Category: Lomba

spesifikasi

Lenovo Moto E3 Power, No More Battery Worries

“Teman-teman, nanti ada hadiah buat pemenang live twit ya. Jangan lupa hashtag dan mention ke akun @xyz”, ujar MC yang memandu acara launching sebuah produk.

Berbekal semangat 45, saya mulai ngebut kultwit. Kepala tertunduk, telinga mendengarkan presentasi dengan seksama, mata menatap tajam layar smartphone, memerhatikan setiap huruf yang keluar di twitter. Konsentrasi. Jangan sampai salah hashtag dan mention. Bisa-bisa hadiah melayang!

Sedang serius membuat kultwit, tiba-tiba… Ugh! Smartphone saya habis baterai. Huhuhu… rasanya pengen banting saja smartphonenya. Padahal tadi dari rumah baterai smartphone dalam kondisi penuh. Sayangnya, powerbank yang sempat membantu baterai smartphone kembali terisi juga sudah sekarat karena sedari pagi saya berada di luar.

Colokan mana colokan? Aduh… panitia gak nyediain colokan nih. Kalaupun ada, dengan acara yang sudah berjalan setengahnya, sulit mengisi baterai smartphone dengan cepat agar bisa kembali mengikuti live twit. Adududuh… alamat hadiah beneran melayang ini mah.

Dan ternyata memang benar. Saya tidak bisa melanjutkan live twit dan kehilangan kesempatan mendapatkan hadiah. Huhuhu…  Read More

Sakura Filter Kabin, Pilihan Terbaik Berkendara Sehat dan Nyaman

Teteh mah gak mau ikut!”, rajuk Teteh sambil terus berdiri di teras rumah. Padahal mobil sudah dinyalakan dan siap berangkat.

Duh, gimana atuh ini teh. Kalau Teteh gak ikut, siapa yang jaga Teteh di rumah? Batal berangkat juga gak mungkin. Soalnya Ceuceu dan Ade semangat sekali, malah sudah duduk manis di jok tengah lengkap dengan bantal masing-masing. Barang-barang juga sudah dimasukkan bagasi.

Sebenarnya bukan untuk pergi jauh sih, hanya jalan-jalan ke kota di akhir pekan. Tapi mau jauh atau dekat, Teteh seringkali menolak ikut pergi pakai mobil. Alasan Teteh, mobilnya bau. Karena bau ini, Teteh juga sering mabuk perjalanan.

Teteh manyun…

Read More

Minimalisasi Risiko Bencana Melalui Inovasi

“Upami nu di luhur masihan terang mah, panginten moal dugi ka aya korban jiwa, Neng”, ujar Pak Burhan ketika menceritakan kronologis banjir bandang di Subang beberapa bulan yang lalu. Ya, banjir bandang yang terjadi di Desa Sukakerti, Cihideung, Cisalak, Subang menjelang bulan puasa kemarin memang seolah datang tiba-tiba. Beberapa jam sebelum kejadian, warga sempat mendengar dentuman keras dari arah Read More

Masjid Al-Ikhlas, masjid yang tetap berdiri tegak di Cisalak

Tak ada yang menyangka kalau malam Nisfu Syaban kemarin adalah malam terakhir bagi beberapa warga di Desa Cihideung, Cisalak, menempati rumah yang selama ini jadi tempat berteduh selama bertahun-tahun.

Suara gemuruh bak bunyi pesawat terbang, yang sebenarnya jarang mereka dengar karena tak pernah ada pesawat melintas di sini, terdengar dari arah bukit.

Seketika air menerjang dari arah bukit. Warga berhamburan ke luar rumah. Tak sedikit yang kesulitan membuka pintu karena air sudah memenuhi rumah, hingga harus memecahkan kaca jendela hanya dengan tangannya.

Di tengah kegelapan, mereka berlari ke hutan, tanpa sempat membawa apapun kecuali baju di badan yang menempel. Berlindung dari terjangan air yang menghempas apa saja yang dilewatinya.

Selang 2 jam kemudian, batu-batu besar dan kayu-kayu besar terbawa arus, meluluhlantakkan 32 rumah yang ada di Cihideung.

Banjir bandang Cisalak

Meksi hampir seluruh bangunan yang ada di Cihideung hancur terkena banjir bandang, ada masjid yang tetap berdiri dengan kokoh, yaitu Masjid Al-Ikhlas. Seperti yang dituturkan oleh Pak Muhyidin, amil Masjid Al-Ikhlas, bahwa masjid senantiasa dijaga oleh 70.000 malaikat.

IMG_8092

Berada tepat di tepi garis merah yang ditetapkan oleh Basarnas, Masjid Al-Ikhlas pun menjadi tempat berlindung para pengungsi.

13275293_311177125880047_979826210_o

Bagi warga Cihideung, banjir bandang  yang terjadi kemarin membawa sebuah pesan bahwa masjid (Islam) merupakan tempat yang aman bagi siapapun yang mau mengimaninya…

*Jumlah kata  203

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis : 1001 Kisah Masjid”

 

 

Read More

driverrating

Perjalanan Mudik Hingga Ke Rumah Sakit Bersama #NewMyBlueBird

Libur tlah tiba… Libur tlah tiba… hatiku gembira…

Anak-anak sudah selesai dibagi raport hari Sabtu kemarin. Hasilnya? Alhamdulillah… cukup memuaskan. Kalau sudah dibagi raport berarti sudah waktunya liburan, sejenak rehat dari rutinitas sehari-hari. Liburan panjang begini sih enaknya jalan-jalan ya. Tapi berhubung anak-anak sedang puasa, daripada macet-macetan & kehausan di jalan, mending juga liburannya ke rumah Nene saja.

Selasa pagi semua sudah siap. Termasuk baju anak-anak di dalam tas masing-masing. Perjalanan ke Bandung dari Subang lancar tanpa hambatan. Sedikit tersendat di Jalan Raya Tangkuban Parahu, ada perbaikan jalan sebagai persiapan jalur mudik nanti. Belum juga sampai ke Bandung, telepon suami sudah sibuk krang kring. Rupanya ada tamu yang sudah menunggu di kantornya. Akhirnya karena suami sedang sibuk dengan urusan di kantornya, saya dan anak-anak meneruskan perjalanan dari kantor suami ke rumah Nene dengan taksi saja.

Pakai taksi? Mau jalan ke depan? Bisi lama nunggunya“, tanya suami.

Berhubung kantor suami berada di dalam kompleks perkantoran, sulit memang kalau mengandalkan taksi kosong yang lewat. Biasanya ada sih satu atau dua taksi di depan gerbang kompleks, tapi harus jalan dulu agak jauh. Duh, kan capek hihi…

Gak usah, nunggu sini aja. Tinggal pesan. Gampil“, jawab saya sambil mengeluarkan hape dan membuka aplikasi NewMyBlueBird.

NewMyBlueBird Read More

1 2 3 4 13