Cara Merawat Kulit Bayi Dari Rambut Hingga Ujung Kaki

By | November 11, 2016

Beberapa hari kemarin, sebelum timeline ramai oleh status roti, banyak teman yang menanyakan popok merk apa yang biasanya dipakai oleh ibu-ibu?

Saya sendiri, mulai dari Ceuceu sampai Teteh dan Ade, setia pada satu merk. Soalnya kalau pakai merk lain, kulit anak-anak sensitif. Mulai dari ruam, sampai lecet parah. Meski saya maupun suami tidak memiliki alergi, tapi salah memilih popok atau tidak memperhatikan cara merawat kulit bayi yang ekstra, rusak lah kulit anak-anak.

Gak cuma urusan popok, mulai dari kulit rambut pada bayi sampai ujung kaki juga seringkali bermasalah.

Kulit bayi memang lebih sensitif dibanding kulit orang dewasa. Salah memandikan saja bisa menimbulkan penyakit kulit pada bayi.

Berikut cara memandikan bayi agar terhindar dari resiko penyakit kulit

  • Sebaiknya mandikan bayi dengan air hangat-hangat kuku, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
  • Gunakan sabun dengan pH yang seimbang (4.5-5) agar kelembaban kulit bayi terjaga.
  • Bersihkan setiap sela-sela bagian tubuh bayi dan alat kelamin bayi. Untuk bayi perempuan, bersihkan alat kelamin dengan lap basah dengan arah dari depan ke belakang. Sementara untuk bayi laki-laki, bersihkan kulup dengan lap basah hingga lubang kecil terlihat.
  • Bersihkan bayi segera setelah buang air besar.
  • Keringkan tubuh setelah mandi dengan handuk lembut sampai kulit bayi benar-benar kering.
  • Gunakan produk perawatan kulit yang lembut.

Kulit bayi dapat menyerap dan kehilangan air lebih cepat dibandingkan kulit orang dewasa. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kulit bayi tetap terhidrasi. Caranya dengan menggunakan pelembab setelah mandi dan mandi tiap pagi dan sore.

Selain itu penyakit pada kulit bayi juga bisa timbul karena penggunaan produk perawatan kulit bayi yang kurang tepat.

Bagaimana cara mengetahui produk perawatan kulit yang tepat untuk bayi? Testnya gampang koq. Sebelum digunakan pada bayi, kita bisa coba oleskan sedikit produk tersebut pada bagian kulit lengan atas bagian dalam atau di belakang telinga. Nah, kulit yang diolesi ini kemudian ditutup dengan plester tahan air selama 12-24 jam. Kalau ada tanda kemerahan atau iritasi berarti produk tersebut tidak aman untuk kulit.

Tidak hanya yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi, produk perawatan seperti detergen dan pembersih juga bisa membuat kulit bayi iritasi. Teteh misalnya, kulitnya seringkali terlihat mengalami ruam. Usut punya usut, ternyata kulit Teteh sensitif terhadap detergen dan pelembut pakaian orang dewasa. Mau tidak mau, pakaian Teteh dicuci terpisah dengan detergen dan pelembut khusus bayi.

Ya, agak sedikit repot sih cuci terpisah begitu. Selain pekerjaan jadi double, biayanya juga jadi double. tapi kalau sudah mengalami iritasi sampai luka-luka… duh, ngeri lah. Lebih baik sedikit repot memang daripada kulit bayi mengalami iritasi gara-gara perawatan yang kurang benar.

 

Leave a Reply