Label Halal, Pentingkah???

Errrrr… ok, postingan ini sebetulnya semacam klarifikasi atas status di akun medsos yang saya miliki.

Jadi ceritanya begini, saya sedang mengikuti sebuah lomba yang diadakan oleh produk baru dari perusahaan lama. Postingan untuk lomba ini sudah saya buat dan sudah saya publish. Malah sudah ada beberapa komentar yang masuk.

Agar lebih pede saat menulis artikelnya, saya membeli satu rangkaian produk yang dimaksud. Lengkap!

Tapi, tentu saja sebelum membeli produknya saya baca-baca dulu review dari beberapa orang blogger, khususnya yang hadir di acara launching produk tersebut beberapa bulan yang lalu.

Reviewnya sih keren-keren, dan saya pun menemukan beberapa tulisan yang menyatakan bahwa “Produk ini halal”.

Mengapa ini menjadi penting? Karena di kemasan produk tersebut, seperti juga produk lain yang sejenis, memang tidak tercantum label halal. Selain itu, ketika saya cek di produk.halal.or.id, produk ini memang belum ada di daftar produk yang halal. Kalau saudaranya produk ini yang berasal dari perusahaan yang sama sih cukup banyak yang sudah terdaftar. Tapi saya masih berbaik sangka. Karena ini produk baru, mungkin data di web produk.halal.or.id belum terupdate.

Jadi, berdasarkan review dari blogger sebelumnya lah saya percaya kalau produk yang saya ikuti lombanya ini memang halal.

Keraguan muncul, ketika kemarin ada sebuah akun yang menanyakan kehalalan produk ini di fanspagenya.

Penanya : “selamat pagi. saya mau tanya ******** belum mempunyai sertifikasi halal dari MUI ya?”

Admin : “Halo, ********  sudah memiliki Sertifikasi halal kok ; ) jika mau bisa kita tunjukkan ke kamu agar yakin dan tidak ragu ; )”

Penanya : “lalu apa sudah dicantumkan pada kemasannya? soalnya dulu saya pernah membeli ******** tapi belum ada label halalnya, karena saya ragu atas kehalalannya jadi saya hentikan pemakaiannya.

Pertanyaan ini belum dijawab lagi oleh Admin. Tapi karena Admin sendiri sudah menawarkan diri untuk menunjukkan sertifikasi halal produk ini, dan juga karena saya termasuk orang yang sering kepo, jadilah saya nimbrung di tanya jawab tersebut dengan memberikan komentar yang kurang lebih seperti ini

Saya : “Mungkin ada baiknya jika sertifikat halalnya discan/difoto kemudian diupload. Karena ini hal yang penting bagi banyak orang. Nanti kan bisa dibantu share. Jadi meski label halal belum tercantum pada kemasan, orang-orang bisa tahu kalau ******** ini halal. Kan sayang kalo gara-gara tidak ada label halal pada kemasan, trus orang-orang jadi gak mau pake ********”

Kalimat aslinya saya lupa seperti apa. Tapi yang jelas ini sudah saya baca berkali-kali sebelum saya enter dan masuk ke komentar.

Beberapa jam kemudian, saya kembali berkunjung ke fanspage produk tersebut. Tadinya sih hanya ingin tahu, sudah ada tambahan share postingan lomba dari peserta lain atau belum.

Kebetulan pertanyaan dari si penanya tadi masih berada di  urutan paling atas “post by others“. Tapi, eh… koq replynya jadi tinggal 2? Padahal saya sangat yakin kalau komentar saya tadi sudah masuk, dan menambah jumlah reply pertanyaan si penanya jadi 3.

Siapa yang menghapus? Saya sih tidak merasa. Jadi, siapa yang menghapus? Kenapa dihapus?

Saya koq jadi ragu, produk ini memang sudah punya sertifikasi halal atau belum? Sepengetahuan saya, sertifikat halal dari MUI sendiri kan ada buktinya. Di resto-resto kan suka dipajang tuh sertifikat halal yang dikasih pigura. Ya kurang lebih seperti itulah.

Ah, karena saya masih ragu, jadi postingan saya yang keren itu dengan sangat terpaksa diturunkan dulu sampai status halal atau tidaknya produk ini jelas. Saya sedang menanyakan hal ini via inbox ke fanspagenya. Mudah-mudahan ada jawaban memuaskan sebelum deadline ditutup.

Jawaban dari admin fans page produk ini menyebutkan, bahwa foto sertifikat akan ditunjukkan 3 minggu ke depan.

Bagi saya label halal ini penting. Kalaupun tidak ada cukuplah ada rujukan seperti di web produk.halal.or.id atau sekedar foto/hasil scan sertifikat halal.

Kalau sudah ada kabar, saya akan kembali membuat postingan klarifikasi :)

Tambahan :

Produk ini sudah beberapa kali mengadakan lomba blog, dan cukup sering roadshow keliling kota. Foto yang dijanjikan admin fanspagenya akan segera diupload ternyata sampai saat ini (5 April 2015) masih belum ada. Begitu juga status kehalalan produk yang tidak bisa saya temukan di produk.halal.or.id dan di web http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/ceklogin_halal/produk_halal_masuk/1

You may also like

3 Comments

      1. celamat lebaraaannn, mbak Eka… maaf lahir bathin juga yaaaa… 😀

        *produknya nanti deh, katanya sih bentar lagi mau dipublish foto sertifikatnya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.