Tanganku Sayang, Tanganku Malang

By | September 4, 2015

Bulan Agustus kemarin di timeline seliweran sharingan teman-teman blogger yang ikut lomba. Bukan cuma satu lomba, tapi banyak. Saya? Hanya ikut beberapa. Itu pun maksa, dengan tulisan yang sangat seadanya. Makanya gak heran kalau di pengumuman nama saya gak keluar di deretan pemenang… 😛

Entahlah kenapa rasanya malas sekali menulis di blog, apalagi buat lomba yang tentu saja perlu riset dan mengumpulkan banyak referensi sebelumnya.

Kalau dulu, sebelum tiba deadline lomba, biasanya saya getol mengumpulkan bahan. URL referensi, gambar, screenshoot, syarat dan ketentuan lomba saya kumpulkan dalam satu folder berjudul nama lomba + tanggal DL.

Bisa sampai berjam-jam saya di depan laptop demi sebuah postingan lomba.

Kalau kebetulan ide datang ketika saya tidak di depan laptop, sementara saya buat dalam note di hp yang kemudian saya kirim via email. Pokoknya serius banget. Yaa.. meskipun hasilnya juga biasa-biasa saja 😀

Sekarang? Boro-boro. Selain malas, sepertinya juga faktor umur mengambil peran cukup penting di sini. Seperti kata Anaz di postingan makpuh @IndahJuli, kalau semakin bertambah umur seorang blogger alias tua ngeblog pun semakin jarang hahah…

Selain malas dan umur, ada juga yang membuat saya mengurangi aktivitas menulis baik itu pakai laptop maupun hp, yaitu ganglion yang nemplok di punggung tangan. 

Mengenal Ganglion Lebih Dekat

Namanya keren ya? Tapi ini bukan nama gang yang isinya singa. Bukan pula temennya Gangnam Style.

Ganglion ini benjolan yang sering muncul di daerah pergelangan tangan. Awalnya saya sempat mengira kalau ini tumor yang berbahaya. Tapi dari hasil konsultasi dengan dokter Google, akhirnya saya tahu kalau benjolan di pergelangan tangan saya ini hanya ganglion. Masih tumor sih, hanya berupa kista pada permukaan sendi atau tendon yang bersifat jinak.

Berikut fakta tentang ganglion seperti saya kutip dari webnya Dokter Indra Muhtadi (http://www.indramuhtadi.com/):

  • 50% dari tumor jaringan lunak di tangan dan lengan merupakan kista ganglion.
  • Lebih sering terjadi pada wanita.
  • 70% kasus terjadi pada orang usia 20-40 tahun, dan jarang pada anak di bawah 10 tahun.
  • Lokasi tumbuh ganglion paling sering pada punggung tangan (60-70%), kemudian pada pergelangan tangan dan telapak tangan.  Yang jarang terjadi pada jari, lutut, pergelangan kaki, dan kaki.

Kalau saya di punggung tangan, tetangga punya ganglion di telapak tangan.

Apa penyebab ganglion?

Penyebab ganglion sampai saat ini masih belum diketahui, diduga sih karena trauma minor yang tidak disadari yang terjadi pada sendi. Ada beberapa kasus di mana ganglion ditenggarai muncul karena faktor karsinogenik.

Saya sendiri mulai terserang ganglion beberapa tahun yang lalu, ketika masih jaga warnet dan menerima orderan ketikan terutama dari ibu RW yang meminta saya membuat laporan PKK sampai berpuluh-puluh lembar. Tapi kebanyakan sih selama jaga warnet, waktu saya habis untuk chatting dan juga curhat di medsos dan MP 😛

Sepertinya ganglion yang nemplok di punggung tangan saya ini memang karena terlalu banyak mengetik dengan posisi yang kurang nyaman.

Ya kadang saya mengetik seenaknya saja, tidak terlalu memperhatikan kenyamanan tangan. Sekarang pun masih begitu. Laptop dipangku sambil tiduran, tangan yang dipakai mengetik pun menekuk. Pegel, pegel deh.

Apalagi kalau pakai hp. Mestinya sih dengan layar yang kecil seperti itu saya memakai bantuan keyboard wireless. Jadi tangan tidak terlalu lama dipaksa berada dalam posisi menekuk saat mengetik dengan hp.

Ganglion ini bentuknya seperti apa ya?

Saya belum pernah melihat isi ganglion yang masih terbungkus kulit. Ketika kambuh, ukurannya lumayan besar bisa sampai berdiameter 2 cm. Ganglion ini memang hilang timbul. Sekali waktu bisa terlihat sangat menonjol, di lain waktu malah hilang sama sekali.

Menurut dokter Google, ganglion ini berisi material seperti agar-agar yang lengket dan transparan.  Kepadatan dari ganglion bervariasi dari lunak seperti sponge sampai dengan keras seperti bola karet. Mau saya pasang gambarnya di sini nanti malah jadi disturbing picture. Bayangkan saja seperti hydro gel yang kecil-kecil berkumpul di satu tempat… hihi

Rasanya bagaimana?

Kalau sudah kambuh, rasanya sakit. Jangankan dipakai mengetik lama-lama, sekedar menyisir pun pegal saya rasakan mulai dari pergelangan tangan sampai ketiak. Menarik tuas rem motor juga sakit. Kalau sedang tidak kambuh sih tidak sakit, hanya saja tangan saya sudah tidak bisa menekuk. Pokoknya kalau diajak rolling sama ade, pasti kesakitan.

Terus ganglion ini bisa sembuh?

Bisa. Ada yang dengan operasi, ada yang dengan disedot. Koq disedot? Karena ganglion ini kan cairan. Tapi ada juga yang tanpa perlakuan apa-apa ganglion hilang dengan sendirinya.

Yang dioperasi atau disedot juga begitu, ada yang sembuh total ada yang ganglionnya balik lagi.

Dari beberapa kasus, ada juga ganglion yang sembuh setelah digeprek kamus yang tebal haha… Tapi ini sangat tidak disarankan. Alih-alih sembuh, ganglion malah pecah dan menyebar.

Saya? Mendengar kata operasi seram jadinya… Jadi berharap ganglionnya bisa hilang dengan sendirinya saja lah 😀

5 thoughts on “Tanganku Sayang, Tanganku Malang

  1. Lidya

    temenku juga ada nih yang kena ganglion. aku di depan laptop trus dari lulus kuliah tahun 1999 😀 ngetik banyak juga duh jadi takut juga.
    temenku udah operasi dua kali, setelah beberapa tahun muncul lagi katanya jadi harus operasi lagi

    1. oRiN Post author

      suamiku juga udah lebih lama kenal komputer, tapi gak apa-apa… ini mah gara2 suka ngetik seenaknya aja kali mbak… plus nasib hehe 😀

  2. Lusi

    Kok nggak dioperasi aja? Nggak sakit kok & nggak pake nginep. Aku udah 2x operasi. Harusnya terus krn msh ada bbrp di pergelangan siku,, tp aku males, agak2 trauma jg sih sudah bbrp kali ketemu pisau operasi selain ganglion itu sendiri.

Leave a Reply