Fun Experience with Central Springbed

SS 2014-10-22 at 1.44.26 AM

“JANGAN LONCAT-LONCAT DI KASUUUUUUUUUURRRRRRR!!!!”

Teriakan histeris saya saat melihat anak-anak loncat-loncat di kasur membuyarkan tawa riang mereka. Ceuceu, Teteh, dan Ade mendadak diam seribu bahasa. Semua duduk dengan muka ketakutan.

“Kalian gimana sih? Kasur mamah rusak donk kalau dipake loncat-loncat!!!“, saya masih tidak berhenti memarahi mereka.

Tapi Mah, kalau kita loncat-loncat di kasur di rumah Nene koq gak pernah dimarahin???“, tanya Ceuceu, si Sulung.

Di Nene kasurnya bagus tauk! Dipake loncat-loncat juga gak bakal rusak. Dulu juga Mamah sering loncat-loncat di sana,” saya pun mengenang masa-masa di mana saya memiliki Fun Experience with Central Springbed.

Bukan hanya saya, tapi ketiga kakak laki-laki saya pun memiliki Fun Experience with Central Springbed. Tentunya pengalaman kami berbeda-beda. Seingat saya, Abah dan Nene membelikan kami Springbed Central ukuran Full Size di tahun 1990, bersamaan dengan kepindahan kami ke rumah yang ditinggali Abah dan Nene sampai sekarang. Saat itu saya masih duduk di kelas 4 SD. Masing-masing mendapatkan satu kamar dan tentu saja satu springbed. Tidak hanya mengisi kamar anak-anaknya, ranjang di kamar Abah dan Nene juga menggunakan Springbed Central.

Fun Experience with Central Springbed kakak laki-laki pertama saya adalah saat teman-temannya berkumpul sepulang sekolah hanya untuk bermain gitar atau menonton televisi di atas kasur. Sementara Fun Experience with Central Springbed kakak laki-laki kedua saya adalah saat teman-temannya bermalam di rumah untuk mengerjakan tugas. Tidak tanggung-tanggung, malah bisa sampai 15 orang tiap kali kumpul. Yang membuat geli adalah ketika mereka berebut, siapa yang tidur di atas kasur? Agar adil, siapa yang kebagian tidur di kasur pun akhirnya dijadwal hahaha…

Kakak laki-laki ketiga memiliki Fun Experience with Central Springbed yang lain dari yang lain. Teman-teman kakak ketiga ini seringkali menjadikan kamar kakak sebagai tempat persembunyian untuk… merokok! Tak jarang api rokok dan tumpahan kopi mengenai springbed di kamarnya. Tapi Abah dan Nene tidak membelikan kasur pengganti untuk kakak ketiga. Selain sebagai hukuman, Springbed Central di kamar kakak ketiga ini juga tidak mengalami kerusakan yang berarti kecuali kotor.

Saya sendiri memiliki Fun Experience with Central Springbed yang luar biasa. Selain seringkali dipakai loncat-loncat, Springbed Central kesayangan ini nasibnya sungguh mengenaskan. Bagaimana tidak? Saya memang memiliki kebiasaan buruk, masih mengompol tanpa sadar sampai saya duduk di bangku kelas 1 SMP. Sudah tidak terhitung bekas ompol di Springbed Central saya. Setiap kali Springbed Central basah kuyup terkena ompol, lalu saya membersihkan sendiri bekas ompol di springbed kemudian dibantu Abah menggotong springbed ini untuk dijemur di halaman sampai saya pulang sekolah.

Suatu hari saya kembali mengompol di kasur dan Abah sedang dinas luar kota. Karena tidak kuat menggotong springbed sendirian, setelah dibersihkan springbednya tidak dijemur. Dan ya, sampai malam tiba, springbed saya tidak kunjung kering. Akhirnya saya tidur di kasur Nene. Cihuyy… Fun Experience with Central Springbed kali ini di springbed King Size!!! Nene sudah mewanti-wanti agar saya buang air kecil terlebih dahulu sebelum tidur. Tapi dasar kebiasaan, meski sudah buang air kecil, saya tetap mengompol tuh. Alhasil kasur Abah pun basah kuyup. Padahal saat itu musim hujan, cuaca tidak memungkinkan untuk menjemur springbed. Sementara nanti malam Abah pulang.

Nene berinisiatif menjemur springbed dengan… lampu! Sayangnya panasnya lampu yang terlalu dekat dengan springbed malah merusak kain pelapis Springbed Central milik Abah. Kering sih, tapi bolong besar sekali hahaha. Beberapa bulan kemudian springbed Abah dibawa ke tempat service untuk diganti kain pelapisnya.

Hingga saat ini Springbed Central ini masih dipakai oleh Abah dan Nene, lho. Abah pun menikmati Fun Experience with Central Springbed dengan caranya sendiri. Abah menderita stroke sampai anggota badan bagian kirinya mengalami kelumpuhan. Sekarang kegiatan Abah lebih banyak dilakukan di atas kasur. Ketika kami menawarkan untuk mengganti kasur, Abah menolaknya. Kata Abah, kasur Abah sudah sangat enak dan nyaman. Lagipula ini springbed kenang-kenangan katanya. Kenang-kenangan diompolin saya sampai bolong haha…

Fun Experience with Central Springbed Abah lainnya adalah tidur yang tetap nyaman dan relaks. Meski sudah berumur 24 tahun Springbed Central Abah memang masih nyaman digunakan.

Untuk Abah yang menderita stroke, posisi tidur jelas sangat berpengaruh untuk mempercepat proses penyembuhannya. Jangan sampai gara-gara kasur tidak dapat menyesuaikan lekuk tubuh Abah saat tidur, relaksasi Abah menjadi terganggu. Hasil terapi berbulan-bulan pun bisa sia-sia dilakukan. Untungnya Springbed Central memiliki pegas yang bagus dan membuat kasur nyaman untuk tidur, bisa lentur mengikuti gerakan tubuh sehingga otot-otot tubuh Abah bisa benar-benar santai.

Kemarin ada BBM dari Oomnya Ceuceu, Teteh dan Ade, mengirimkan foto anak-anaknya yang kembar sedang loncat-loncat di atas kasur bekas ayahnya, yang tak lain adalah kakak laki-laki ketiga saya. Benar-benar Fun Experience with Central Springbed!!!

SS 2014-10-22 at 1.39.36 AM
Loncat-loncat aman, tidur tanpa seprei pun tetap nyaman… Central Springbed gak panas tuh :)

Wow! Springbed Central memang dahsyat. Tak heran jika Springbed Central berani memberikan garansi 10 tahun untuk pegas. Buktinya meskipun springbed Central ini terkena api rokok, tumpahan kopi, dan masih dipakai loncat-loncat keponakan padahal umurnya sangat tua untuk ukuran springbed (24 tahun lho!) , Springbed Central belum mengalami kerusakan yang berarti. Bahkan ketika saya coba membalikan Springbed Central, tidak terdengar bunyi pegas yang patah seperti yang terjadi pada springbed di rumah saya. Yang tidak kalah penting, meski boleh dibilang Springbed Central di rumah Abah dan Nene sudah uzur, tapi tidak ada tungau/serangga yang bersarang di Springbed Central. Padahal Springbed Central-nya sudah sering saya ompolin. Keren kan? Yang tak jadi sarang tungaunya yang keren, bukan ompolnya.. hehe

Saat kami berkunjung ke rumah Abah dan Nene kemarin, yang pertama kali diburu oleh anak-anak adalah kamar saya di lantai 2. Tentu saja untuk loncat-loncat di atas Springbed Central milik saya! Hahaha… Have Fun Experience with Central Springbed, ya Kiddos!

SS 2014-10-22 at 1.44.26 AM

Disclaimer : Tulisan ini diikutsertakan pada lomba blog Fun Experience with Central Springbed.

Isi tulisan di luar tanggung jawab PT. Graha Seribusatu Jaya

Fun Experience With Central Springbed
Continue Reading

[Basa Sunda] Uyah mah tara téés ka luhur…

P_20140927_191824

[Basa Sunda] Uyah mah tara téés ka luhur – Menjelang sahur Nene selalu mengirim pesan pendek untuk semua anak-anaknya, yang semuanya sudah tidak tinggal bersama Nene dan Abah…

“Banguuunnn… Ceuceu, Teteh, Ade udah bangun? Sahur sama apa?”, seperti itulah pesan pendek yang dikirimkan Nene setiap hari selama sahur.

Ceuceu, si Sulung, sudah siap menyantap hidangan sahur. Ade, si Bungsu, sengaja tidak saya bangunkan. Maklum, umurnya baru 2 tahun, ikut sibuk hanya saat berbuka puasa. Lho, si Tengah kemana? Ah, rupanya setelah dibangunkan tadi, Teteh kembali tertidur.

Continue Reading

Selamatkan Satwa, Selamatkan Hutan, Selamatkan Dunia

Juara Pertama Forest Fire Campaign Kit Competition 2014, Greenpeace Indonesia

Berita mengenai kabut asap yang terjadi di Riau beberapa waktu yang lalu cukup menarik perhatian Ceuceu, anak pertama saya yang sekarang berusia 9 tahun.

“Mah, orang-orang itu kan tinggal di kota. Kebakarannya di hutan. Di kota saja asapnya segitu tebal. Kasihan harus pakai masker terus. Terus, Mah… bagaimana dengan hewan-hewan di hutan?”, tanya Ceuceu dengan mimik muka penuh rasa khawatir.

Asap pekat dari kebakaran lahan gambut di Plintung, Medan Kampai, Dumai, Riau, Selasa (18/3). Sumber gambar : Kompas

Continue Reading

Pentingnya Air Bersih Untuk Hidup Yang Lebih Sehat

Keceriaan anak-anak di kolam renang Cibinong, sumber gambar : dokpri

IMG_7072(1)

Alhamdulillah, tulisan ini mendapatkan penghargaan sebagai

JUARA 1 ANUGERAH JURNALISTIK AQUA 2014 KATEGORI KARYA TULIS UMUM

23 Oktober 2014, Erasmus Huis Jakarta

Malam itu seperti biasa saya menemani anak-anak belajar di kamar sambil menunggu adzan Isya. Sementara suami baru saja pulang dari kantor. Segelas teh manis hangat sudah saya siapkan di meja. Begitu pun dengan piring dan lauk pauk untuk makan malam. Nasinya tinggal ambil sendiri di alat penanak nasi otomatis.

“Mah, mah… sini cepet!”, setengah berteriak suami yang sedang mengambil nasi memanggil saya.

“Apaan?”, tergopoh-gopoh saya segera menghampiri suami.

“Kata Mamah, ini bau gak?”, tanya suami sambil menyodorkan nasi di piring untuk saya cium baunya.

Segera saya cium nasi itu, dan ternyata memang benar tercium bau tidak enak. Teksturnya juga sudah berubah, sedikit berlendir. Jelas kalau nasi sudah basi.

“Ih… iya. Kenapa ya? Padahal ini nasi baru dimasak tadi pagi. Tadi siang anak-anak makan masih bagus. Terus gimana donk? Sekarang masak nasi lagi ya? Tapi nunggu lama”.

“Gak usah, ini saja. Belum terlalu basi koq”, suami kemudian menambahkan lauk pauk ke atas nasi yang sudah diambilnya tadi.

Tapi saya tetap mencuci beras untuk dimasak, anak-anak memang belum akan makan malam segera, PRnya belum selesai.

Suami menyarankan saya memeriksa alat penanak nasi yang sudah cukup lama kami miliki ini. Meski sedikit mengalami kerusakan di bagian engsel penutupnya, sebetulnya alat penanak nasi ini masih berfungsi cukup baik.

“Coba lihat, siapa tahu ada uap yang terperangkap dan kembali lagi ke bawah. Atau barangkali harus kembali masak nasi manual, pake langseng… bisa gitu pakenya???”, tanya suami dengan tatapan penuh keraguan.

Waduh… pakai langseng? Belum apa-apa sudah terbayang kerepotan yang akan saya hadapi kalau harus menanak nasi dengan langseng. Bukankah teknologi dicpitakan untuk mempermudah kerja manusia, termasuk urusan menanak nasi.

Sementara suami terpaksa makan malam dengan nasi yang bau dan basi.

Continue Reading

#BrowserGueOpera, hidup pun jadi lebih berwarna

Sebel gak sih, pas lagi asyik-asyiknya ngeblog… tiba-tiba browser yang kita pakai crash. Oh, no!!! Ide-ide yang sebelumnya susah didapat mendadak buyar. Bubar deh semuanya. Kalau sudah begini, aku pilih tutup laptop dan mengerjakan hal lain.

Memang sih, semua tab bisa direstore. Tapi kan, aduuuhh… sudah lupa tuh mau nulis apa. Dapur pun terancam berhenti ngebul.

Browser tiba-tiba crash itu sama ngeselinnya dengan pulsa yang tiba-tiba habis pas lagi asyik-asyiknya nelepon, atau sama dengan listrik yang tiba-tiba mati pas lagi dikejar deadline, atau pas lagi buru-buru di jalan tiba-tiba setiap traffic light yang kita lewati mendadak berwarna merah semuanya. Pokoknya grrrhhhhhh…

Tapi, itu semua masa lalu. Sekarang aku pakai Opera. Sebelumnya setiap browsing di gadget aku memang selalu pakai Opera Mini. Alasannya? Stabil, waktu load yang lebih cepat, dan yang lebih penting Opera Mini bisa menghasilkan tampilan data yang sudah mengalami kompresi data. Jadi tak perlu takut boros paket data saat browsing atau bahkan streaming di gadget. Saking asyiknya pakai Opera, meski ada aplikasi medsos di gadget, aku tetap buka setiap akun pakai Opera.

Nah, sekarang di laptop pun aku pakai Opera. Kenapa? Ya tentu saja karena stabil. Kalau bukan karena listrik yang tiba-tiba mati, ngeblog pakai Opera dipastikan aman dan nyaman. Ide pun mengalir dengan lancar, tak perlu khawatir lagi dengan crash.

Opera ini web browser yang pertama kali mengenalkan fitur Speed Dial. Web browser lain juga punya sih, tapi bisa dipastikan kalau Speed Dial Opera ini yang terbaik. Speed Dial ini berupa shortcut menuju web favorit kita, tinggal diatur sendiri web apa saja yang nangkring di Speed Dial ini.

Terus sering kan kita menemukan web yang rasanya harus dibookmark? Opera punya fiturStash. Dengan Stash ini, bukan hanya URL link yang dibookmark, tapi juga gambar dari video dan juga teks yang termuat ketika kita mengklik Stash.

Perlu update berita penting dari seluruh dunia? Tenang, ada fitur Discover, kita bisa mendapatkan berita seru terupdate setiap saat.

Youtube-an gak pake buffering??? Wuiihh… bisa banget donk. Dengan fitur Opera Turbo, tampilan Youtube ini dikompresi tanpa mengurangi kualitasnya.

Pastinya pernah donk, download file besar yang sudah ditunggu lama ternyata statusnya “Failed”. Rasanya? Yaaaaa… gitu deh. Nah, download file pakai Opera ini anti gagal. Kalau ada gangguan koneksi saat download, proses download bisa di-resume saat internet terhubung kembali.

Yang paling asyik nih, themes Opera ini bisa kita ganti sesuai dengan mood… Belum lagi kalau kita berkunjung ke web yang tulisannya kecil-kecil atau malah terlalu besar sampai tidak nyaman dilihat, Opera punya fitur Zooming page.

Ih, panjang ya? Iya, soalnya keseruan memakai Opera memang tak cukup dengan dituliskan, kamu harus coba juga.

#BrowserGueOpera, kamu????

#BrowserGueOpera
#BrowserGueOpera

 

**Tulisan ini jadi salah satu pemenang pada lomba #BrowserGueOpera yang diadakan oleh Opera. Tulisan asli dapat dilihat di sini.

Continue Reading