Cara asyik hemat listrik

By | March 19, 2015

“Mah, nanti lampu aquarium matikan jam 9 ya! Terus besok nyalain lagi jam 10 pagi,” pesan suami sebelum berangkat kerja.

Setiap hari Selasa suami memang tidak pulang ke rumah, giliran piket di kantor. Padahal suami punya aquarium yang memerlukan perhatian lebih dibanding saya sendiri. Aquariumnya ini tiap hari dipegang dan dipandangi lama-lama… istrinya? Hiks… di dompetnya saja tidak ada foto saya… haha

Jadi saat ditinggal suami, tugas memberi makan ikan, menambah cuka ke aquarium untuk mengurangi nilai No3 & PO4 sampai serendah mungkin, dan mematikan/menyalakan lampu aquarium sudah pasti jadi tugas tambahan saya. Tapi urusan cuka sih masih bisa diakali. Kalau saja terlewat di siang hari, masih bisa saya tambahkan sore… sebelum beliau pulang. Eh… ssst… mudah-mudahan post yang ini tidak dibaca suami :))

Sadar kalau saya pelupa, suami seringkali mengingatkan tugas-tugas  tambahan itu melalui BBM.

Tapi saya memang pelupa. Meski suami sudah mengingatkan untuk segera menambah cuka atau mematikan lampu, selalu ada pekerjaan lain yang saya rasa jauh lebih penting. Mematikan lampu aquarium menjadi pekerjaan yang selalu saya tunda-tunda, sampai akhirnya ya lampunya terus menyala.

Tentu saja suami menggerutu, soalnya aquarium jadi panas, terlihat dari suhu aquarium yang seringkali sampai di angka 30 C. Kebayang donk panasnya itu ikan dan teman-temannya di aquarium? Kipas yang dipasang di sisi kanan dan kiri tidak cukup membantu mengurangi suhu di dalam aquarium. Beberapa coral di dalamnya jadi mengkerut kepanasan. Keseringan lupa mematikan lampu seperti ini juga membuat banyak coral perlahan-lahan mati, ujung-ujung batangnya memutih. Hiks… maafkan ya…

Bukan hanya coral yang mati, tagihan listrik pun selalu membengkak. Terang saja, lampu aquariumnya 152W, menyala terus selama dua hari satu malam, setiap minggu selama suami kebagian piket di kantor.

Tak mau bencana terus berlanjut, suami memutuskan membeli stop kontak timer, dan ini ternyata jauh lebih bisa diandalkan dibanding saya haha

Stop kontak timer ini juga saya pakai untuk dispenser. Soalnya dispenser mengeluarkan energi yang cukup besar, konsumsi dayanya sampai 300 s/d 500W. Karena di malam hari seluruh anggota keluarga tidur dan tidak memerlukan air panas, maka dilakukan pengaturan sebagai berikut:

– setting hidup dari jam 5 pagi sampai jam 9 malam.

– setting mati dari jam 9 malam sampai jam 5 pagi.

Lumayan sih, bisa mengirit tagihan listrik beberapa rupiah. Dan yang lebih penting, pakai stop kontak timer seperti ini, suami tidak perlu repot-repot mengirip pesan lewat BBM…. “lampu sudah dimatikan?” 😀

😀

20 thoughts on “Cara asyik hemat listrik

  1. Rianda Prayoga

    Pelihara ikan apa mbak di aquarium.?
    Aku juga pelihara ikan di aquarium, tapi gak ada pake cuka. Blum tahu.

    1. oRiN Post author

      iya mak, lumayan membantu buat mengurangi tagihan listrik… kalo ditinggal tidur pan gak perlu semua nyala 🙂

    1. oRiN Post author

      buat ngurangin kadar NO3 dan PO4 mas… ini akuarium air laut, cukanya cuma setengah sendok kecil koq 🙂

      btw, makasih kunjungannya ya 🙂

Leave a Reply