Mudahnya Pesan Taksi Lewat Aplikasi #MyBlueBird

“Dari Statsiun ke Trans Studio Bandung diminta bayar 150 ribu itu serasa kerampokan. Jalannya muter-muter. Padahal saya juga orang Bandung, tahu lewat jalan mana yang lebih cepat”, keluh teman saya lewat BBM.

Keluhan teman saya ini hanyalah salah satu dari banyak pengalaman buruk menggunakan taksi di Bandung yang dialami oleh orang-orang. Begitu juga dengan Surayah Pidi Baiq yang memiliki pengalaman serupa.

Bandung itu terkenal dengan taksi jeleknya”, kata Pidi Baiq di acara launching aplikasi #MyBlueBird yang diadakan hari Rabu, 16 Desember 2015 tadi di Saka Bistro, Jl. Karangsari Bandung.

IMG_20151216_113215

Iya, setelah Jabodetabek, Surabaya, Medan, Semarang, dan Bali akhirnya warga Bandung kini bisa ikut menikmati mudahnya memesan taksi lewat aplikasi #mybluebird.

Aplikasi #mybluebird ini merupakan pengembangan dari Taxi Mobile Reservation yang mulai dikembangkan BlueBird Group di tahun 2011. Wew… udah lama ya ternyata? Padahal selama ini saya juga termasuk pengguna setia Blue Bird. Biasanya saya cukup memesan Blue Bird lewat telepon 022-7561234. Titik penjemputan mah begitu nyebutin nomer telepon aja sudah hafal donk… di rumah Nene. Kalau sedang di luar rumah pun, yang saya lirik ya hanya taksi berwarna biru ini. Kenapa?

Karena reputasi taksi Bandung yang terkenal jelek tadi itu, makanya saya hanya melirik taksi Blue Bird, karena hanya taksi Blue Bird yang aman dan nyaman digunakan. Yes, faktor aman ini juga yang jadi pertimbangan Pramudina alias Mama Tata di #NagaBangorTea untuk selalu menggunakan taksi Blue Bird.

Pernah ketinggalan barang di taksi dan was-was barangnya gak bakal balik lagi? Pakai Blue Bird perasaan seperti itu gak perlu ada. Dari pengalaman beberapa orang teman sih, saat mereka ketinggalan barang di taksi Blue Bird, barang-barang mereka dikembalikan dengan utuh oleh supir Blue Bird. Keren ya, supirnya jujur dan amanah, sesuatu yang jarang ditemukan saat ini. Soalnya sesuai amanat Ibu Djoko, pendiri Blue Bird, supir ini merupakan ujung tombak perusahaan.

Mengenal Blue Bird lebih dekat

Kemarin di acara launching sempat diputar sejarah Blue Bird yang awalnya dari usaha Bu Djoko berjualan batik dan beralih ke telur.

Selanjutnya Bu Djoko mendapat 2 buah mobil bekas sebagai peninggalan dari Pak Djoko, yang kemudian disewakan dengan nama “Taksi Chandra”.

Nah, teman-teman sekarang kalau pesan taksi masih ada yang nelepon ke Call Center kan?

Call Center untuk taksi ini juga merupakan inovasi Taksi Chandra pada masanya. Ya, meskipun menurut Pak Sigit, Direktur PT Blue Bird Group, petugas Call Center saat itu yang tak lain adalah anak-anak Bu Djoko, menerima telepon dari pelanggan sambil tiduran di dalam kamar.

Usaha Bu Djoko ini kemudian berkembang setelah Bu Djoko menjual rumah dan  hasil penjualannya dibelikan 25 armada taksi pertama sebagai cikal bakal Blue Bird. Saya sih salut melihat jiwa enterpreneur Bu Djoko yang sangat kental. Wajar kalau Blue Bird bisa menjadi besar seperti sekarang ini.

Jaman semakin maju, teknologi semakin berkembang, Blue Bird pun selalu jadi yang terdepan. Setelah inovasi Call Center dari dalam kamar tadi, Blue Bird terus melakukan inovasi dalam sistem reservasi yang tujuannya tentu saja untuk memudahkan pelanggan.

Di tahun 1972, penyebaran pelanggan melalui radio “umek” sudah mulai dilakukan oleh Blue Bird. Selanjutnya Blue Bird terus melakukan pengembangan teknologi sampai di tahun 2011 Blue Bird mulai menggunakan sistem reservasi dengan Taxi Mobile Reservation dan dikembangkan lebih lanjut dengan aplikasi #MyBlueBird di tahun 2015. Aplikasi ini bisa dengan mudah diunduh oleh hape yang berbasis Android, iOS, dan Blackberry secara gratis.

Kalau kata Pak Ricky, Kadishub Kota Bandung, sih inovasi-inovasi dari PT Blue Bird ini memang sejalan dengan konsep Smart City-nya Bandung.

Ada banyak fitur menarik di aplikasi #MyBlueBird yang memudahkan pelanggan. Cukup registrasi dan memasukkan nomer verifikasi, kita sudah bisa memesan taksi Blue Bird dengan mudah. Fitur pemesanan ini dilengkapi dengan peta lokasi, nama driver dan nomer unit armada. Kalau merasa kurang aman, cukup kasih tahu keluarga/teman kita unit berapa yang sedang kitaa tumpangi. Posisi taksi yang kita pesan pun bisa dengan mudah kita lacak lewat peta yang ada di aplikasi #mybluebird.

Di operator sih penampakan petanya seperti ini…

IMG_20151216_111234

Yang merah itu taksi berisi penumpang, biru dalam status penjemputan, dan hijau taksi yang kosong. Kata Pak Sigit sih, jaman belum ada GPS Blue Bird sudah pakai teknologi yang sama, tapi pakai mobil-mobilan yang ditempel di peta. Inovatif ya? 😀

Kalau masih penasaran, ada juga fitur Call Driver yang terjaga kerahasiaannya. Gak perlu takut kena modus driver nih kalau begini…

IMG_20151216_115258

Sama seperti pemesanan lewat Call Center, lewat aplikasi #mybluebird ini juga kita bisa melakukan pemesanan berjadwal. Jadi gak cuma bisa dipakai pas dadakan saja. Yang keren nih, dari 261 armada Blue Bird yang ada di Bandung, kita bisa memilih jenis taksi yang kita pesan, mau sedan atau MPV?

Pernah kan merasa bete kalau harus pesan 2 taksi gara-gara 2 orang gak keangkut sama sedan? Ongkosnya double atuh. Nah, Blue Bird punya MPV yang bisa mengangkut penumpang sampai 6-7 orang.

Selain untuk pemesanan, ada juga fitur News dan Promo untuk penumpang.

IMG_20151216_111703

Penasaran dengan aplikasi #mybluebird, segera saya instal di hape. Dapet nomer verifikasi, pesan… 15 menit kemudian ada notifikasi yang disusul dengan telepon dari Call Center, memberi kabar kalau taksi yang saya pesan belum ada.

Order tadi otomatis batal dan saya orrder ulang. Kali ini gak pakai lama, ada armada yang merespon. Alhamdulillah.

IMG_20151216_130523

Unit taksi dan nama driver yang datang sesuai dengan yang ada di aplikasi #mybluebird. Sayangnya baru saja saya mengambil gambar voucher untuk membayar perjalanan saya kali ini, baterai hape saya sudah habis.

IMG_20151216_135044

Iya, sekarang bayar taksi Blue Bird bisa pakai uang cash, voucher dan segera menyusul dengan kartu kredit/debit. Lewat aplikasi #mybluebird kita juga bisa memperkirakan berapa kira-kira ongkos yang diperlukan.

Duh, sayang padahal tadinya mau ajak Pak Nanang welfie. Soalnya BlueBird lagi ngadain kuis jalan-jalan berdua bareng ibu ke Hongkong nih… Caranya? Cukup selfie dalam taksi Blue Bird, upload ke twitter dengan hashtag #AjakIbuKeHongkong dan mention @bluebirdgroup

Ikuti juga Laman Blue Bird di Facebook untuk tahu info lebih banyak tentang program-program menarik dari Blue Bird.

Yuk atuh, segera pesan taksi Blue Bird lewat aplikasi #mybluebird. Jangan lupa, selfie dalam taksi! Siapa tahu rejekinya ke Hongkong gratis bareng ibu 😀

9 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.