Selamat jalan impian…

By | October 5, 2014

Sebetulnya saya tidak terlalu terobsesi menang lomba dengan mengikuti semua lomba. Yang hadiahnya besar-besar pun tidak semua saya ikuti. Apalagi yang hadiahnya jalan-jalan. Sudah jelas, kalaupun ditakdirkan menang, hadiahnya terancam tidak bisa diambil.

Makanya ketika kemarin orang-orang sibuk ikutan lomba Macau, saya memilih tidur saja. Bukan, bukan soal paspor atau ijin. Tapi mau ngapain ke Macau sendirian? #kepedean

Pun ketika ada lomba bertema elpiji yang berhadiah visit ke Bali, saya memutuskan untuk tidak ikut sama sekali, sekedar niat pun tidak. Soalnya saya inginnya jalan-jalan ke Bali sama anak-anak #pedelagi

Saya memang sempat ikut event yang hadiahnya jalan-jalan. Alasannya? Karena saya pernah memakai produk yang dimaksud. Tidak berharap menang karena yakin kalau lomba yang ini pasti dimenangkan oleh para traveller blogger, seperti event sebelumnya. Sementara saya kan cuma ngagoler blogger (catat nih, saya adalah ngagoler blogger, blogger yang menulis blognya sambil ngagoler)

Hasilnya? Saya jadi salah satu finalis yang diundang ke Jakarta. Tapi karena keyakinan bahwa yang menang adalah para traveller blogger, akhirnya saya memutuskan untuk tidak hadir di acara tersebut. Apalagi di event kali ini tidak ada kepastian apakah akomodasi dan transportasi ditanggung penyelenggara, sangat berbeda dengan event sebelumnya #matre

Berbeda dengan lomba Greenpeace kemarin, meski hadiahnya juga jalan-jalan, saya sangat ingin ikut dan sedikit berharap menang hehehe. Entah kenapa. Mungkin karena stiker Greenpeace yang meskipun bukan stiker asli dari Greenpeace, tapi sudah menempel di lemari baju saya sejak saya masih SMP. Seingat saya, stiker ini saya beli dari seorang teman kelas (saat itu saya sekelas dengan Isa Raja X Factor yang baru beberapa hari kemarin melepas masa lajangnya). Setiap kali meilhat stiker itu, selalu terselip keinginan untuk ikut ambil bagian bersama Greenpeace (atau jangan-jangan saya ingat Isa ya? #eh).

Kenapa tidak dari dulu saja saya mencari tahu bagaimana cara bergabung dengan Greenpeace? Dulu saya ini penakut, pemalu dan tidak punya rasa percaya diri. Jadi kalau punya keinginan apalagi yang berhubungan dengan organisasi seperti ini, cukup disimpan dalam mimpi. Aneh? Bisa jadi.

Ketika saya mendapatkan informasi mengenai lomba blog #aksilawanasap yang diadakan oleh Greenpeace, saya pun teringat pada stiker Greenpeace itu. “Hey… inilah saatnya ambil bagian bersama Greenpeace!!!”, begitu suara nurani saya #ciehh

Setelah tahu bahwa deadline terakhir itu adalah 22 September (yang berarti hari itu juga), saya pun segera membuat draftnya. Ceuceu yang senang menggambar dan sudah membuat satu buah gambar harimau saya jadikan objek tulisan. Gambarnya sudah lama Ceuceu buat, kebetulan saya sempat mendokumentasikannya, tinggal cari di album facebook saya. Ditambah lagi pertanyaan Ceuceu seputar hewan yang seringkali membuat saya kebingungan membuat saya ingin menuangkannya dalam bentuk tulisan. Biar yang lain juga kebagian bingung.

Tulis-daftar-lupakan. Kata Pakde begitu tips mengikuti sebuah lomba. Ya, setelah selesai saya tulis dan daftarkan, saya pun melupakan lomba yang ini. Saya sangat tahu konsekuensi ikut sebuah lomba. Menang atau kalah. Kalaupun menang, khusus untuk lomba yang ini, akan sangat saya usahakan untuk ikut. Sejumlah rencana sudah saya siapkan, termasuk rencana menitipkan anak-anak sementara saya Jalan-jalan ke hutan… mengenang belasan tahun yang lalu. Tapi aah, setelah saya berkunjung ke blog lain yang mengikuti lomba yang sama, tulisan mereka sangat bagus. Jadi, kesempatan saya untuk menang boleh dibilang tipis. Ya sudah, lupakan!

Kemarin saat saya sedang menyelesaikan setrikaan yang sudah sangat menumpuk, tiba-tiba ada notifikasi mention di twitter. Terkejut, sangat! Karena itu adalah mention dari @GreenpeaceID, yang mengabarkan bahwa saya adalah pemenang pertama lomba blog #aksilawanasap.

Jarang-jarang saat mendapatkan kabar gembira terutama soal menang lomba, saya gemetar seperti kemarin malam. Sampai-sampai saat menulis balasan untuk @GreenpeaceID berkali-kali saya memencet tombol “del” karena jari yang tidak bisa memencet huruf yang seharusnya.

Impian saya selama hampir 20 tahun sekarang sudah ada di depan mata. Bergabung bersama Greenpeace walau hanya ikut jalan-jalan ke jantung hutan Indonesia.

Sayangnya, keinginan saya untuk bisa ikut jalan-jalan ke hutan kemudian terpaksa saya kubur dalam-dalam.

Sebelum mengikuti lomba ini, saya tidak tahu sama sekali kalau anak-anak akan menjalani ulangan di sekolah selama satu minggu ke depan. Ya, anak-anak memang baru diberi tahu gurunya soal UTS hari Sabtu kemarin.

Tak perlu heran dengan pemberitahuan tentang UTS yang mendadak ini. Di sini, seringkali anak-anak tiba-tiba libur di luar liburan pembagian rapor, dan ini disampaikan saat anak-anak sudah sampai di sekolah dengan seragam lengkap.

Malah beberapa tahun yang lalu, saat itu Ceuceu masih kelas 1 SD, setelah saya antar ke sekolah kemudian saya tinggal karena saya hendak kontrol ke dokter yang jaraknya 1 jam perjalanan. Di tengah perjalanan, saya mendapat telepon bahwa Ceuceu saat itu dibawa ke tempat lomba calistung tingkat kecamatan. Lomba tingkat kecamatan, tanpa pemberitahuan, tanpa persiapan.

Sederhana saja ya… karena anak-anak ulangan. Karena mereka memang perlu didampingi saat belajar untuk ulangan. Apalagi yang tengah kan baru masuk SD tahun ini dan ini ulangan pertamanya. Rasanya tidak mungkin saya tega meninggalkan anak-anak yang akan menghadapi ulangan (walau hanya UTS).

Ah, buyar sudah rencana saya menitipkan anak-anak sebentar saja demi perjalanan impian ini. Saya pun segera mengirimkan surat permohonan maaf kepada panitia karena bisa jadi keputusan saya ini membuat panitia kecewa.

Andai saja anak-anak tidak ulangan… tapi, sudahlah…

Selamat jalan impian…

18 thoughts on “Selamat jalan impian…

  1. Eka Fikry

    Belum diijinkan kesana sama Tuhan, Mak.. Makanya, ada saja penghalangnya. Btw, saya juga gak terlalu tertarik ikut lomba blog yg hadiahnya jalan-jalan, krn saya lebih membutuhkan uang dan benda-benda yang menggiurkan, hahahahha….

    1. oRiN Post author

      betul mak… sekarang yang kasihan anak saya… merasa bersalah karena emaknya manyun dari tadi gara-gara gak bisa ikut acara ini… 😛

  2. Asep Haryono

    Kalau dari segi keimanan dalam ISLAM. Mungkin traveling Impiannya belum mendapat “restu” atau belum dapat “izin” dari Allah SWT. Sehingga saat yang bersamaan kehadiran mba dibutuhkan untuk mendampingi anak yang sedang UJIAN di sekolah. Saya yakin ALLAH SWT punya rencana lain buat mba. Apakah menang lomba lainnya atau rezeki dalam bentuk yang lain Allah SWT Maha Luas Rezekinya. Ikhlas ya. Insya Allah ada gantinya yang lebih indah menanti dari Allah SWT. Aminnnnnnnnnnnn

    1. oRiN Post author

      hahaha.. gak bakal kapok mas, soalnya kalo kapok nanti blognya malah jadi berdebu.. gak bakal ada isinya 😛

      terima kasih ya 😀

    1. oRiN Post author

      iya, Aida… hadiah jalan-jalannya memang di ketentuan lomba tidak bisa diuangkan. Saya juga sangat tahu konsekuensi ini… makanya sudah mempersiapkan diri, tapi apa daya… tugas negara ternyata harus saya dahulukan 😀

Leave a Reply