Karya Seni & #KreativitasTanpaBatas Faber-Castell

By | May 10, 2016

Gambar Ceuceu

Demikian isi salah satu tulisan Ceuceu di blognya. Menggambar memang menjadi salah satu hobinya. Menggambar juga jadi salah satu cara Ceuceu melakukan semacam self healing, melepas ketegangan setelah seharian belajar di sekolah.

IMG_20160511_211520

Seringkali pula saya meminta bantuan Ceuceu membuat gambar pendukung untuk tulisan di blog seperti ini…

photo

Jujur saja, saya takjub dengan kemampuan menggambar Ceuceu. Yaaa… namanya juga emaknya, boleh donk bangga sama anaknya hihi…

Ketika saya mendapat kabar kalau Faber Castell, sebuah brand alat tulis ternama dan tertua di dunia (sejak tahun 1761) yang juga jadi teman setia Ceuceu belajar dan menggambar, mengadakan pameran di Festival Citylink, jelas saya gak mau ketinggalan.

Mengenal Faber-Castell

history_Stage

Saya ingin menceritakan kepadamu, mengenai sebuah pensil yang saya dapatkan dari Faber. Pensil ini sangat ideal dari sisi ketebalannya, sangat lembut dan memiliki kualitas yang sangat baik, hitamnya sangat baik dan sangat cocok digunakan untuk skala besar ~ Van Gogh, 1883

Siapa yang tidak mengenal seniman ternama di dunia, Vincent Van Gogh? Vincent Van Gogh memang tercatat sebagai pengguna pensil Faber-Castell.

Lahir di kota kekaisaran Nuremberg sekitar tahun 1660 dari tangan seorang pembuat kabinet Kaspar Faber, yang awalnya bekerja untuk pedagang lokal, tetapi dalam waktu luangnya Kaspar Faber menghasilkan pensil dengan namanya sendiri. Segera ia menjadi begitu sukses sehingga mampu mendirikan bisnis sendiri.

Setelah mengalami regenerasi kepemimpinan berkali-kali, perusahaan menjadi lebih berkembang di bawah pimpinan Count Alexander. Dia memberikan gambar yang lebih modern dan jelas, dengan pensil “Castell 9000” yang terkenal, dengan warna cat mantel hijau tua – konon berdasarkan warna resimen Count – dan gambar ksatria jousting datang dengan berdiri untuk Perusahaan A.W. Faber-Castell

Sayangnya Van Gogh sendiri tidak pernah mendapatkan kesempatan menggunakan pensil Castell 9000. Van Gogh menutup usianya tepat 15 tahun sebelum Count Alexander von Faber-Castell memperkenalkan produk Castell 9000 pada tahun 1905.

Faber-Castell di Indonesia

Sejarah Faber-Castell di Indonesia ditandai dengan didirikannya pabrik pensil (PT. A.W. Faber-Castell) pada awal tahun 1990-an di Narogong-Bantar Gebang, Bekasi. pada tahun 2005, seluruh kegiatan operasional diambil ali holeh Faber Castell dan namanya menjadi PT. Faber-Castell International Indonesia.

Pabrik PT Faber-Castell International Indonesia

Pabrik PT Faber-Castell International Indonesia

Faber-Castell International Indonesia juga mengelola pabrik marker di Cibitung yang telah memenuhi kebutuhan ekspor bagi 30 negara, sebuah bukti nyata keseriusan Faber-Castell untuk tidak hanya berfokus pada pasar dalam negeri, tapi juga mancanegara.

Playing & Learning

Sebagai produsen alat tulis terbesar dan tertua di dunia, Faber-Castell International Indonesia mendukung pembentukan generasi kreatif di Indonesia melalui serangkaian kegiatan. Selain melalui workshop yang digelar di beberapa kota, sejak tahun 2011 Faber-Castel International Indonesia juga menyelenggarakan kegiatan lomba menggambar dan mewarnai mulai usia dini hingga dewasa, yang bertemakan lomba kepedulian lingkungan menggunakan produk Art & Graphic.

Tidak hanya itu demi mendorong kebiasaan positif anak bangsa melalui aktifitas menulis secara manual, Faber-Castell juga mengadakan tantangan melalui lomba menulis cerpen dengan tulisan tangan.

Hasil karya para juara lomba yang digelar Faber-Castell tak hanya mendapat hadiah berupa materi saja namun mereka juga diberi kesempatan untuk mengabadikan karya mereka dalam sebuah buku yang diterbitkan oleh Faber-Castell kumpulan cerpen terbaik serta untuk lomba gambar komik dibukukan dalam kumpulan komik terbaik berjudul Cuma di Indonesia.
 IMG_20160513_131748

Pameran Seni Faber-Castell “Kreativitas Tanpa Batas”

Bertempat di lobby utama Festival Citylink, Pameran Seni #KreativitasTanpaBatas ini menyuguhkan aneka desain unik dan menarik.
 Pameran Karya Seni #KreativitasTanpaBatas Faber-Castell Festival Citylink Bandung
Pameran Seni #KreativitasTanpaBatas yang dibuka oleh Brand Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Fransiska Remila ini juga dihadiri Bapak Elih Sudia Permana, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung, Rendra dari Dinas Pariwisata Kota Bandung, dan Agus Djatnika seorang Praktisi Seni.
Pameran Seni #KreativitasTanpaBatas Faber-Castell mendatangkan karya seniman internasional kenamaan Kerstin Schulz, yang terkenal sebagai seniman yang memanfaatkan barang dalam kehidupan sehari-hari atau benda-benda yang dianggap sampah dan disulap menjadi karya seni yang luar biasa. Salah satu karyanya adalah gaun indah terbuat dari ribuan pensil, patung Monalisa (pencil sculpturing) yang  telah berkunjung ke beberapa negara. Indonesia sendiri adalah negara ketiga yang dikunjungi oleh karya Mrs. Schulz setelah Jepang dan Singapore.
Tanz der Kreativitat, 2015, Kerstin Schulz

Tanz der Kreativitat, Dance of Creativity 2015 25 kg 170x100x140 cm Wood, Metals, Doam, Wheels, Handles

Mona Lisa, 2015, Kerstin Schulz

Mona Lisa 2015 10 kg 50 x 40 x 40 cm Pencils, Hot glue, Acrylic

Selain itu dipamerkan Kapal Pinisi yang terbuat dari 12.153 tutup connector pen, 897 batang connector pen, dan 1.080 connector-connector.
IMG_7881
Ada banyak kegiatan yang mengasah kreativitas dalam acara Pameran Seni #KreativitasTanpaBatas ini, misalnya saja Doodling bersama Kak Try Purnama. Dalam demo Doodling yang diperagakan Kak Try saat pembukaan pameran, Kak Try berhasil menyelesaikan coretan Pak Elih dan Pak Rendra menjadi sebuah gambar burung Rangkong dalam waktu 15 hitungan mundur.
Tak heran kalau Faber-Castell mengusung tema Kreativitas Tanpa Batas dalam pameran kali ini, karena pikiran manusia memiliki dimensi tanpa batas. Kreativitas sebagai bagian dari proses berpikir pun tidak memiliki batas, tergantung sejauh mana mampu berpikir dan mengembangkannya, seperti Kak Try yang berhasil mengembangkan 2 buah coretan menjadi gambar burung Rangkong.
Doodling Faber-Castell, Try Purnama

Burung Rangkong, Try Purnama

Masih banyak karya seni lain yang dipamerkan di acara ini, misalnya saja lukisan di atas payung kertas, sepatu, mug, topi, bahkan helm.

Sepatu lukis Faber-Castell

Wahana, Try Purnama

IMG_7887

Kemarin ada Kak Irpan yang sedang menyelesaikan lukisan di atas payung kertas bertema burung. Menurut Kak Irpan, perlu waktu 3 hari untuk menyelesaikan lukisan yang menggunakan 3 media ini. Sementara kalau menggunakan 1 media, waktu yang perlukan juga hanya 1 hari. Untuk lukisan bertema burung ini, Kak Irpan menggunakan Acrylic Colours, dan Creative Marker.

Payung Lukis Faber-Castell, Irpan Rifai

Irpan Rifai


Selain itu masih banyak event di Pameran Seni #KreativitasTanpaBatas yang akan digelar sampai tanggal 15 Mei 2016 nanti. Ada Craft Class, Drawing Class, Mewarnai buku “Colouring for Relaxation”, bermain seru bersama connector pen pool, Workshop Creative Marker, dan yang paling menantang adalah Adult Coloring Competition dengan hadiah yang sangat keren. Ini nih acara lengkapnya

IMG_20160513_134931_edit

Psst.. buat pengunjung juga disediakan aneka hadiah menarik loh. Cukup kumpulkan 4 stempel dari stand acara Pameran Seni #KreativitasTanpaBatas ini, maka bisa mendapatkan hadiah langsung tanpa diundi.

Saya sih mau ke sana lagi, penasaran… belum sempat foto sama Ksatria Connpen hihihi

O iya, setelah dari Jakarta dan Bandung, kegiatan Pameran Seni #KreativitasTanpaBatas juga dilangsungkan di Yogyakarta, Surabaya dan Medan.

 

3 thoughts on “Karya Seni & #KreativitasTanpaBatas Faber-Castell

  1. RaisaHakim

    Teteh kalau cerita ttg anak-anaknya dibuat bangga terus ya kemarin abis anter-anter lolos olimpiade sekolah sekarang jago gambar dan punya blog juga lagi ceuceu, hehe

Leave a Reply