Month: March 2015

Cara asyik hemat listrik

“Mah, nanti lampu aquarium matikan jam 9 ya! Terus besok nyalain lagi jam 10 pagi,” pesan suami sebelum berangkat kerja. Setiap hari Selasa suami memang tidak pulang ke rumah, giliran piket di kantor. Padahal suami punya aquarium yang memerlukan perhatian lebih dibanding saya sendiri. Aquariumnya ini tiap hari dipegang dan dipandangi lama-lama… istrinya? Hiks… di dompetnya saja tidak ada Read More

Uang Palsu Bikin Malu

“Bapa… cik geura tingali, ieu duit naha asli atawa palsu? Piraku rek dipake balanja ka Alf*, ceuk kasirna cenah ieu mah duit palsu???”, suasana di teras rumah mendadak gaduh. Mertua yang hendak berbelanja di minimarket dekat rumah terpaksa menanggung malu, karena uang yang dibawa mertua ditolak kasir. Kata kasir minimarket, uang itu palsu! Padahal mertua sangat Read More

Andai Serangan Jantung dan Stroke itu tak pernah datang…

“Uwa… Abah, Wa!”, suara saya tercekat menahan tangis.

“Abah kenapa?”, tanya suara di seberang telepon.

“Abah… Abah udah gak adaaaaa!”, tangis pun buyar seketika.

“Gak ada gimana maksudnya?”, berusaha tenang Kakak saya meminta penjelasan.

“Pokoknya cepat pulang!”, pinta saya sambil menutup gagang telepon.

Sambil berlari ke luar, saya berteriak-teriak memanggil satpam. Tak ada satu pun orang di luar rumah. Wajar, siang itu semua orang terutama laki-laki sedang Jumatan. Sementara Nene menangis memeluk Abah, berusaha membangunkan Abah dari tidurnya yang mendadak sekali.

Pagi itu, Jumat, 13 Agustus 2010, Abah terduduk di teras rumah sambil membetulkan gerendel pagar yang susah dibuka. Terselip rokok di tangannya. Padahal saya sudah meminta Abah untuk menyuruh orang membetulkan pagar yang rusak itu. Kalau meminta Abah berhenti merokok sih tidak pernah bosan. Hanya saja Abah saat itu masih tidak bisa terpisahkan dari rokok.

Bukan Abah namanya kalau menyerahkan pekerjaan kepada orang lain sebelum beliau kerjakan sendiri. Sampai akhirnya, saya melihat Abah terhuyung dan duduk di kursi sambil terengah-engah. Segera saya ajak Abah ke klinik untuk berobat. Sampai di klinik, Abah diperiksa dokter umum dan diberi sejumlah obat-obatan. Selesai diperiksa, Abah meminta pulang.

“Mau minum obat, terus bobo. Capek”, kata Abah.

Kondisi Abah saat itu memang lebih payah dari biasanya. Setelah menemani Abah minum obat, Nene kemudian mencari kartu ASKES untuk persiapan ke rumah sakit.

Sayup-sayup terdengar suara Abah memanggil, dan ketika kami hampiri… Abah terlihat kejang-kejang dengan 3 kali tarikan nafas… badannya dingin sekali. Di tarikan nafas terakhir yang cukup panjang, badan Abah kemudian terkulai lemas.

Seketika kami mengucap istighfar. Nene memeluk Abah, mengguncang badan Abah. Sementara saya sambil menangis, segera menelepon kakak-kakak yang sedang dinas di Jakarta. Telepon yang tidak dijawab karena kakak-kakak pastilah sedang sholat Jumat membuat saya semakin panik.

Selesai menelepon saya segera lari ke masjid, meminta jamaah yang sedang khusyu mendengarkan khutbah segera menolong Abah. Beberapa jamaah dan tokoh di masjid yang cukup dekat dengan Abah mengerti kepanikan saya. Khutbah Jumat dipercepat. Segera mereka menyusul ke rumah, beberapa menyiapkan mobil untuk membawa Abah ke rumah sakit.

30 menit setelah tertidur, Abah tersedak. Saya dan Nene segera memeluk Abah, mengucap syukur atas “kembali”nya Abah menemui kami.

Abah setelah terkena serangan jantung, persiapan operasi pemasangan ring

Abah setelah terkena serangan jantung, persiapan operasi pemasangan ring

Read More

Tidur Nyaman Tanpa Gangguan…

“Mah, koq Ceuceu gak boleh ikut naik bis?”, tanya Ceuceu sambil terkulai lemas di pangkuan saya. Teman-teman dan guru di sekolah Ceuceu saat itu sudah menaiki bis. Sesuai rencana, seharusnya Ceuceu juga ikut bersama mereka, piknik ke Taman Safari. Bekal sudah disiapkan. Hanya saja rencana Ceuceu piknik ke Taman Safari bersama teman-teman sekolahnya terpaksa dibatalkan. Sudah dua hari Read More

From Zero To Hero…

“Dulu kalo gak junkies, gak funky!”, ujar Dehan ketika menjawab pertanyaan peserta Workshop Blogger #SahabatJKN #lawanTB tentang apa yang pertama kali membuat Dehan menggunakan narkoba suntik. Tidak bisa dipungkiri kalau menggunakan narkoba memang seolah-olah menjadi gaya hidup anak muda, sejak jaman dulu sampai sekarang. Ya, seperti kata Dehan.  Gak pake narkoba, berarti gak gaul. “Tapi Read More

1 2 3