[Basa SUNDA] Sesah atau Seusah?

[Bahasa SUNDA] Sesah atau Seusah? – Jadi ceritanya tadi di group yang saya ikuti ada sebuah post yang muncul paling atas. Katanya begini, anaknya ditanya pakai bahasa Indonesia, jawabnya pakai bahasa Jerman. Ditanya pakai bahasa Sunda, jawabnya juga pakai bahasa Jerman. SEUSAH katanya mengamalkan bahasa Sunda.

Hmmmm… saya tidak kenal siapa orang yang menulis status ini. Sepertinya beliau memang tinggal di Jerman. Namun bukan itu yang jadi masalah. Saya tergelitik untuk ikut komentar di status ini, soalnya sepertinya yang dimaksud SEUSAH oleh beliau adalah SUSAH.

Tapi sayangnya, ketika saya mengoreksi tulisannya yang menurut saya kurang tepat, orangnya sepertinya antikritik. Padahal saya bilangnya baik-baik… Hiks. Jadi sedih. Eh tapi saya pun antikritik ahaha. Makanya gak pakai lama, saya mah langsung aja keluar dari group itu hihi… Padahal jarang-jarang saya sampai keluar dari group, kalau tidak aktif dan jarang menengok group sih sering XD

Ya meskipun saya sendiri kerepotan mengajarkan Ceuceu, Teteh dan Ade, tapi sepengetahuan saya sih SUSAH dalam bahasa Sunda itu ditulisnya SESAH, tanpa huruf U dan dibaca seperti e pada kata PENAT.

Seperti yang sudah saya bilang, bahasa Sunda memang rumit. Selain memiliki undak usuk basa, ada ciri khas bahasa Sunda yang tidak semua orang bisa. Tak jarang orang Sunda sendiri malah kewalahan hihi. Apalagi kalau bukan EU dan imbuhan mah, da, teh, atuh yang seringkali salah penempatannya, kecuali pada kata Da Aku Mah Apa Atuh yang sudah benar penempatannya 😀

Pada bahasa Indonesia, hanya ada 2 huruf E, yaitu E Pepet seperti e pada PENAT dan E Taling seperti e pada kata EMBER. Bagaimana dengan cara penulisannya? Sekarang sih baik E Pepet maupun E Taling pada bahasa Indonesia sama-sama ditulis E. Titik. Padahal dulu sebagai pembeda, huruf e pada E Taling diberi atribut garis miring ke kanan (é). Sayangnya sekarang diakritik ini sudah dihapus. Dan percayalah, ini menyusahkan orang-orang yang sedang belajar bahasa Indonesia. Misalnya saja bagaimanakah melafalkan MADE (nama orang Bali)? Apakah dengan Ma-De atau Ma-Dé?

Sementara dalam bahasa Sunda, ada 3 jenis E, yaitu E Taling (yang termasuk dalam 5 vokal murni, a, i, u,é , o) , E Pepet dan EU (ɤ) (yang termasuk dalam 2 vokal netral).

Cara mengucapkannya bagaimana? Biar lebih gampang, saya beri contoh saja ya…

E Taling alias é, contohnya seperti yang ditemukan pada kata EMBER, EMUT (ingat-Ind), LETAH (lidah-Ind), MEJA (meja-Ind), BEJA (kabar-Ind), HESE (susah-Ind), KELEK (ketek-Ind), jsb *duh maaf, yang terakhir ini gak kepikiran kata lain hihi

E Pepet alias e, contohnya seperti yang ditemukan pada kata  KEDAH (harus-Ind), SEBEL (sebal-Ind), KESEL (kesal-Ind), daaan… SESAH (susah-Ind)

EU, nah yang belum bisa bilang ini mesti sering-sering belajar ya… 😀 Biasanya ditemukan di… jurusan angkot! Wahaha… Ada CICAHEUM, CIBEUREUM, CIKUDAPATEUH, atau BASEUH (basah-Ind), KEUHEUL (kesal-Ind), BEUTEUNG (perut-Ind), LEUHEUNG (mending-Ind), TIJALIKEUH (salah satu jenis jatuh yang ada dalam bahasa Sunda – Ind), jsb

Dulu ada lagu Sunda, judulnya “Sesah hilapna”. Kalau tidak tahu dan belum pernah dengar lagu ini, coba deh cari di Youtube. Pasti ketemu dan nanti jadi tahu, sebenarnya SESAH atau SEUSAH sih?

Masih kurang yakin? Coba cek Kamus Sunda deh… atau mau cek di Kamus Sunda online juga bisa. Ini hasilnya setelah saya cek di http://kamus-sunda.com/penerjemah.html

SS 2015-10-08 at 12.39.37 AM

Btw, ini postingan paling banyak CAPSLOCKnya! Huahahaha… Kadang-kadang saking SESAHnya bahasa Sunda teh memang bisa bikin SEUHAH…

 

You may also like

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.