Akung, sampai Keripik Mak Icih… semua ada di Bandung.

Tapi ada satu nih satu menu favorit saya dan anak-anak. Saking favoritnya, meskipun kami sudah memesan makanan yang lain, menu ini tetap wajib dipesan.

Menu apa sih? Koq sampai segitunya? Apalagi kalau bukan tutut! Tahu tutut kan? Itu lho… keong yang hidupnya sawah… versi Sundanya escargot.

Biasanya tutut ini disayur bumbu kuning, dengan atau tanpa santan. Cara makan tutut ini unik. Bisa dengan bantuan tusuk gigi atau disedot satu-satu agar keluar dari cangkang. Hmmmm… endessss!

IMG_1101

Pokoknya kalau terlihat ada tutut, harus pesan satu mangkok dulu. Kalau enak, nambah lagi. Masalahnya gak semua bisa memasak tutut dengan enak haha

Cukup sulit sih menemukan penjual tutut, baik di food court ataupun di rumah makan, termasuk rumah makan Sunda sekalipun. Tapi kalau di pasar-pasar tradisional, atau di pasar dadakan seperti di pelataran Gasibu atau Punclut, biasanya sih ada.

Naahhh… buat yang suka makan tutut dan penasaran tutut mana saja di Bandung yang enak, nih saya kasih bocorannya ya…

1. Rumah Sosis – Tahu Lembang
Tutut di Rumah Sosis ini enak! Bumbu kuningnya yang bening rasanya tetap pas dan menyatu dengan daging tutut.

Kalau teman-teman menginap di Santika Indonesia, ambil arah ke Bandung Utara.

O ya, kalau dulu Rumah Sosis ini letaknya di daerah Setiabudi Bandung, sekarang sudah pindah ke Tahu Lembang. Jadi sekarang mah Rumah Sosis menyatu dengan Tahu Lembang. Rumah Sosis dan Tahu Lembang memang masih satu manajemen sih.

2. Floating Market
Karena Floating Market masih satu manajemen dengan Rumah Sosis, jadi yang jual tutut di Floating Market sepertinya sih sama. Kuahnya bening tanpa santan. Tapi rasanya enak, bumbunya meresap ke dalam daging tutut yang lembut.

Floating Market terletak di daerah Lembang, tak jauh dari Tahu Lembang. Cukup memutar melewati Pasar Lembang, dan nikmati aneka kuliner yang ada di Floating Market. Jangan lupa, coba tututnya juga ya…

3. Saung Bu Ai, Punclut
Daging tutut di Saung Bu Ai ini kenyal dan lembut. Bumbunya gurih, dagingnya kenyal dan lembut.

Lokasi Saung Bu Ani ada di bilangan Punclut, tak jauh dari kawasan wisata Sungai Cikapundung, tepatnya di Jl. Ciumbuleuit (depan RSAU Dr. Salamun).

4. Food Court IBCC Ahmad Yani

Nah, pertama kali mengenal tutut yang dijualnya bukan di pasar tradisional ya di food court yang ini. Kuahnya enaaaaak banget. Bumbu kuningnya pakai santan. Kalau Ceuceu makan tutut di sini, kuahnya dijamin diseruput sampai habis. Tapi karena pakai santan, jadi tutut di sini gak bisa tahan lama.

IBCC Ahmad Yani terletak di Jalan Ahmad Yani, tak jauh dari perempatan Jl. Supratman dan Jl. Jakarta.

5. Food Court Giant Pasteur

Saya lupa gak lihat banner penjualnya. Tapi mengingat kuahnya yang bersantan dan rasanya hampir mirip dengan yang di Food Court IBCC Ahmad Yani, sepertinya sih penjualnya juga sama.

Buat kamu yang baru saja datang dari Jakarta, keluar dari tol Pasteur nanti jangan ngebut-ngebut ya. Mampir dulu di Giant Pasteur yang ada di sebelah kiri jalan, dan nikmati sensasi pedas enak tutut di sini.

Hayu atuh… mari kita nutut di mana?

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.