Mudik Selamat, Aman dan Nyaman Dengan Pesawat

terbang selamanya

Salah satu momen yang tidak bisa saya lupakan sampai sekarang adalah ketika ikut arus balik dengan menggunakan pesawat di tahun 2005 yang lalu. Bagaimana bisa saya lupakan kalau sepanjang perjalanan sejak dari Bandara Husen Sastranegara sampai transit di Surabaya, saya tak berhenti mencucurkan air mata.

Ya, di dalam pesawat saya terus menangis sesenggukan. Untungnya selama penerbangan dari Bandung ke Surabaya┬áitu saya duduk sendiri. Jadi gak malu-malu amat hihi…

Ada dua hal yang menyebabkan saya menangis tanpa henti. Yang pertama adalah saya harus meninggalkan Abah dan Nene demi menemani suami yang saat itu bertugas di Dili, Timor Timur.

Continue Reading