Pelajaran Paling Menakutkan

Mah… sekarang belajar apa?“, tanya Nando, teman Ceuceu yang ikut kegiatan belajar bersama di rumah.

IPA“, jawab saya.

Yaaaaa… jangan IPA atuh. Susaaahhh“, jawab anak-anak serempak.

Terus belajar apa donk? Matematika?”, tawar saya.

Gak mauuuuuu… susah juga“, kembali mereka menjawab dengan serempak.

Heuu… terus maunya belajar apa kalau semua dibilang susah?“, saya pun akhirnya menggerutu karena bahan ajar yang sudah saya siapkan ditolak mentah-mentah.

Saya memang bukan guru. Tapi saya seringkali dibuat jengkel saat meminta Ceuceu belajar. Ada saja alasannya. Nah, daripada tiap hari urat menjadi tegang gara-gara berantem sama Ceuceu, lebih baik saya mengajak teman-teman Ceuceu belajar di rumah. Kalau begini, mau tidak mau Ceuceu juga ikut belajar bersama teman-temannya.

Continue Reading

Suis Butcher, Tempat Makan Steak & Nongkrong Asyik di Bandung

Lagi sebal sama suami. Bukan, bukan karena ini akhir bulan. Kalau itu mah gak usah saya ceritain lagi huehehe…

Gak koq. Mau awal, tengah, atau akhir bulan, semuanya sama saja buat saya. Suami sudah sangat mengenal saya, yang kalau dikasih uang gak pernah bertahan lama. Makanya suami memutuskan untuk membagi jatah bulanan jadi mingguan. Buat saya sendiri ini memang membuat tenang. Saya jadi gak pernah kenal tanggal muda atau tua 😀

Sekarang saya memang lagi sebel banget sama suami. Pasalnya sebelum lebaran Idul Adha, suami malah donor darah sendirian. Sebelumnya suami mengajak saya untuk ikut donor. Hanya saja sudah 2 minggu ini fllu batuk saya gak kunjung sembuh.

Continue Reading

Pendidikan Berbasis STEM : Matematika dan Sains Tak Lagi Menakutkan

Untitled

Pendidikan Berbasis STEM : Matematika dan Sains Tak Lagi Menakutkan

Kalau ditanya tentang pelajaran apa yang paling ditakuti oleh siswa, mungkin sebagian besar akan menjawab matematika dan sains. Ya, sudah bukan rahasia lagi kalau kedua pelajaran tersebut sering jadi momok menakutkan bagi para siswa. Kalau matematika sudah terasa menakutkan di tingkat dasar, maka sains mulai menakutkan sejak dipadukan dengan teknik menghitung serta pemahaman bersifat kompleks lainnya.

Demi menepis anggapan kalau matematika dan sains itu menakutkan, pendidikan berbasis STEM bisa diterapkan sedini mungkin. Sehingga nantinya murid bisa tumbuh menjadi pribadi yang kritis sekaligus proaktif dalam mempelajari ilmu-ilmu eksakta.

Apa itu Pendidikan Berbasis STEM?

STEM merupakan singkatan dari Science Technology Engineering Maths. Keempat pelajaran tersebut adalah pelajaran utama yang harus dipahami dan mampu diterapkan oleh para generasi muda. Dengan mempelajari STEM, diharapkan siswa memiliki kualifikasi yang kompeten dalam menghadapi era persaingan global yang semakin ketat.

Mempelajari STEM bukan hanya perkara duduk diam di kelas sambil mendengarkan guru. Karena implementasi STEM yang baik juga harus mampu merangsang logika berpikir dan keaktifan siswa saat belajar.

STEM Juga Harus Dilengkapi Soft Skill

Mempelajari STEM memang sangat penting. Tetapi soft skill yang menjadi bekal bagi siswa pun tidak kalah krusial. Perpaduan antara STEM dengan pemahaman soft skill membuat siswa jadi lebih kreatif, mampu memecahkan masalah, serta mampu membina hubungan baik dengan orang lain.

Perpaduan antara soft skill seperti etos kerja, kedisiplinan, serta adaptasi terhadap lingkunan juga menjadi bagian dari pendidikan berbasis STEM. Karena kompetensi seperti ini sangat dibutuhkan oleh proyek-proyek internasional di masa kini dan masa depan.

Lantas seperti apa pendidikan berbasis STEM yang bisa diterapkan untuk para siswa di Indonesia?

Cari tahu saja jawabannya melalui seminar yang diadakan oleh Gess Indonesia. Gess Indonesia (Global Educational Supplies and Solutions Indonesia) adalah organisasi bidang pendidikan yang sudah lebih dulu berdiri di Meksiko dan Dubai. Kehadiran Gess Indonesia diharapkan dapat pengambilan keputusan dan kemajuan kualitas pendidikan di tanah air.

Salah satu materi seminar Gess Indonesia akan membahas mengenai pentingnya pendidikan berbasis STEM bagi pengembangan kualitas generasi muda di Indonesia. Siapkan diri untuk mendaftar secara online di http://bit.ly/1WfsBNU. Dunia pendidikan yang dinamis memang menuntut semua orang untuk rajin mengenal hal-hal baru. Seperti mengenal pendidikan berbasis STEM yang futuristik.

Continue Reading

Setangkup Cinta Untuk Yang Tersayang

Cieeee… judulnya udah berasa paling romantis aja. Gak koq, saya gak seromantis itu.

Ceritanya minggu kemarin saya mendapat undangan meetup dari Ezytravel. Agak galau sebetulnya. Karena saya memang jarang meninggalkan anak-anak. Tapi sayang juga kalau kesempatan ini saya lewatkan.

Akhirnya, setelah memastikan ada yang jaga anak-anak, mereka cukup bekal dan makanan, saya pun memutuskan untuk menghadiri undangan meetup dari Ezytravel.

Acaranya sendiri diadakan di Warung Upnormal Cihampelas.

Di grup facebook ada yang bertanya lokasi Warung Upnormal. Hmmm… saya juga gak tau sih. Hanya saja dari email yang dikirim Mas Yudhie Ezytravel, disebutkan kalau Warung Upnormal ada di dekat Shuttle X-Trans.

Ah, ya… kalau X-Trans saya tahu, tidak jauh dari Ciwalk.

Continue Reading

Cara Perpanjang Pajak Kendaraan Bermotor

Cara Perpanjang Pajak Kendaraan Bermotor – Tanggal 10 September kemarin pajak STNK motor saya habis. Kalau selama 2 tahun kemarin saya selalu mengandalkan jasa orang lain untuk memperpanjang pajak, kali ini saya memutuskan untuk mengurusnya sendiri.

Tahu Samsatnya di mana?“, tanya suami.

Ya gak tahu lah. Selama tinggal di sini saya kan hampir tidak pernah kemana-mana, paling ke Bandung atau ke kota. Itupun selalu bareng suami.

“Gampang, tanya sopir angkot saja. Kalau kebetulan kosong, siapa tahu terus dianterin“, jawab saya.

Jadi hari Rabu pagi (9 September), sebelum mengantar Ceuceu dan Teteh ke sekolah, saya sudah wanti-wanti, kalau siang saya tidak bisa menjemput mereka.

Terus ke Samsat pakai apa? Perlu 2x naik angkot untuk sampai ke Subang kota. Ke Samsat? Wallahu alam, kan belum tahu Samsatnya ada di mana. Pakai Go-Jek? Di sini belum ada. Malah tadinya sih saya mau daftar jadi rider Go-Jek pertama di Subang. Sayangnya, seperti ketika saya menyopiri mobil dan takut melihat tanjakan, ya begitu juga dengan naik motor. Apalagi jalur Subang menyeramkan, banyak truk Aqua lewat.

Continue Reading