Kiat Memilih Sepatu Lari

By | June 6, 2016

Saya bukan penggemar koleksi sepatu ataupun sandal. Ada alasannya sih sebenarnya. Sepatu atau sandal yang saya pakai gak pernah awet. Entah kenapa.

Ada sih yang awet. Sandal gunung yang dibelikan suami ketika sandal yang saya pakai jalan-jalan di mall putus di tengah jalan, dan sepatu lari yang juga dibelikan suami demi memotivasi agar saya rajin olahraga. Ya, meskipun pada kenyataannya seminggu sekali olahraga juga sudah alhamdulillah hihi…

Sebelum punya sepatu, seminggu sekali saya lari pagi bersama suami, tanpa alas kaki. Tapi kondisi jalan beraspal yang tadinya diharapkan bisa jadi terapi malah membuat saya terluka oleh pecahan kaca. Mungkin sebelumnya ada yang kecelakaan di jalan itu, dan pecahan kacanya terinjak oleh saya.

12232820_765000036962813_8137130011923385480_o

Karena alasan itu pula, saya jadi malas lari pagi lagi haha… Sampai akhirnya suami membelikan saya sepatu lari. Duh, jadi gak ada alasan buat malas olahraga lagi nih…

Tadinya sih saya pikir semua sepatu sama saja. Apalagi jarak lari pagi yang saya tempuh hanya beberapa kilometer saja. Bolak balik paling 10 km.

Tapi suami bilang, memilih sepatu buat olahraga itu harus seksama, untuk mencegah cidera pada kaki. Bukan sekedar memilih warna atau modelnya saja.

Ada banyak sekali faktor yang bisa membuat sepatu tersebut menjadi pilihan, diantaranya faktor kaki dan sepatu.

Saat berlari, kaki memerlukan ruang gerak paling sedikit 0.5 cm. Jadi pastikan sepatu yang kita beli tidak terlalu sempit atau pas. Mengukur kaki bisa dengan mudah kita lakukan. Cukup basahi kaki dan buat cetakan pada kertas, kemudian ukur panjang kaki mulai dari ujung jari kaki sampai ujung belakang tumit. Cocokkan hasilnya dengan tabel yang ada pada gambar di bawah.

ukuran-sepatu-[andriarto.blog.uns.ac.id]
Tabel Konversi Ukuran Sepatu (merk Adidas).

Selain mengetahui ukuran kaki, sebelum membeli sepatu lari kita harus mengenali kaki kita sendiri. Ini penting untuk menentukan jenis sepatu yang diperlukan. Ada tiga jenis telapak kaki yang perlu diketahui. Mengenali bentuk telapak kaki sendiri gampang koq, cukup basahi kaki, lalu injak sebuah kertas sampai muncul pola telapak kaki kita. Nah, nanti cocokkan, masuk jenis telapak kaki yang manakah kaki kita?

Kaki datar (Flat Feet)

pronator-foot-[andriarto.blog.uns.ac.id]Kaki datar mudah dikenali dengan tidak adanya lengkungan pada bagian bawah kaki. Mulai dari jari-jari kaki sampai ke tumit semua benar-benar datar. Sepatu yang cocok untuk jenis kaki datar adalah sepatu lari yang dapat mempertahankan stabilitas. Pilih sepatu yang relatif datar.

Kaki tinggi melengkung (High-arched Feet)

supinator-foot-[andriarto.blog.uns.ac.id]

Pada kaki jenis ini, bagian tengah kaki terlihat sangat kurus. Pemilik jenis kaki seperti ini memerlukan sepatu lari yang empuk dengan sol lembut di bagian tengah.

Netral atau Kaki yang Normal (Neutral/Normal Feet)

normal-foot-[andriarto.blog.uns.ac.id]

Nah kalau cetakan kaki tidak menunjukan bentuk yang penuh atau lengkungan kosong yang tinggi, berarti kita memliki kaki yang normal. Pemilik kaki jenis ini bisa memilih berbagai macam jenis sepatu lari, termasuk yang dibuat untuk pelari dengan kaki yang sedikit datar atau melengkung. Hindari sepatu lari yang memiliki dukungan stability atau motion control yang terlalu tinggi.

Jenis dan model sepatu sepatu juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Saat ini ada beragam model sepatu khusus untuk olahraga, baik itu untuk lari, jogging, atau futsal. Saat dipakai berlari atau berjalan, sepatu harus terasa nyaman.

O ya, kalau kita memutuskan untuk membeli sepatu langsung di tokonya, jangan lupa… beli sepatu pada sore/malam hari Karena ukuran kaki cenderung membesar setelah beraktivitas seharian. Tapi kalau beli sepatu lari online sih, cukup ukur kaki di malam hari saja.

Sepasang sepatu lari rata-rata harus diganti setelah mencapai jarak tempuh sekitar 563-644 kilometer. Bagaimana cara menghitungnya? Gampil, sekarang kan sudah banyak aplikasi yang membantu kita menghitung jarak tempuh saat berolahraga. Atau mudahnya sih cukup lihat dan rasakan saja sepatu yang kita pakai. Kalau bagian belakang dan ujung sepatu sudah terasa tidak nyaman, berarti waktunya ganti sepatu lari dengan yang baru.

1656425_480994548696698_7229549231630968525_n

Yuk ah, olahraga!

Leave a Reply