Camping yuk??? :D

By | November 12, 2014

“Mah, Teteh juga mau camping kaya’ Mamah”, kata Teteh sewaktu melihat saya tersenyum-senyum sendiri membaca komentar teman-teman di foto profil facebook saya.

1454896_571303859665766_3893412804334706980_n

tebak saya yang mana??? ūüėÄ

Dulu, saya memang sempat beberapa kali naik gunung bersama teman-teman. Perjalanan terjauh saya hanya sampai ke Gunung Gede – Pangrango. Kalau tidak salah ingat, saya sudah 3 kali naik ke puncak Gunung Gede – Pangrango. Sementara perjalanan terlama adalah ketika menempuh pendidikan dasar kelompok pecinta alam GANALA dari Kiarapayung, Jatinangor sampai ke Maribaya, Lembang lanjut ke Dago selama 5 hari. Setelah saya lulus pendidikan dasar, tahun berikutnya saya juga mengikuti perjalanan yang sama bersama adik kelas saya. Tidak seperti teman-teman lain, saya belum pernah ikut perjalanan ke luar Jawa Barat apalagi lintas pulau. Soalnya susah dapat ijin dari orang tua hehehe…

Meski sudah bertahun-tahun yang lalu, tapi pengalaman selama nge-camp bersama teman-teman ini sangat berkesan dan menyenangkan. Banyak hal-hal yang tidak saya peroleh dari bangku sekolah/kuliah. Misalnya, bagaimana bertahan hidup dengan logistik seadanya selama berhari-hari (survival). Yang lebih menyedihkan adalah saat ene*gen yang saya sembunyikan malah ketahuan oleh senior. Kalau membayangkan keadaan saat survival ini sih, aduh… gak lagi-lagi deh.

Yang ingin saya ulangi saat ini sih hanya melakukan perjalanan ke gunung dan camping, kalau bisa bersama teman-teman seperti dulu. Masalahnya, kalau dulu saya susah mendapat ijin dari orangtua, sekarang setelah jadi orangtua malah susah mendapatkan ijin dari anak-anak. Maklum saja, bagi anak-anak… saya adalah ibu peri baik hati. Makanya kemana-mana ditempel terus -_-

Kalau saya sendiri susah meninggalkan anak-anak, kenapa tidak menghabiskan waktu untuk berkemah bersama mereka saja? Toh selama ini mereka sering berkreasi dengan kain-kain panjang untuk menyelimuti kolong meja dan bermain di dalamnya. Lagipula sekarang saya sudah tinggal di gunung hihihi.

Mumpung hadiah ngeblog beberapa waktu yang lalu sudah cair, sekarang saatnya mewujudkan imajinasi itu dengan berkemah yang lebih nyata. Kemah ini bukan untuk bertahan hidup, tapi sebagai wisata keluarga.

Tapi sebelum merencanakan kemah bersama anak-anak, tentunya banyak hal yang harus dipersiapkan.

Misalnya lokasi camping. Yang paling mudah dan irit tentunya berkemah di pekarangan rumah sendiri. Nah, kalau mau camping di pekarangan rumah sendiri, tidak mungkin donk pakai kain panjang yang dibentang-bentangkan. Dalam rangka memenuhi janji saya kepada anak-anak kalau hadiah ngeblognya sudah cair, saya pun membelikan tenda kecil untuk mereka.

1402_374749569321197_9102957_n1174917_374751102654377_1959536013_n

Sebetulnya kalau ingin petualangan lebih seru, bisa sih memilih alam terbuka khusus untuk berkemah, seperti bumi perkemahan atau lahan perkemahan. Apalagi di dekat rumah kami ini cukup banyak bumi perkemahan, misalnya di Ciater atau di Lembang. Dibandingkan bumi perkemahan, lahan perkemahan lebih kecil dan biasanya dikelola keluarga. Kalau mau berkemah di lahan perkemahan, sebelumnya hubungi pengelola untuk memesan tempat dan memastikan fasilitas air bersih, sanitasi, serta penerangan tersedia. Sebagian besar pengelola memberikan sumber listrik secara gratis atau dengan biaya kecil. Sebagian yang lain bahkan menyediakan mesin cuci yang bagus bagi penyewa yang berkemah cukup lama.

Tapi bukan berarti camping di pekarangan juga kurang seru. Agar lebih seru, bisa koq ajak tetangga dekat berkemah bersama, memanfaatkan lahan kosong di lingkungan sendiri bersama tetangga.

Persiapan perlengkapan camping pada prinsipnya adalah seminimal mungkin tanpa mempersulit kita. Panduan perlengkapan camping pada situs Pramuka Indonesia bisa dibilang cukup lengkap dan bisa disederhanakan untuk tujuan camping rekreasi, mencakup:

  • Tenda, alas tidur, dan selimut
  • Pakaian secukupnya
  • Sepatu dan kaos kaki sesuai medan
  • Jaket atau penghangat tubuh lain
  • Perlengkapan ibadah
  • Perlengkapan P3K
  • Alat makan plastik
  • Peralatan memasak: kompor parafin atau spiritus, korek api, panci
  • Bahan makanan
  • Senter dan alat penerangan portabel
  • Perlengkapan mandi
  • Payung atau jas hujan

Saya meminta Ceuceu dan Teteh menyiapkan semua keperluan di atas sendiri. Saya hanya perlu mengecek kembali. Kalau semua sudah siap, sekarang tiba saatnya camping. Yang namanya camping kurang seru kalau tidak ada api unggun. Membuat api unggun tentu perlu ranting pohon. Tak perlu menyuruh dua kali, Ceuceu, Teteh dan Ade dengan semangat mengumpulkan ranting-ranting pohon untuk api unggun. Mereka juga membantu mendirikan tenda dan menyiapkan makan malam. Selain menyibukkan mereka dengan aktivitas pokok, kita bisa memanfaatkan siang hari untuk memperkenalkan mereka pada alam dan lingkungan dengan menjelajah area sekitar. Ada baiknya daftar kegiatan dibuat sebelum berangkat dengan alternatif untuk mengantisipasi perubahan cuaca. O iya, sebaiknya camping ini dilakukan bukan di musim hujan. Bisa gawat kalau sedang tidur pulas tengah malam kemudian turun hujan besar!

Camping juga tidak seru kalau tidak kotor-kotoran. Bukan hanya saat berkemah, kegiatan sehari-hari saja anak-anak hobi sekali main kotor-kotoran. Untuk mengajarkan anak-anak nilai tanggung jawab, saya seringkali meminta anak-anak mencucikan baju bekas berlibur, termasuk bekas berkemah seperti ini.

Bukan eksploitasi anak koq. Tenang saja, kami menggunakan mesin cuci yang didesain praktis dan ekonomis. Sebelumnya anak-anak bisa diminta bantuan memisahkan pakaian sangat kotor atau bahkan berlumpur dari pakaian yang tidak terlalu kotor. Kemudian  masukkan baju ke dalam mesin cuci, dan ikuti petunjuk mencuci memakai mesin cuci yang bagus agar cepat selesai dalam keadaan bersih.

10339781_587489501380535_539580215150217141_n

Ya, mudah-mudahan acara camping ini bisa menambah pengalaman anak-anak, saya pun bisa bernostalgia¬†camping di tenda… meski hanya di pekarangan rumah hehehe

5 thoughts on “Camping yuk??? :D

Leave a Reply