e-KTP, sebuah penantian selama 3 tahun

By | June 20, 2015

“In, ada surat panggilan buat ambil e-KTP di kecamatan besok”

IMG_20150605_134332Senang tentu saja, karena selama ini saya jadi warga gelap.

Eh, sebetulnya gak gelap juga sih. Karena saya masih punya KTP biasa. Hanya saja saat akan digunakan untuk transaksi perbankan (misal, buka rekening bank), KTP biasa ini perlu dokumen tambahan lain. Seperti ketika saya membuka rekening di sebuah bank beberapa tahun yang lalu. Saat saya menyodorkan KTP biasa, CS meminta saya menunjukkan SIM dan KK. Alasannya ya karena KTP saya bukan e-KTP. Untungnya saya memang sudah membawa semua persyaratan yang diminta.

Agak siang, setelah anak-anak selesai sekolah, saya pergi menuju kecamatan. Sampai di kecamatan, sekitar jam 2, ternyata antriannya luar biasa. Padahal kata Nene yang juga mengambil e-KTP di kecamatan, pagi-pagi kosong sekali.

Saya mendapatkan nomer antrian 338, sementara di meja pembagian e-KTP baru dipanggil nomer 210. Waduh, bisa sampai maghrib atuh ini mah… 🙁

IMG_20150605_134210

Menyesal saya tidak membawa rubik untuk mengusir rasa bosan. Mau ngobrol sama yang di sebelah juga, yang di sebelah asyik sendiri sama hpnya. Menunggu dari 210 sampai ke 338 itu jelas perlu waktu yang tidak sedikit. Lumayan kan sambil nunggu sambil bingung sendiri menyusun rubik. Mau eksis di medsos, terkendala pulsa… haha

Tapi rupanya tidak seperti tadi pagi, kali ini petugas kecamatan mempercepat proses pemanggilan. Yang tadinya satu-satu dipanggil ke meja depan, sekarang sekaligus 5 nomer.

IMG_20150605_141514

Alhamdulillah, jam setengah 4 tiba juga giliran saya dipanggil. Tapi koq… fotonya gak banget ih! Mana ini teh berlaku seumur hidup. Terus katanya gak boleh hilang, karena kalau hilang ngurusnya itu ribet banget. Eh, terus kalau gak boleh hilang, eKTP ini gak boleh dibawa kemana-mana donk? Kalau kata kakak sih, e-KTPnya difotokopi aja, yang asli disimpen di lemari, foto kopiannya yang dibawa kemana-mana. Hmmm… lumayan atuh lah. Kalau cuma fotokopian yang dibawa kemana-mana mah, foto saya yang gak banget itu bisa tersamar haha

Huaa… sebel ih. Kenapa sih waktu direkam dulu gak boleh diulang-ulang fotonya? Dipilih dulu gitu yang mana yang paling bagus? Hueheu…

Kalau saya ingat-ingat, perekaman e-KTP ini dilakukan sekitar bulan Agustus 2012. Yup, 3 tahun yang lalu dan baru selesai kemarin!!!!

Saat itu saya kurus kering karena masih menyusui. Pantas saja kalau di eKTP mukanya terlihat amat tirus. Sekarang mah sudah berhenti menyusui, bukan cuma muka yang chubby… tapi seluruh badan juga ikutan chubby!

Kalau kamu, sudah punya eKTP? Fotonya bagus gak??? 😀

26 thoughts on “e-KTP, sebuah penantian selama 3 tahun

  1. Aris Ripandi

    Makanya teh Orin deketin operator eKTP nya atau petugas kecamatanbya jadi bisa request pose foto yg bagus..hehehee

    1. oRiN Post author

      haha.. iya nih, belum kenalan waktu itu teh.. si bapak juga bisa jadi keki, yang ngantri banyak pisan.. jadi langsung jebred2 aja…

    1. oRiN Post author

      kalau pinjaman di bank sih pake yang laminating juga bisa pakde… bayarnya ini yang bingung, bisa gak pake e-KTP?? 😀

  2. Donna

    Aku sampai sekarang belum punya e-KTP lho hehehe. Tapi alhamdulillah gak dapat masalah apaa hingga hari ini. Mungkin karena gak ngurus apa2 ya selain yang rutin2 saja. Nanti mungkin ganti KTP ke e-KTP kalau sudah habis masa berlakunya

  3. Donna

    Aku sampai sekarang belum punya e-KTP lho hehehe. Tapi alhamdulillah gak dapat masalah apaa hingga hari ini. Mungkin karena gak ngurus apa2 ya selain yang rutin2 saja. Nanti mungkin ganti KTP ke e-KTP kalau sudah habis masa berlakunya

  4. Ranii

    3 taun? buseet kalo nyicil motor mah udah lunas manten haha

    di aku mah cepet da jadinya, fotonya bagus sih, cuma emang bagusan kalo yg dipotocopy, soalnya ngga jelas wkwk

  5. Lianny Hendrawati

    ya ampun lama banget, 3 tahun baru jadi.
    Fotoku di e-ktp juga nggak banget, mamaku aja sampe komentar, “ini kamu? kok jadi tua?” *gubrak, pengsan hahaha
    Difotocopy tetap aja, malah tambah serem fotonya 😀

Leave a Reply