Akhirnya punya mesin cuci lagi… :)

Menjelang akhir tahun kemarin, seolah-olah semesta sedang menguji saya. Setelah kipas angin rusak, tiba-tiba saja mesin cuci juga ikutan rusak. Kipas angin dalam 3 tahun ini sudah ganti 3 kali. Maklum, dipakai siang malam tanpa henti. Untungnya sekarang musim hujan yang dinginnya lumayan membuat saya selalu ingin selimutan. Jadi saya belum terlalu memerlukan kipas angin baru.

Lain halnya dengan mesin cuci, yang juga saya pakai hampir tiap hari. Sebetulnya bukan tiba-tiba juga sih, soalnya mesin cuci yang berumur 6 tahun lebih ini sudah pernah diservice berkali-kali. Masalahnya banyak, mulai dari sensor air tidak berfungsi, motor yang mulai mengalami gangguan, tombol power yang tidak bisa ditekan. Sampai beberapa minggu terakhir tiap kali dipakai mencuci, mesin cuci ini berisiknya minta ampun… kalau nyuci tengah malam, sepertinya bisa terdengar satu kampung. Saya memang sering mencuci tengah malam, soalnya hanya di tengah malam air PAM mengalir sangat deras. Pagi-pagi? Jangan harap air bak bisa terisi pagi-pagi. Dan si mecin cuci pun tidak bisa diperbaiki sama sekali. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…

Almarhum mesin cuci... Terima kasih sudah menemani selama 6 tahun ya... :(

Almarhum mesin cuci… Terima kasih sudah menemani selama 6 tahun ya… 🙁

Belum ada rezeki, jadi belum bisa segera cari pengganti. Ya sudah, akhirnya baju pun dicuci dengan cara tradisional, rendam-kucek-bilas. Ke laundry? Aduh, di sini mana ada laundry. Mendelegasikan cucian ke orang lain juga tidak mudah. Meski alergi detergen menyebabkan pedih di tangan dan lecet-lecet, tapi tidak ada pilihan lain. Saya harus tetap mencuci baju sendiri. Kadang mengerahkan anak-anak untuk sekedar merendam dan menginjak2 cucian di jolang sambil mandi. Bagian yang paling tidak disukai saat mencuci adalah bagian terakhir, memeras air yang tersisa di baju. Seberapa pedihnya tangan kena detergen, saya masih merasa happy saat mengucek. Tapi saat membilas apalagi memeras? Rasanya tenaga terkuras habis semua di situ.

Rupanya suami kasihan juga melihat saya yang selalu kesakitan setelah mencuci baju. Bulan Januari kemarin kebetulan ada rezeki. Suami pun mengajak saya jalan-jalan, memilih mesin cuci sendiri.

Sesampainya di toko, bingung. Apalagi sebelumnya tidak punya referensi, mesin cuci seperti apa yang saya inginkan. Yang penting sih bisa dipake nyuci. Satu lagi, harus punya nilai tambah, tahan siksaan. Soalnya mesin cuci pasti saya pakai juga untuk mencuci bed cover, minimal setelah saya sikat, bed cover tinggal dibilas dan dikeringkan dengan mesin cuci. Jadi, wajar kalau mesin cuci yang kemarin rusak berkali-kali. Siksaan yang diterimanya memang bertubi-tubi hehe

Seperti biasa, ketika melihat barang-barang yang dipajang di toko, mata saya selalu sensitif dengan label harga. Tapi kali ini ada yang lebih menarik perhatian saya. Apakah itu?

Beberapa mesin cuci keluaran Samsung menempelkan label “6 years warranty” dan “11 years warranty”. Jelas ini penting buat saya yang sering menyiksa mesin cuci.

Suami sih tidak terlalu memperhitungkan masa garansi ini. Beliau bilang, ada garansi juga percuma, tidak akan bisa dipakai karena lokasi rumah kami yang sedikit di luar jangkauan. Tapi saya tetap memperhitungkan masa garansi, terlebih mesin cuci sebelumnya memang hanya berumur 6 tahun. Kalau pabrikan mampu memberi janji masa garansi 6 atau 11 tahun untuk sebuah mesin cuci, sepertinya mesin cucinya memang sanggup bertahan selama itu. Kalaupun tidak, ya itu mah nasib aja kali ya. Toh masih bisa klaim garansi.

Selain masa garansi, ada beberapa hal lain yang juga jadi pertimbangan sebelum saya memutuskan memilih mesin cuci.

Top Load/Front Load?

Dulu orang tua saya punya mesin cuci front load. Tapi setelah mesin cuci front load ini rusak, orang tua memilih mesin cuci top load, dengan alasan “lebih murah!”. Dibanding mesin cuci top load, mesin cuci front load memang terbukti lebih efektif membersihkan cucian.

Saya sendiri belum pernah memiliki mesin cuci front load. Kenapa? Karena saya masih punya balita. Takutnya pas anak-anak main petak umpet, si bungsu malah memilih ngumpet di mesin cuci front load. Selain itu tentu saja perbedaan harga yang cukup besar dengan mesin cuci top load juga jadi alasan utama 😛

Konsumsi Listrik

Di tengah berbagai kenaikan harga dan tarif listrik yang fluktuatif, tentu saja konsumsi listrik segala peralatan rumah tangga harus saya perhitungkan. Apalagi listrik di rumah termasuk yang tidak mendapat subsidi.

Konsumsi Air

2 orang dewasa dan 3 anak kecil yang hobi main kotor-kotoran tentu saja membuat baju cucian menumpuk. Jika tidak segera dicuci, selain bau, bakteri juga pasti cepat berkembang biak di baju kotor. Jadi, saya harus segera mencuci baju-baju kotor itu. Sering mencuci, tentunya air yang dibutuhkan juga semakin banyak. Jadi, mesin cuci yang saya gunakan juga harus bisa menghemat air.

Nah, setelah mempertimbangkan hal-hal di atas, pilihan saya jatuh ke mesin cuci keluaran Samsung, Top Load Seri WA85H4000HA. Kenapa pilih yang ini?

Selain memenuhi apa yang sudah saya tuliskan di atas, mesin cuci seri yang ini juga punya tampilan yang unik. Jika kebanyakan mesin cuci memiliki panel listrik di bagian depan, panel listrik Seri WA85H4000HA ini berada di bagian belakang.

Panel di bagian belakang... aman dari jangkauan anak-anak

Panel di bagian belakang… aman dari tetesan air dan bebas dari jangkauan anak-anak

Kenapa ini jadi penting buat saya?

Kalau aliran air lancar sih, saya tidak perlu memindahkan air dari bak ke mesin cuci secara manual. Tapi seringkali air yang keluar dari keran sangat kecil, jadi saya harus mengisi air di mesin cuci sampai penuh secara manual. Saat memindahkan air dari bak ke mesin cuci, panel listrik sering terkena tumpahan air. Belum lagi kalau saya memindahkan bed cover yang sudah dicuci tapi belum dibilas. Air dari bed cover pasti menetes ke panel.

Tentu saja ini berbahaya. Buktinya, beberapa waktu yang lalu mesin cuci lama mengalami kerusakan pada tombol powernya. Setelah diperiksa, bagian dalam panel penuh dengan karat karena terkena air.

Panel listrik yang berada di bagian belakang juga membuat mesin cuci WA85H4000HA ini aman dari jangkauan anak-anak.

Nah, kebetulan sudah 1 bulan pemakaian mesin cuci baru, ternyata listrik hanya naik sebesar 100 ribu-an. Padahal mesin cuci ini digunakan hampir setiap hari. Sewaktu mesin cuci rusak selama 2 bulan kemarin kan cuci manual, jadi rasanya dengan pemakaian yang lumayan rutin, konsumsi listrik mesin cuci Seri WA85H4000HA ini cukup irit.

Ada lagi nih kelebihan lain mesin cuci WA85H4000HA dibanding mesin cuci sebelumnya. Pernah kan mengalami baju yang ada di dalam mesin cuci saling melilit satu sama lain? Buat saya, baju yang melilit saat akan dijemur itu menjengkelkan. Tadinya ingin cepat-cepat selesai menjemur baju, eh masih harus berkutat memisahkan baju yang saling melilit.

Tapi tidak dengan hasil cucian WA85H4000HA. Baju-baju bebas dari lilitan. Ini tentu saja berkat teknologi terbaru yang disematkan di WA85H4000HA, namanya Wobble Technology, yaitu pencucian dengan menggunakan ombak yang dihasilkan oleh 2 roler pulsator sehingga dapat mengurangi lilitan pada pakaian dan mengurangi konsumsi air hingga 40%.

Ah, pantesan meski cukup sering dipakai selama sebulan ini, tagihan air PAM tidak mengalami kenaikan.

Kalau masih ingin lebih hemat, ada pilihan Water Save untuk mengurangi konsumsi air.

Punya baju kesayangan? Sering kan mencuci terpisah dengan baju lain. Atau masih penasaran ngucek cucian? Tentu saja ini juga berpengaruh terhadap konsumsi air. Nah, WA85H4000HA ini memiliki teknologi Activ Dual Wash yang dilengkapi dengan tempat mencuci khusus, yang memberikan ruang mencuci yang nyaman dan unik untuk pencucian dengan tangan, untuk pakaian dalam, pakaian dengan bahan yang halus dan lembut atau bagian pakaian yang sulit dijangkau. Dilengkapi juga dengan Water Jet yang ada di samping mesin cuci, yang dapat dinyalakan atau dimatikan hanya dengan sekali tekan. Setiap sisa air dapat digunakan kembali untuk mencuci pakaian dalam drum mesin cuci dibawah atau dibuang bila tidak ingin digunakan kembali.

Masih penasaran ngucek? Nih ada papan gilesan di sini... :v

Masih penasaran ngucek? Nih ada papan gilesan di sini… :v

Water Jet untuk mencuci baju kesayangan

Water Jet untuk mencuci baju kesayangan

SS 2015-02-19 at 9.59.03 PM

Pokoknya sejauh ini saya puas banget dengan WA85H4000HA. Yang awet ya… 🙂

IMG_20150219_213717

oRiN

oRiN, emak 3 anak, bloggergoler.

33 Comments

  1. Samsung memang keren Mak, saya juga pakai samsung, cuma bukan mesin cuci …tapi Notebook.. ya otomatis gak bisa pakai nyuci hehe ….

    pasti hadiah ultah ya Mak

    • hahah… iya juga mang, baru nyadar… kenapa gak ada kado ultah ya… ternyata mesin cuci yang dijadiin kado… teu rame ah 🙁

  2. Mbak, mesin cuci yg rusak’y msh bs spin ga?, klo msh bs spin, aku mw beli, contact aku ya ke 081394524506.thx

  3. Pingback: Live, Love, Learn
  4. Halo Mbak, mau tanya, kalau child lock diaktifkan tombolnya betul betul tidak bs digunakan atau gimana ya? Masih bingung dg buku manualnya.

    • halo mas..

      childlock kalau diaktifkan semua tombol jadi tidak bisa dipijit lagi, termasuk tombol power. enaknya lagi mesin cuci yang seri ini panelnya ada di belakang, jadi lebih aman karena tidak terjangkau anak-anak.

      makasih kunjungannya ya 🙂

  5. Minta tlg email buku panduan mesin cuci Samsung Anti jongkok 8,5 kg,krn punya sy hilang,salamnya sy terima ksh

    • haha.. saya baru tau kalau mesin cuci ini juga dibilang anti jongkok. nanti saya scan dan kirim ke email bapak ya, sekarang masih mudik 😀

      selamat lebaran pak, dan terima kasih kunjungannya 🙂

  6. paling cepet wash,rinse n spin satu jam lebih utk skali putar,,blm utk bju kloter ke2,,buat sya kelamaan bgt..apa bs dipercepat lgi?

    • Halo Mas Bintoro,

      Kalau saya sih berusaha mengurangi waktu mencuci dengan mengatur air yang masuk + mode mencuci, Mas. Kalo kira-kira tidak perlu direndam terlalu lama, saya pakai Mode Quick. Begitu juga dengan air. Kalo memang cuci sedikit, ya sudah saya pijit aja tombol pengaturan air di angka 3. Nah, yang lama kalau menurut saya memang ketika pengisian air.

      Berhubung panel mesin cucinya di belakang, saya mah suka nambahin air sendiri pake gayung. Lumayan ngirit 10 menit hehe

      Terima kasih kunjungannya ya

  7. Mbak saya mau tanya..kebetulan saya baru pakai mesin cuci samsung ini sekitar 2 minggu..nah ini untuk bilasnya itu hanya tinggal pencet tombol rinse kan? Tp knp airnya msh ada waktunya habis jd saya lgsg pencet spin untuk keringkan..apa salah y mbk?takut aja rusak ni mesin…

    • Halo Mbak Anggun, makasih udah mampir sini. Kalau memang hanya perlu bilas, tinggal pijit Rinse. Tapi ini berarti membilas tanpa membuang air. Sama seperti kalau kita memijit tombol Wash saja. Air masih ada di dalam mesin cuci.

      Jadi sebelum pijit Start, yang Spinnya juga sekalian dipijit.

      Urutannya kalau hanya bilas + kering : Power > Pilih mode mencuci (Soak/Quick/Delicate/dll) > Pilih Kuantitas Air (atau biarkan saja nanti otomatis sensor sendiri > Pilih Rinse plus Spin > Start

      Mudah-mudahan sih memang gak rusak ya, Mbak 🙂

  8. Assalamualaikum mbak Orin.Mau tanya nih,diatas kan disebutkan mbak pake pdam ya.nah untuk ngisi airnya mbak ngisi manual pake selang or gayung atau pake selang otomatisnya itu mbak?Kebetulan sy jg dirumah pake pdam,sama suami selang otomatisnya ga dipasang katanya harus ada talang air kalo yg otomatis gini.Tp sy takut rusak jg jadinya heheheh

    • Waalaikumsalam Mbak Rindy… makasih kunjungannya ya. Kalo gak salah ada ukuran debit minimal buat selang otomatis, saya lupa lagi… tapi saya mah tetep dipasang selang otomatisnya, mbak. Langsung ke kran pdam, gak pake tandon.Masalahnya… nyucinya mesti malem-malem, saat air pdam airnya gede. Kalo pas lagi gede gitu, nyuci kapasitas penuh pake mode quick setengah jam juga beres sih.

  9. mom mau tanya itu laci untuk detergen aja ya ?
    untuk softenernya ditaro mana mom? atau langsung ke cuciannya aja.

  10. Mbak ..makasi bwt reviewnya..kbetulan baru bli ini lg diskon ampir 2jtaan diskonnya jd lgsg bli aja blm smpt baca review2. Mw tanya ini ada dryernya ga sih sbnrnya? Dryer standar bukan yg ampe kering bgt gitu sih..
    Saya sblmnya pake samsung jg emang bandel bgt..peris thn lalu dipake 11 thn baru rusak..jd semoga yg baru ini sama bandelnya 🙂

    • Hallo Mbak Vari, iya ada tombol Wash-Spin-Dry. Yang Dry ya lumayan lah bikin baju lebih cepat kering. Kelemahannya sih, kalo pake detergen bubuk kadang gak larut semua. Lebih baik pakai detergen cair. Sampe sekarang yang ini alhamdulillah masih panjang umur, belum ada keluhan apa2 hehe…

  11. Hai mba. Permisi mau nanya. Kebetulan baru minang Samsung bebas seperti punya Mba.
    Yang mau saya tanyain, waktu akhir proses spin kenapa berisik sekali ya ?
    Apa punya saya saja atau memang karakteristik mesin cuci nya seperti itu.
    Terimakasih.
    ^^

    • Halo Mas,

      Kalau yang saya sih senyap dari awal nyuci sampai proses spin selesai. Mungkin dudukannya kurang rata, Mas. Biasanya dudukan yang kurang bisa membuat mesin cuci jadi tidak seimbang dan berisik. Mudah2an sih gak kenapa2 ya. Makasih udah mampir ^_^

  12. Hallo mbak, kebetulan saya juga baru beli mesin cuci Samsung seperti mbak, saya mau nanyak nih mbak, untuk penyucian otomatis kan hanya menekan tombol daya lalu start, lalu saat proses penyucian kok gak bisa pengurasan air ya mbak?

    • Hallo Mbak Safrina. Maaf saya baru buka blog lagi. Mungkin posisi baju di dalam mesin cucinya kurang seimbang, Mbak. Kadang kalau gak seimbang proses pencucian jadi terhenti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.