Pilih Kopi atau Teh???

Baca-baca berita hasil penelitian ilmiah tentang minum kopi atau teh kadang bikin bingung. Sebagian bilang kebanyakan minum kopi atau teh itu tidak baik karena bisa memicu serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan lain-lain. Tapi sebagian hasil penelitian yang lain menyebutkan minum minuman berkafein seperti kopi dan teh itu baik untuk meningkatkan daya ingat, mencuci liver dari kandungan racun, mencuci kolon (usus besar), dan keuntungan-keuntungan lain.

Jadi bingung, mau lanjut minum kopi/teh atau berhenti? Yah diambil hikmahnya saja, segala sesuatu kalau kebanyakan atau berlebihan juga pasti tidak baik.

Dua atau tiga cangkir sehari masih wajar, asalkan tidak sampai terjadi tanda-tanda kecanduan sebagai berikut:

  • Habis bercangkir-cangkir kopi atau teh dalam sehari.
  • Merasa loyo kalau kelewatan satu cangkir.
  • Susah melek bangun tidur pagi hari tanpa menenggak segelas kopi.
  • Taplak meja penuh noda kopi atau noda teh dari bagian bawah cangkir.
  • Panik ketika tidak ada persediaan kopi dan teh di dapur, lebih rela meluncur ke toko beli kopi dan teh daripada beli deterjen buat mencuci taplak meja yang bernoda itu tadi.
  • Lebih berbahaya lagi kalau kecanduan gula juga, kopi atau teh tawar terasa seperti air sabun. Jelas saja terasa seperti air sabun kalau bubuk deterjen Rinso dikira gula pasir.

Jadi peminum kopi atau teh sebenarnya memilki keuntungan sosial juga di samping beberapa manfaat kesehatan di atas. Secangkir kopi atau teh bisa menjadi jembatan atau pencair suasana pada saat berinteraksi dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang tidak minum kopi atau teh kadang menghadapi situasi yang bikin canggung, misalnya:

Ketika bertamu dan ditanya “Mau teh atau kopi?”, pasti canggung mau jawab “Air putih saja.” Atau kalau jawab “Sirup saja,” itu namanya dikasih hati minta jantung, kan tidak ada pilihan sirup.

Orang akan berkata: “Wah hemat dong, tidak ada pengeluaran buat beli kopi/teh.” Duh, kesannya seperti tidak minum kopi/teh demi ngirit.

Tapi seringkali kita lupa menawari kopi atau teh ke tamu karena si tuan rumah sendiri tidak minum kopi atau teh.

Punya banyak cangkir dan mug yang cuma jadi pajangan di buffet? Padahal cangkir dan mug itu pasangan yang cocok untuk kop lho 😀

Nongkrong di kafe tapi tidak pesan kopi atau teh sehingga kelihatan ganjil di antara pembeli lain. Yang penting dapat wi-fi gratis.

Bingung mau ngapain saat ‘coffee break’ di acara-acara pertemuan atau seminar.

Karena jarang bikin kopi atau teh, sekalinya bikin untuk orang lain terlalu pahit, terlalu manis, terlalu bening, atau malah bikin kembung.

Bikin teh atau kopi cuma buat celupan biskuit, sisanya dibuang.

Sekalinya pengen nyobain minum kopi atau teh, orang lain bakal menyeletuk, “Yakin? Awas pingsan loh!”

Tapi intinya sih, tidak perlu minder kalau tidak minum kopi atau teh. Masih banyak cara bersosialisasi tanpa minuman ini. Minum atau tidak itu kan selera masing-masing. Begitu juga dengan pilihan kopi atau teh, sebagian orang suka minum kopi tapi tidak suka minum teh dan sebaliknya. Ibaratnya seperti ada orang yang lebih suka memakai deterjen tapi ada juga orang yang lebih suka menggunakan sabun colek untuk mencuci pakaian. Sah-sah saja.

Jadi, pilih kopi atau teh? Saya sih tetap pilih kopi… :)

You may also like

1 Comment

  1. Kopi! Hahahaaa…. Tapi aku minum kopi nggak utk gaul, suka minumnya mlh pas dirumah, bener2 menikmati. Kalau di resto atau tempat umum mintanya es teh 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.