Bakso Goyang Lidah – Jalancagak, Subang

By | August 10, 2015

Sejak hamil si bungsu 4 tahun yang lalu, saya mabok bakso. Jangankan makan bakso, sekedar mencium baunya pun enggan. Pokoknya yang mau makan bakso, jauh-jauh deh dari saya.

Mabok bakso ini masih berlanjut sampai sekarang. Bedanya kalau sekarang saya masih bisa mentolerir bau bakso. Padahal suami suka sekali sama yang namanya bakso. Begitu juga anak-anak.

Meski suka, bukan berarti tiap hari mereka beli bakso. Seperti mie instan yang jadi makanan spesial dan ditunggu-tunggu tiap hari Sabtu, begitu juga dengan bakso. Cukup sesekali saja, malah belum tentu satu minggu sekali mereka makan bakso.

Saya? Kalau ikut mengantar suami dan anak-anak makan bakso, saya juga ikut pesan mie bakso seperti mereka. Hanya baksonya saya sisihkan untuk anak-anak.

Tidak banyak kedai bakso di sini. Apalagi yang enak. Tapi tempat bakso favorit suami adalah Goyang Lidah yang berada di Jalan Cagak – Subang.

IMG_20150830_164542

Lokasinya mudah dijangkau, berada di pinggir jalan raya, tidak jauh dari Tokma, “supermarket” pertama dan satu-satunya di sini 😀

Goyang Lidah ini buka setiap hari mulai dari jam 10 sampai… habis. kalau jam 6 sore sudah habis ya tutup. Jarang saya melihat Goyang Lidah tutup selepas Isya.

Wajar saja, antriannya selalu penuh. Apalagi di akhir pekan. Agar bisa mendapatkan tempat duduk, kita harus sabar menunggu sampai ada meja yang kosong.

IMG_20150830_164524
Tempatnya memang kecil. Hanya ada 6 meja di sana. Tapi tidak terlalu pengap, ada kipas angin yang membantu agar sirkulasi udara lancar.

Kata suami yang enak adalah mie ayamnya. Untuk satu mangkok mie ayam + bakso cukup membayar 13.000 rupiah.

IMG_20150830_170434_1

Mie ayam Goyang Lidah ini selalu habis lebih dulu dibanding mie bakso.

Sementara kata Ceuceu yang enaknya mie yamin. Satu mangkoknya 11.000.

IMG_20150830_170451_1_1
Dan menurut saya, mau mie yamin atau mie ayam dua-duanya sama enaknya, benar-benar menggoyang lidah.

Kalau baksonya sih suami dan anak-anak bilang enak. Buktinya tidak cukup dengan bakso yang ada di mangkok mereka, jatah bakso saya juga mereka habiskan 😀

Ngomong-ngomong soal bakso, sekarang harga daging sapi kan fluktuatif seperti BBM. Malah meroket seperti dollar. Yakin seluruh baksonya terbuat dari daging sapi?

Sebaiknya agar lebih yakin dengan kebersihan dan kehalalan bakso yang kita makan, baksonya kita buat sendiri ya? Masalahnya, saya kan tidak suka bakso, dan susah membuat bakso yang enak (iya, ini alibi dibalik kemalasan saya :p).

Ditambah tidak sedikit penjual yang jujur. Kalaupun penjual baksonya jujur, penjual dagingnya yang kurang jujur.

Kalau sudah begini, ya bismillah saja lah. Semoga bakso yang kita makan memang benar-benar halal.

Penjual bakso Goyang Lidah bilang baksonya hanya terbuat dari daging sapi. Makanya daging yang ada di dalam baksonya juga terpaksa dikurangi. Karena menurut beliau sulit menaikkan harga jual.

Jadi kepikiran, bagaimana cara mendeteksi perbedaan bakso sapi dan bakso tikus atau bahkaan babi ya? Kemarin sempat diskusi dengan teman, mungkinkah bisa seperti tusuk gigi yang bisa mendeteksi boraks pada bakso?

Ayo donk teman peneliti, bantu kami menemukan perbedaan bakso sapi dengan bakso babi. Soalnya kalau sudah jadi bakso, tidak bisa dilihat dari perbedaan warna pada daging mentah. Yang ada hanya tidak enak, enak atau enak banget :p

One thought on “Bakso Goyang Lidah – Jalancagak, Subang

  1. Pakde Cholik

    Bakso memang makanan favorit wal merakyat.
    Harganya juga so so
    Di mana-mana ada, di kota maupun di desa
    Ukurannya juga beraneka ragam, ada yang jumbo dan ada yang mini.
    Salam hangat dari Jombang

Leave a Reply