Category: Belajar Bahasa Sunda

SS 2017-07-06 at 11.53.41 PM

[Basa Sunda] Halodo Sataun Lantis Ku Hujan Sapoe

Halodo sataun lantis ku hujan sapoé…

Ada yang pernah mendengar pepatah/paribasa di atas? Kalau diartikan per kata, paribasa ini memiliki arti sebagai berikut

halodo = kemarau

sataun = setahun / satu tahun

lantis = habis terhapus

ku = oleh

hujan = hujan

sapoé = sehari / satu hari

 

Read More

[Basa Sunda] Kapeurih sing jadi peurah

[Basa Sunda] Kapeurih sing jadi peurah  – “Kebanyakan gula, diabetes. Kebanyakan garam, darah tinggi,” begitu komentar salah seorang penumpang yang kebetulan naik angkutan umum yang sama dengan saya. Ketika itu saya naik elf menuju Subang setelah menghadiri sebuah acara. Elf yang ngetem cukup lama membuat saya bisa ngobrol santai dengan penumpang lain. Dari 12 penumpang ada Read More

[Basa Sunda] Paribasa : Elmu Ajug

[Basa Sunda] Paribasa : Elmu Ajug– “Duh, punggung sakit banget. Tolong pijit sampai bunyi, Mah“, pinta suami sambil rebahan di lantai.

Kalau sudah pasang posisi begini, berarti saya harus menekan punggungnya sampai mengeluarkan bunyi… “derekdek”. Biasanya sih kalau sudah bunyi, rasa berat dan sakit yang nemplok di punggung sedikit berkurang.

Bahaya gak sih mengurangi rasa sakit di punggung dengan cara seperti itu? Entahlah. Yang jelas sih setelahnya memang terasa enak hihi… Read More

[Basa SUNDA] Cikaracak Ninggang Batu, Laun-laun Jadi Legok

[Basa Sunda] Cikaracak Ninggang Batu, Laun-laun Jadi Legok – Minggu kemarin kan UTS dan anak-anak begitu ketakutan menghadapi pelajaran Bahasa Sunda.

“Mah, besok Bahasa Sundanya yang ada kaya’ peribahasa-peribahasa gitu. Apa sih sundanya… babasan jeung paribasa ya? Gimana atuh? Ceuceu mah gak bisa”, kata Ceuceu sepulang sekolah.

Sebelumnya di ulangan Bahasa Indonesia juga keluar soal peribahasa.

Waktu bahasa Indonesia mah disuruh nerusin soal Di mana bumi dipijak, di situ… Ceuceu jawab Langit dijunjung,” Ceuceu membandingkan soal ulangan bahasa Indonesia kemarin.

Sama ini satu lagi, disuruh ngartiin sedia payung sebelum hujan. Kalau itu mah gampang, ini kan udah sedia payung aja di tas. Padahal belum musim hujan“, kata Ceuceu sambil menunjuk payung di tasnya.

Gak mau bikin Ceuceu tambah stress, saya pun mencari babasan dan paribasa Sunda yang umum digunakan sehari-hari, setidaknya yang saya tahu artinya.

Memangnya babasan apa? Babasan biasanya terdiri dari 2-4 kata dan memiliki arti kiasan. Umumnya menggambarkan sifat manusia. Misalnya beurat birit. Beurat artinya berat, dan birit itu imbit alias pantat. Makna dari beurat birit adalah kedul alias malas.

“Naahh… yang kaya’ Ceuceu itu yang namanya beurat birit. Kalau Mamah minta tolong, susahnya… naudzubillah“, kata saya.

Dan Ceuceu pun hanya bisa cengengesan… Read More

[Basa SUNDA] Sesah atau Seusah?

[Bahasa SUNDA] Sesah atau Seusah? – Jadi ceritanya tadi di group yang saya ikuti ada sebuah post yang muncul paling atas. Katanya begini, anaknya ditanya pakai bahasa Indonesia, jawabnya pakai bahasa Jerman. Ditanya pakai bahasa Sunda, jawabnya juga pakai bahasa Jerman. SEUSAH katanya mengamalkan bahasa Sunda.

Hmmmm… saya tidak kenal siapa orang yang menulis status ini. Sepertinya beliau memang tinggal di Jerman. Namun bukan itu yang jadi masalah. Saya tergelitik untuk ikut komentar di status ini, soalnya sepertinya yang dimaksud SEUSAH oleh beliau adalah SUSAH.

Tapi sayangnya, ketika saya mengoreksi tulisannya yang menurut saya kurang tepat, orangnya sepertinya antikritik. Padahal saya bilangnya baik-baik… Hiks. Jadi sedih. Eh tapi saya pun antikritik ahaha. Makanya gak pakai lama, saya mah langsung aja keluar dari group itu hihi… Padahal jarang-jarang saya sampai keluar dari group, kalau tidak aktif dan jarang menengok group sih sering XD

Ya meskipun saya sendiri kerepotan mengajarkan Ceuceu, Teteh dan Ade, tapi sepengetahuan saya sih SUSAH dalam bahasa Sunda itu ditulisnya SESAH, tanpa huruf U dan dibaca seperti e pada kata PENAT.

Seperti yang sudah saya bilang, bahasa Sunda memang rumit. Selain memiliki undak usuk basa, ada ciri khas bahasa Sunda yang tidak semua orang bisa. Tak jarang orang Sunda sendiri malah kewalahan hihi. Apalagi kalau bukan EU dan imbuhan mah, da, teh, atuh yang seringkali salah penempatannya, kecuali pada kata Da Aku Mah Apa Atuh yang sudah benar penempatannya 😀 Read More

1 2