Mengatasi anak susah bangun pagi

Mengatasi anak susah bangun pagi – “Ceuceu kelas berapa, Teh?”, tanya seorang ibu yang sedang menunggui anaknya di warung depan sekolah.

Kelas 5″, jawab saya.

Masih diantar jemput???”, tanya si ibu lagi.

Iya“,¬†jawab saya sambil nyengir.

Si ibu memang gak ngomong apa-apa lagi sih… tapi dari tatapan matanya, nampak kalau si ibu memang mencibir saya yang masih mengantar jemput Ceuceu meski Ceuceu sudah kelas 5 *suudzon ūüėÄ

Teman-teman Ceuceu sudah tidak ada yang diantar jemput. Paling hanya diantar berangkat ke sekolah. Ceuceu juga tidak terus-terusan saya jemput. Yang masih dijemput mah Teteh. Tapi karena pulangnya bareng, jadi ya sekalian. Kalau kebetulan Teteh pulang lebih cepat, biasanya sih saya biarkan Ceuceu pulang sendiri saja, bergerombol bersama teman-teman lain yang arah pulangnya sama.

Terus kenapa Ceuceu masih diantar?

Ceuceu masih saya antar, karena sering kesiangan! Ceuceu tuh paling susah dibangunin pagi-pagi. Padahal sudah pakai alarm plus jam weker.¬†Omong-omong, saya baru nyadar kenapa ini jam yang bunyinya berisik diberi¬†nama jam weker. Maksudnya “Jam waker” kali ya? Jam yang bisa membuat orang awake karena bunyinya. Sayangnya, fungsi jam waker membuat orang bangun ini tidak berlaku buat Ceuceu. Hanya¬†teriakan saya yang bisa membangunkan Ceuceu haha

Sudah susah bangun pagi, ke kamar mandinya juga lama. Mandinya sih cepet. Tapi dari buka mata ke kamar mandinya itu bisa sampai 15 menit habis cuma buat kucek-kucek mata. Alhasil, tiap pagi selalu dipenuhi teriakan.

Lain Ceuceu, lain juga dengan Teteh. Teteh masuk agak siang, jam setengah 10. Tapi ini juga bukan berarti Teteh gak pernah kesiangan. Soalnya semakin siang masuk sekolah, Teteh malah semakin siang bangunnya. Duh, kalau sudah begini, stress sendiri jadinya.

Pagi-pagi cerewetin Ceuceu, agak siangan dikit cerewetin Teteh. Gak jarang gara-gara teriakan saya membangunkan Teteh dan Ceuceu, malah suami yang bangun. Padahal suami biasanya baru tidur paling cepat jam 12 malam. Bangun subuh buat sholat, terus tidur lagi… Akhirnya semua jadi¬†ikut rusak moodnya gara-gara teriakan saya.

Percayalah, memulai pagi dengan teriakan itu gak enak sama sekali, baik itu buat saya yang teriak dan juga buat yang mendengarkan teriakan.

Anehnya, kalau ada acara, semisal piknik bersama teman-teman di sekolah, anak-anak gak perlu diteriakin. Mereka bisa bangun sendiri. Curiganya sih anak-anak memang gak tidur nyenyak. Bisa jadi karena terlalu excited mau piknik.

Tapi masa iya harus piknik tiap hari agar anak-anak bisa bangun pagi? Huhuhu…

Belakangan saya menemukan cara jitu membangunkan Ceuceu dan Teteh. Yaitu dengan memutar lagu kesukaan mereka. Kebetulan saja lagu favorit mereka memang sama. Jadi sekalian saya buatkan playlist untuk diputar di jam mereka bangun, tentu saja dengan volume maksimal.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published.