Gara-gara Kutu Kucing

By | April 3, 2015

Mamah, kaki Ceuceu gatel-gatel”, kata Ceuceu sambil menggaruk-garuk kakinya.

“Iya, Mamah juga sama. Kenapa ya? Padahal obat nyamuk baru aja diganti”, saya mencari-cari nyamuk yang jadi tertuduh penyebab gatal.

Tapi nyamuknya tidak pernah terlihat. Yang saya temukan malah sesosok makhluk hitam berukuran sangat kecil, loncat kesana kemari.

Kutu kucing!!! Pantas saja meski obat nyamuk elektrik diganti tiap 4 jam tapi gatal tetap melanda.

Gatal digigit kutu kucing itu menyebalkan. Awalnya menggigit kaki, kemudian loncat dan menggigit bagian tubuh lain. Satu kutu kucing saja bentolnya bisa sampai 10!

Di rumah memang ada kucing, 2 ekor, Persie dan Luffy. Kalau Luffy kerjanya sih tidur terus, gak pernah keluar rumah. Berbeda dengan Persie, bisa sampai 3 hari tiga malam atau malah seminggu kelayapan di luar. Pulang ke rumah dalam keadaan kotor dan lapar tentu saja.

Sejak punya hobi kelayapan seperti ini, Persie jadi kutuan. Dan kutunya susah dikendalikan. Kalaupun Persie pulang dan dimandikan, saat Persie pulang 5 hari kemudian kutunya sudah sangat banyak.

Padahal saat pulang, Persie ini tidur di kasur bareng anak-anak. Atau di kursi menemani saya yang sedang mengetik.

Yang namanya kutu kucing pastinya tidak bisa diam di satu tempat. Meski Persie tidak kunjung pulang, Ceuceu dan saya sibuk garuk-garuk. Rupanya kutu kucing dari Persie kemudian sembunyi entah dimana. Yang pasti saat kaki saya merasa gatal, saya berhasil menemukan kutu kucing yang sangaaat kecil. Sepertinya baru menetas. Jumlahnya bukan hanya satu, tapi banyak!

Seringkali sepulang sekolah Ceuceu mengeluh kalau tadi sewaktu sedang belajar, sekujur tubuh Ceuceu terasa gatal, sepertinya digigit kutu kucing. Wah, kalau sampai mengganggu konsentrasi belajar Ceuceu, jelas sangat menyebalkan.

Saking kesalnya melihat Ceuceu yang terus-menerus menggaruk bentol sampai berdarah-darah, suami sampai bilang, “udah, buang saja kucing-kucingnya!

Duh, kalau sampai harus dibuang mah gak tega juga. Kutunya disemprot obat anti serangga? 1 botol hanya cukup untuk 3 hari. Tapi kutu kucingnya masih saja ada. Bisa jadi saat disemprot kutu kucingnya cuma pingsan, dan banyak juga yang sembunyi dan beranak pinak di sela-sela kursi atau kasur.

Sebagai usaha terakhir, sebelum Persie dan Luffy benar-benar dibuang, suami memutuskan membeli vacuum cleaner portabel untuk membantu menghilangkan kutu yang sembunyi di sela-sela kursi.

vacuum

Sejak punya vacuum cleaner, saya memang jadi rajin bersih-bersih haha. Dan ternyata bukan kutu kucing saja yang berhasil dibasmi… debu-debu yang selama ini jadi penghuni kasur dan kursi pun lenyap terhisap vacuum cleaner.

Sekarang Ceuceu sudah tidak mengeluh gatal-gatal lagi. Alhamdulillah, ternyata tidak perlu membuang Persie dan Luffy… cukup rajin beres-beres saja :))))

19 thoughts on “Gara-gara Kutu Kucing

  1. Yuni Andriyani

    Aduh kucing…saya kok phobi sama kucing ya mbak…bukan karena kutu dan bulunya tetapi waktu kecil pernah dikejar dan digigit kucing….mungkin itu yang bikin phobi….:(

    1. oRiN Post author

      iya ya mak… trauma masa kecil memang biasanya terus berlanjut sampai dewasa… tapi kucing sebetulnya baik koq ^_^

  2. Beby

    Serius bisa, Mbak? Waaaah aku jadi pengen nyobain nih buat si Kuro.. Kasian liat dia garuk-garuk terus pas aku ngga sempet mandiin.. 😀

    1. oRiN Post author

      ya lumayan lah, yang biasanya smebunyi di kursi atau karpet sekarang hilang… kalau di badan si Persie, kalau gak mandi ya tetep aja banyak 😀

      makasih kunjungannya ya 🙂

Leave a Reply