Skip to content

Category: Donor Darah

Donor Darah ketika berpuasa, boleh gak ya?

Duh… batal gak ya?

Itu yang pertama kali terlintas di benak saya ketika beberapa tahun yang lalu mendapat jadwal donor rutin tepat di bulan puasa.

Alih-alih mendonorkan darah sesuai jadwal, saya memilih menunda donor darah sampai bulan Ramadan usai. Bukan karena takut batal, tapi… takut pingsan. Soalnya pernah setelah donor saya merasa kliyengan. Penyebabnya adalah… waktu itu saya bohong ke dokter, kalau saya sudah sarapan. Padahal sarapannya cuma kopi hihi…

4 Comments

Hampir saja gagal Dondar

Sempat terjadi perdebatan antara saya dan suami perihal jadwal donor. Seingat saya sih seharusnya baru bisa donor lagi tanggal 31 Juli. Sementara suami bilang kalau di kartu tertera tanggal 30 Juli. Bukan saya banget lah ya kalau ikut aja apa kata suami. Karena beberapa hari yang lalu saya benar-benar melihat angka 31 di kartu donor, bukan 30.

Rule #1, perempuan selalu benar.

Setelah saya lihat kembali, ternyata memang suami yang benar. Jadwal donor seharusnya tanggal 30. Sudah keukeuh, salah pula… nah, ini baru saya banget hihi

Tapi karena tanggal 30 itu hari Sabtu, dan anak-anak masih sekolah, jadi kami putuskan untuk donor di hari Minggu saja. Tanggal 31! Yayyyy…. akhirnya saya juga yang menang.

Rule #2, kalau perempuan salah, lihat lagi Rule #1.

5 Comments

Donor darah terkendala hb rendah? Coba jurus yang ini…

Tiga bulan yang lalu, saya kembali ditolak donor. Penyebabnya sudah bisa diduga donk… hb yang rendah (baca  Gagal lagi dapet piagam dari PMI).

Petugas UTD PMI saat itu sudah menyarankan agar saya memperbaiki pola hidup, dengan tidur teratur, rajin makan sayur, dan olahraga rutin tiap pagi, tapi tetap saja… malas! Sayuran hanya jadi selingan, tapi makannya sih tetap banyak. Tidur juga gak kenal waktu. Kalau siang udah kriyep-kriyep, minta ijin sama anak-anak buat tidur sejenak… Ya, walau kenyataannya baru juga mau mimpi Ade sudah menepuk pundak saya minta ditemani ke WC… 15 menit bisa tidur siang itu sudah uyuhan!

Sehat? Boro-boro. Yang ada sih berat badan naik signifikan yang berimbas pada bertambahnya ukuran celana. Huh!

3 Comments

Gagal (lagi) Dapat Piagam dari PMI

Gagal (lagi) Dapat Piagam dari PMI – Selesai mengikuti acara launching AndromaxR2 kemarin, saya segera menuju kantor PMI di Jalan Aceh. Sejak malam saya memang sudah janjian sama suami, mau donor darah, ketemuan di kantor PMI saja. Saya sih pengennya pagi-pagi, sebelum kemana-mana. Tapi suami mengajak ke PMI-nya kalau saya sudah selesai dari mana-mana saja, biar sekalian pulang katanya. Baiklah, karena saya istri sholehah (uhuks), jadi saya menuruti saja ajakan suami 😀

Dari dalam hotel Trans, Teh Nia sudah menentukan titik antar, yaitu ke Jalan Aceh. Pun ketika saya naik motor Pak Subiantoro, Teh Nia bilang kalau saya mau ke kantor PMI.

2 Comments

PMI “Jual” Darah, Ini Alasannya…

PMI “Jual” Darah, Ini Alasannya… – Di grup hari ini ada teman yang membutuhkan darah untuk kakaknya yang sedang dirawat. Beliau membutuhkan darah O sebanyak 4 labu. Kebetulan di PMI sedang kosong katanya.

Sayangnya meski suami saya golongan darahnya O, tapi belum waktunya suami donor darah lagi. Di jadwal sih baru tanggal 24 Februari nanti suami boleh donor lagi. Yang artinya sudah lewat 75 hari dari donor terakhir. 

Leave a Comment