Ada apa di Basmal Steak House Lembang?

“Mah, makan di mana nih?”, tanya suami.

“Terserah”, jawab saya, jawaban standar seorang perempuan.

“Mau nyobain tempat makan baru deket Indomaret Lembang gak?”, suami menawarkan tempat makan yang sama sekali belum pernah kami kunjungi.

“Ada yang baru ya? Apaan?”, kembali saya bertanya meski sebenarnya kurang tertarik dengan tawaran suami.

“Basmal Steak gitu kalo gak salah. Gimana? Ayo, bentar lagi nih”, suami meminta saya segera memutuskan, plang Indomaret sudah terlihat jelas di depan mobil…

“Gak ah, perlunya makan nasi. Dari siang kan belum makan nasi”, akhirnya saya menolak tawaran suami makan di resto baru tadi. Namanya juga orang Sunda, kalau belum makan nasi ya belum makan ūüėõ

Lagipula, saya belum mau makan bakso… padahal sedang tidak hamil. Saya memang berhenti makan bakso sejak hamil si bungsu, dan mabok baksonya masih berlanjut sampai sekarang si bungsu berumur 3 tahun.

“Tadi katanya terserah! Ya udah makan di rumah aja…”, tegur suami.

Dan akhirnya perut yang belum diisi sedari siang terpaksa harus menahan lapar selama 1 jam perjalanan ke depan. Gara-gara terserah… ūüėÄ

Continue Reading

[TIPS] Mengupas Telur Rebus

Kalau bicara soal makanan, boleh dibilang anak-anak tidak ada yang rewel. Apa saja mau dimakan. Tapi diantara banyak makanan, ada satu yang tidak boleh terlewat. Apalagi kalau bukan telur. Anak-anak memang pinter, tahu emaknya pelit. Ya kalau beli ayam seperempat, itu juga harus dipotong kecil-kecil biar semua kebagian, dengan harga yang sama bisa dapet telur setengah kilo, kurang lebih 8 butir telur, cukup untuk makan dari pagi sampai malam. Yang penting masih bergizi. Iya kan? Hahaha

Selain sebagai lauk nasi, telur juga seringkali digado… didadar, dibuat mata sapi, atau sekedar direbus. Semua harus dimasak dulu, soalnya belum ada¬† yang mau makan telur mentah.

Yang bikin repot kalau anak-anak minta telur puyuh rebus, hiks… capek kupas satu-satu perintilan gitu. Untungnya kalau minta telur rebus, anak-anak maunya kupas telur sendiri. Dulu, sebelum saya tahu tips ini, seringkali anak-anak kesusahan mengupas telur yang masih menempel di cangkangnya. Alhasil, jadinya malah berantakan. Tapi sekarang sih tidak lagi, ada tips biar telur rebus mudah dikupas dan tidak menempel di cangkangnya.

Daripada blognya lumutan lama tidak diisi, berikut saya tuliskan tips mengupas telur rebus, baik itu telur ayam atau puyuh. Telur bebek saya belum percah coba. Yang sudah pasti tidak bisa sih  telur yang katanya keluar dari seorang kakek di Jakarta itu.

Langkah 1. Sebelum dikupas, tentu saja telurnya harus direbus terlebih dahulu. Kalau tidak direbus, ya jadinya bukan telur rebus.

Langkah 2. Masukkan telur ke dalam panci yang berisi air dingin. Sebaiknya sih pancinya yang bertutup, tapi jangan lupa sisakan sedikit lubang di tutupnya.

Langkah 3. Gunakan  mulai dari api kecil, biarkan air mendidih perlahan. Jangan terlalu besar ya, kalau api yang digunakan terlalu besar, nanti cangkang telurnya bisa retak/cracking.

Langkah 4. Tambahkan  1/2 sdt garam, untuk mencegah cracking. Selain itu garam juga bisa membuat cangkang telur lebih mudah dikupas.

Langkah 5. Telur matang sempurna setelah air mendidih kurang lebih selama 5 menit (3 menit setelah air mendidih telur menjadi 1/2 matang, 5 menit setelah air mendidih telur menjadi matang) Kalau telur terlalu lama direbus, kulit ari telur akan menyatu dengan putih telur sehingga menyulitkan pengupasan).

Langkah 6. Ketika telur sudah matang, kurangi panas sedikit demi sedikit sehingga temperatur telur tetap terjaga. Biarkan sampai airnya dingin setidaknya 10-15 menit.

Nah, bagi yang tidak sabaran seperti saya, menunggu 10-15 menit ini cukup lama rasanya. Untuk mempercepat proses pendinginan, telur yang sudah matang ini kemudian dimasukkan ke dalam air dingin dan biarkan sampai cangkangnya benar-benar dingin. Kulit telur yang panas akan rapuh jika tiba tiba di beri air dingin. Masih kurang cepat? Tambahkan es batu atau pakai air dingin dari kulkas!

Hasilnya? Telur bisa dikupas dengan sempurna… eh, tapi perasaan tadi telur puyuh yang direbus ada 20… koq sekarang gak ada satupun ya???

Hadeuuuh… ini sih selesai dikupas langsung dimakan! Dasar bocah! Maaf ya, gak ada fotonya… barang bukti sudah lenyap :))

Continue Reading