Saat demam Frozen masih melanda…

“Tok… tok…”

Terdengar suara ketukan pintu. Tak lama kemudian…

“Elsa, do you wanna be a snowman… Come on let go and play!!

Terdengar nyanyian Teteh, sambil memakai baju bergambar Frozen, berdiri di dekat pintu kamar yang ditutup. Ada Ade di dalam kamar. Ceritanya Ade jadi Princess Elsa, dan Teteh jadi Princess Anna. O ya, Ade sih gak punya baju bergambar Frozen, tapi Ade pakai sarung yang diikat di leher…

Padahal Ade kan laki-laki… koq jadi Princess Elsa? Iya, soalnya selain berperan sebagai Princess Elsa, Ade juga bertugas membagi peran. Ade memilih jadi Princess Elsa karena Princess Elsa jagoan, bisa keluar es batu dari tangannya katanya haha… Sementara Ceuceu kebagian jadi Kristoff dan emaknya ini jadi Olaf. Kalau ada bapaknya, bapaknya jadi Sven haha…

Continue Reading

Belajar jadi food blogger…

Sekarang ini aktivitas apapun sepertinya tidak lepas dari urusan potret memotret. Jalan-jalan, makan-makan di luar, atau masak sendiri di rumah pastilah di timeline media sosial bisa kita temui barang buktinya. Tentu saja berupa foto.

Ada yang setuju, ada juga yang tidak. Namanya juga dunia, mau di dunia nyata apalagi di dunia maya, apa saja pasti selalu ada pro dan kontra. Tak jarang dari sekedar balas-balasan komentar malah sampai menimbulkan permusuhan. Kalau sudah begini jadi repot ya? Tapi andai gak ada perang, dunia koq rasanya sepi ya… huehehe… Seru sih kalau jadi penonton.

Tapi jadi penonton juga gak selamanya mengasyikan. Melihat foto-foto keren yang bertebaran di instagram, koq jadi iri ya. Ingin juga rasanya jadi food blogger. Apalagi sekarang food blogger sedang naik daun dan lebih menjanjikan *ini blogger apa ulet? 😀

Continue Reading

Tahu Gejrot Pak Kumis Yang Legendaris

IMG_20150523_145205

“Dua, Pak. Yang satu pedes, satu lagi pedes juga tapi tambahin bawangnya…”

Tak lama kemudian, tahu gejrot pesanan saya dikerjakan seorang bapak.

IMG_20150523_144348

Namanya memang Tahu Gejrot Pak Kumis, tapi Bapak yang mengerjakan pesanan saya kali ini bukan Pak Kumis. Terus kenapa namanya Tahu Gejrot Pak Kumis???

Yang jualan memang Pak Kumis. Sekitar 10 tahun yang lalu, bapak ini hanya membereskan cobek yang juga berfungsi sebagai alas makan tahu gejrot bekas pembeli, atau mengambilkan teh botol jika ada yang memesan. Kini, beliau sudah bisa menggantikan Pak Kumis jika Pak Kumis kelelahan atau istirahat untuk sholat di mesjid dekat parkiran.

Ada sekitar 13 orang lain yang juga sedang menanti tahu gejrot pesanan mereka selesai. Duduk berjejer di bangku yang disediakan di pelataran pertokoan Jaya Plasa Bandung. Sebagian lagi berdiri, menunggu bangku kosong.

IMG_20150523_145503
nah, ini Pak Kumisnya…

Tiap kali berkunjung ke pertokoan Jaya Plasa, saya memang selalu menyempatkan diri memesan tahu gejrot Pak Kumis. Apalagi siang itu memang panas. Rasanya pas jika saya sedikit berteduh sambil menikmati tahu gejrot dengan bumbu yang pedas.

Tahu gejrot Pak Kumis bukan sembarang tahu gejrot. Jika ada yang beralasan tidak suka tahu gejrot karena aroma tahu atau bumbunya yang kurang sedap, sepertinya alasan ini serta merta gugur setelah mencoba tahu gejrot Pak Kumis.

IMG_20150523_144929Untuk satu porsi tahu gejrot yang berisi 2-3 butir bawang, garam, cabai rawit (beberapa butir tergantung pesanan) diulek kasar plus bumbu utama (yang terbuat dari campuran gula jawa, asam, dan kecap manis) yang diguyurkan ke atas 6 potong tahu, kita cukup membayar 12 ribu rupiah. Kenyang? Sudah pasti…

Continue Reading

Siapa bilang roti itu jahat?

Sarapan yang paling gampang dan mengenyangkan buat anak-anak adalah roti. Iya, saya memang malas membuatkan sarapan yang aneh-aneh buat anak-anak. Kalau emak-emak yang lain bersemangat membuat bento untuk sarapan atau bekal anak-anaknya, saya mah pilih yang praktis saja. Nasi goreng, roti tawar pakai meises/selai atau cukup nasi uduk yang dibeli di kantin sekolah…. heuheu… gak apa-apa lah ya? Yang penting pagi-pagi anak-anak sarapan… lebih penting lagi, gak protes 😀

Hanya saja beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah artikel yang menyebutkan kalau roti tawar itu sebenarnya tidak sehat. Karena hanya berefek mengenyangkan dan same sekali tidak mengandung nutrisi dan protein apapun. Bukan hanya tidak sehat, malah di beberapa artikel roti juga dibilang jahat. Serem kan?

Waduh… kalau roti dihilangkan dari menu sarapan sehari-hari dan pilihannya hanya nasi goreng dan nasi uduk, anak-anak bisa protes donk?

Continue Reading

Pengennya sih kurus, tapi…

Belakangan ini celana jeans yang biasa saya gunakan sehari-hari mulai susah dipakai. Jangankan selesai sampai diresleting dan dikancingkan, baru sampai pinggul saja sempitnya minta ampun.

Ketika saya mengadukan hal ini ke suami, suami berkali-kali bilang agar saya membeli celana baru. Tapi demi memenuhi rumus iritology, saya tetap tidak mau membeli celana baru. Daripada beli celana baru, mending saya memilih dan memilah celana suami yang agak jarang dipakai. Akhirnya ketemu 1-2 potong celana jeans milik suami yang tentu saja sudah belel.

Ternyata ukuran celana suami yang 3 nomer lebih besar dari ukuran saya sebelumnya ini pas di badan saya sekarang. Aduuhh…. ini naik berapa kilo ya?

Continue Reading