Jalan-jalan di Farmhouse Lembang

Sudah cukup lama sih saya penasaran sama tempat ini. Maklum saja, tiap kali ke Bandung Farmhouse Lembang ini pasti terlewati.

Kalau kebetulan sedang bareng sama suami, suami juga selalu bertanya… “Farmhouse ini apa sih? Kalo gak salah merk sosis ya?”.

Hmmm… sosis yang sering dibeli sih sosis merk sebelah, tapi saya masih ingat kalau Farmhouse ini memang merk dagang sosis. Makanya saya pikir sih tempat ini ya paling sama seperti Rumah Sosis di Jalan Setiabudhi dengan ciri khas Sosis-nya yang juara itu.

IMG_20151219_142759_HDR

Tiap kali lewat Farmhouse, pertanyaan yang sama selalu terlontar. Tapi kami gak pernah mampir hahaha… Ya maklum, pas lewat juga bukan waktunya buat main. Paling pas suami kerja dan saya nebeng ikut ke Bandung.

Sampai akhirnya banyak berita dan tulisan di blog yang membahas Farmhouse Lembang. Melihat foto-fotonya, cukup takjub. Karena dari luar tidak terlihat sama sekali kalau Farmhouse Lembang ini memiliki bangunan yang unik dan cukup luas.

Akhirnya demi memuaskan rasa penasaran, Sabtu minggu kemarin kami ke Farmhouse Lembang. Kebetulan dibagi raport jadinya hari Jumat. Ceritanya sih buat reward atas usaha anak-anak selama semester ganjil kemarin.

Berangkat dari rumah memang siang, setelah sholat Dzuhur. Titik macet seperti biasa, mulai dari Pasar Lembang. Biasanya sih lewat Floating Market Lembang kemacetan mulai terurai. Tapi ini hanya berlaku di hari kerja. Weekend/hari libur? Terpaksa ngantri dengan kecepatan 10 km/jam

Sampai di Farmhouse Lembang jam 3. Itu pun susah parkir. Parkir di dalam sudah penuh. Mobil-mobil pengunjung Farmhouse terlihat parkir di sepanjang jalan Lembang.

Mentang-mentang deket, pede aja berangkat siang”, omel suami.

Hihi… yang penting dapet tempat parkir dulu aja lah, jalan kaki dikit biar sehat.

IMG_20151219_142900_HDR

Sampai di gerbang Farmhouse, kami bayar tiket, Rp.20.000,-/orang. Harusnya sih bayar buat 5 orang ya? Tapi karena petugas tiket melihat Ade digendong suami, dan mungkin dipikirnya Ade masih berumur 2 tahun, jadinya kami hanya diminta bayar 4 tiket. Alhamdulillah. Lain kali kalau ke Farmhouse lagi, Teteh juga digendong aja deh… hahaha

IMG_20151219_143053_HDR

Tiket ini bisa ditukar dengan susu atau sosis.

IMG_20151219_143317_HDR

Tapi anak-anak maunya semua ditukar susu. Ada 3 rasa, vanilla, melon, dan pisang susu. Semuanya enak 😀

Banyak spot unik dan menarik di Farmhouse Lembang. Yang terkenal tentu saja Rumah Hobbit yang berada di belakang tempat penukaran susu. Masuk ke gerbang yang ada di samping air terjun, terlihat antrian di tempat bakar sosis. Tau gak sosisnya sosis apa? Farmhouse? Bukaannn! Sosis Rumah Sosis! 😀

IMG_20151219_153819_HDR

Tapi karena semua tiket sudah ditukar susu, ya sudah… lanjut ke Rumah Hobbit saja. Ada aneka hewan di sepanjang jalan menuju Rumah Hobbit. Buat Ade, Teteh, dan Ceuceu ini tentu saja menyenangkan. Ada juga 2 ekor kera yang sedang menyusu dari dot dan dijaga keeper. Yang satu nampak kelelahan dan akhirnya tertidur tanpa bisa diganggu.

IMG_20151219_154257

Mau foto-foto di Rumah Hobbit biar kekinian. Tapi aduuhh, antriannya subhanallah.

IMG_20151219_155558_HDR(1)

Gerimis yang turun pun tidak menyurutkan niat orang-orang berfoto di Rumah Hobbit. Saya sih pilih berkeliling ke tempat lain saja. Foto di Rumah Hobbit bisa nanti saja kalau udah gak antri. Di area Rumah Hobbit ini juga ada rumah kelinci, ada kuda dan domba juga.

Berhubung perut sudah lapar dan penasaran dengan Steak Wagyu yang tertera di papan gerbang depan, kami segera mencari tempat makan, ada Asado Resto di sebelah kiri tempat penukaran susu. Restorannya sih luas, banget!  Tempat duduknya juga banyak. Tapi sayang, karena pengunjung membludak, restoran sementara tidak menerima orderan. Padahal tempat duduk juga masih banyak yang kosong. Haduhhhh… menyedihkan.

Jadi keliling-keliling Farmhouse Lembang saja, sekalian foto-foto bangunannya yang didesain dengan gaya mediteranian (katanya sih itu juga, udah lupa… belajar macam-macam gaya desain jaman SMP-SMA dulu hahaha)

IMG_20151219_144936_HDR

Tapi lagi-lagi, mau foto-foto juga harus antri. Duh, kirain saya aja yang kurang piknik 😀

Ada juga baju model Noni Belanda lengkap dengan payungnya yang bisa disewa seharga Rp. 75.000,- per jam. Tapi ah, males balikin bajunya… nanti malah lupa dibawa pulang… heuheu.

Ada juga kios yang menjual berbagai macam pernak-pernik unik. Di belakang kios ini juga ada spot menarik buat difoto. Kalau mau sekalian pasang gembok cinta di pagar sepanjang jalan menuju sumur cinta di atas bukit juga boleh.

IMG_20151219_152441_HDR

Gak ikut pasang gembok, bu? Duh, tanpa gembok pun sayya yakin cinta saya dan suami akan tetap abadi… aamiin… huahahaha…

Tapi kalau perlu meyakinkan cintanya terpatri abadi, boleh deh beli gembok di kios seharga Rp. 25.000,-.per gembok. Jangan lupa, kuncinya buang ke sumur ya!

Selesai keliling semua area Farmhouse, masih penasaran dengan Steak Wagyu, balik lagi ke restoran. Sayang, restoran masih belum terima orderan. Ya sudah lah, balik kanan saja terus pulang dan makan di rumah…. ahaha.

Dari pengalaman kemarin, Farmhouse memang tempat piknik yang murah meriah. Tapi ada tips paling penting nih untuk yang ingin berkunjung ke Farmhouse Lembang… datangnya pagi-pagi ya, biar gak kebagian macet, masih kebagian tempat parkir di dalam plus makan di Asado Resto 😀

Memangnya buka jam berapa? Farmhouse buka dari jam 09.00 – 21.00 WIB. Kalau gak kebagian steak Wagyu, di depan Farmhouse Lembang ada tukang sate kelinci koq… hihihi

12 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.