Narsis Di Inggris, Kado Buat Suami Yang Paling Manis

Ini maksudnya kadonya yang manis ya… kalau suami saya sih ganteng 😛

Lho, emang ada hubungannya narsis di Inggris dengan kado buat suami??? Jelas ada donk. Apalagi buat saya, yang selama 9 tahun lebih usia pernikahan belum pernah ngasih kado buat suami.

Haahh?? 9 tahun belum pernah ngado??? Kebangetan ya? Padahal suami saya rajin banget ngasih kado tiap saya ulang tahun. (Makasih ya :*)

Soalnya bingung juga mau ngado apa. Eh pernah sih, pas suami ulang tahun beberapa tahun yang lalu saya ngado jam tangan dapet kredit lagi. Tapi sayang, cuma bertahan beberapa bulan saja jam tangannya dipakai. Selebihnya, jam tangan itu kembali ke dusnya. Bukan karena rusak, cuma ya suami memang jarang pakai jam tangan. Katanya sih, ribet kalau mau wudhu. Padahal saya pikir, kalau suami saya pakai jam tangan itu keren lho! (karena setiap suami pasti keren di mata istrinya masing-masing… hihihi)

Sejak itu saya jadi kapok ngasih kado buat suami (ckckckck… istri macam apa ini???)

Tapi saya juga sering koq beliin barang-barang favorit suami di luar momen ulang tahun. Misalnya baju, apalagi kalau pas dikasih THR buat lebaran. Hahaha… Ini sih memang udah seharusnya begini ya?? Ya, pokoknya saya pernah lah order jersey Manchester United original khusus buat suami. Saya juga sering beli pernak pernik yang berbau MU buat suami. Gak percaya? Nih buktinya…

10366258_1421633564778213_4522577035857711114_n
baju dan jaket MU buat suami tersayang :P

Tuh, saya baik kan? B-)

Nah, setelah bertahun-tahun gak ngado, momen ke #InggrisGratis yang diadakan sama Mister Potato ini bakal saya manfaatkan sebagai kado buat suami di usia pernikahan kami yang ke sepuluh.

Tapi kan hadiahnya cuma buat 1 orang? Suami ikut?

Mudah-mudahan kalau memang rejeki saya dapet tiket #InggrisGratis dari Mister Potato, dan kalau rejekinya dicukupkan untuk berangkat berdua, suami ikut donk sekalian honeymoon ulang. Tapi kalaupun suami gak bisa ikut, yaaaa.. saya cukup foto-foto spot yang jadi idaman suami (cup cup… sabar ya, hun! :P)

Di mana aja tuh spot idamannya? Yuk kita intip bareng-bareng…

1. Stadion Old Trafford

Old Trafford, sumber gambar : klik di sini

Kenapa stadion ini jadi tempat idaman suami? Sudah pasti karena suami saya ini fans berat Manchester United. Boleh dibilang fans sejak orok, atau malah sejak dalam kandungan? Hahaha… Entahlah. Kecintaan suami sama MU ini melebihi cintanya sama saya sepertinya. Sampai rela begadang nungguin MU main padahal saya sering banget dianggurin. Cemilan bekal nontonnya segambreng. Kebetulan favorit suami dan juga anak-anak ini Veetos rasa keju dan barbeque. Bisa abis berbungkus-bungkus nih kalau sudah ngemil Veetos. Kalau The Red Devils menang tidur pun tenang, dan besoknya pasti  berseri-seri. Kalau kalah? Wuiihh… dijamin hari berikutnya dipenuhi dengan muka bete 😀

Kalau cuma saya yang berangkat ke Inggris, memang suami gak bakal bete? Hehehe… sejujurnya suami saya orangnya sangat penyabar, tapi membiarkan istrinya pergi sendiri ke Old Trafford, stadion impiannya? Ya tentu saja bete lah. Untuk mengobati kebeteannya, saya pasti bakal beli segala aksesoris MU original di Old Trafford. Ori lhooo… Ori!!! Langsung dari kandangnya! Pasti suami jadi seneng deh. Saya juga mau difoto sama poster yang dulu jadi kebanggaan suami sewaktu kumpul bareng sesama pecinta MU. Saking ngefansnya, mereka bikin acara kumpul bareng ini seolah-olah diadakan di University of Manchester United… hahaha…

University of Manchester United :v
University of Manchester United :v

Syukur-syukur ketemu sekalian foto bareng dan minta tanda tangan pemain kebanggaan MU dulu yang sekarang jadi pelatih, siapa lagi kalau bukan Giest… eh, Giest sih suami saya, maksudnya Giggs… deket lah ya, gantengnya juga sama koq #maksa 😛

2. Beatles Museum

Diem-diem suami ini fansnya The Beatles, dan ternyata anak saya juga suka sama lagu-lagunya The Beatles. Meski masih SD, Ceuceu tau banget lagu-lagu yang enak didengar. Apalagi lagu-lagunya The Beatles dan Adam Levine, si ganteng yang banyak banget covering lagunya The Beatles.

“Here comes the sun dudududu… here comes the sun, and I say it’s alright”, Ceuceu pun ikut nyanyi mengiringi lagu yang dibawakan penyiar favoritnya di radio.

Jelas Ceuceu hafal banget lagu-lagu The Beatles, bapaknya udah sering banget muter lagunya koq.

Nak, kita ke Inggris yuk? Mengenal mereka yang lagu-lagunya jadi idola kamu lewat museum pastinya jauh lebih berkesan.

Beatles Museum, sumber gambar : klik di sini

3. Stasiun King’s Cross

Platform 9 3/4 King’s Cross, sumber gambar : klik di sini

Dulu buku-bukunya Harry Potter jadi salah satu kado yang diberikan suami buat saya. Jadi gak ada salahnya kalau saya juga ngado foto narsis di Peron 9 3/4, sekaligus nostalgia mengenang cerita pertama kali kami bertemu di stasiun. Ehm… saksi bisu tempat pertama kali kami bertemu memang di stasiun. Bukaan… bukan di King’s Cross! Tapi di Stasiun Bandung. Makanya, boleh donk kalau King’s Cross juga kemudian adalah stasiun berikutnya yang jadi saksi bisu cinta kami yang sudah terpahat selama 10 tahun lebih lamanya. Cieee…

4. Trafalgar Square

Trafalgar Square
Trafalgar Square, sumber gambar : klik di sini

Banyak film favorit suami yang mengambil lokasi syuting di Trafalgar Square ini, misalnya Casino Royale, The Avengers, Harry Potter : The Deathly Hallows part 2. Siapa tau pas ke sana pas ada Robert Downey Jr lagi syuting, dan saya diajak gantiin Scarlett Johansson? 😀

5. Big Ben

Big Ben
Big Ben, sumber gambar : klik di sini

Meski gak suka pake jam tangan, suami saya orangnya tepat waktu. Lain dengan saya, yang sering kali liat jam tapi tetep aja kesiangan. Ketepatan waktu suami saya gak diragukan lagi deh pokoknya, persis seperti akurasi Big Ben yang dicek setiap dua kali sehari dari Greenwich Observatory. Ngggg, kalau kado jam tangan dulu gak kepake sama suami, kira-kira kalau saya ngado Big Ben ini bakal dipake gak ya? Hahaha…

6. Westminster Abbey

Ini bukan spot idaman suami sih, cuma sayang aja, tinggal ngesot dikit dari Big Ben, nyampe donk ke Westminster Abbey, gereja tua yang berdiri sejak 1560 dan merupakan tempat pengangkatan ratu dan juga pemakaman kerajaan Inggris. Tapi di Westminster Abbey ini ada patung Winston Churcill, tokoh favorit suami. Gak pernah ketemu orangnya, masih ada patungnya. So, mari kita narsis dan eksis di sini.

img_3672
Patung Winston Churchill di Westminster Abbey, sumber gambar : klik di sini

7. London Eye

images111
London Eye at night, sumber gambar : klik di sini

Kalau ini spot idaman kami berdua. Bayangkan aja melihat London Eye di waktu malam berdua ditemani suami tersayang. Uuhhh… romantis bukan? Yang lain beneran ngontrak nih hahaha

Eh, kalau beli merchandise ini itu buat kado, duitnya dari mana? Jangan-jangan masih dari suami juga? Ishhh… tenang donk, kan dikasih uang saku juga sama Mister Potato. Gak kira-kira, uang sakunya sampe $500 tuh!!! Mau dibeliin apa aja buat kado, nih???

So please, Mister… saya harus ke Inggris untuk memberikan kejutan paling manis buat suami di ulang tahunnya kali ini 😀

*sing London… London… ingin aku ke sanaaaa…

veetos
Hai Mister, #InggrisGratis please :D
Continue Reading

Menelusuri Jejak Charlie Chaplin di Cibatu

Siapa yang tidak mengenal Charlie Chaplin? Pria berkumis kotak yang seringkali menghiasi layar hitam putih ini rupanya pernah menjejakkan kaki di Cibatu, Garut. Bukan hanya sekali, tetapi dua kali!

Kunjungan pertama Chaplin ke Cibatu tahun 1927 ditemani Mary Pickford, seorang aktris Kanada pemenang Oscar. Sementara pada kunjungan kedua di tahun 1935, Chaplin ditemani oleh istrinya, Paulette Goddard, pemeran utama perempuan dalam film Modern Times dan The Great Dictator 2.

Untuk apa Chaplin ke Cibatu? Berlibur jawabannya.

Boleh jadi kita yang hidup di masa sekarang, bertahun-tahun setelah kunjungan Chaplin ke Cibatu bertanya-tanya, mengapa Cibatu jadi tujuan berlibur Chaplin? Ada apakah di Cibatu?

Continue Reading

Peran Museum, Antara Sejarah, Kini dan Nanti

SS 2014-05-20 at 10.25.25 PMItulah yang terbayang pertama kali oleh Ceuceu, anak pertama saya, saat saya melontarkan pertanyaan mengenai definisi museum.

Bayangan Ceuceu ini tidaklah salah, karena ketika saya mengajak Ceuceu berkunjung ke museum untuk pertama kali, banyak benda kuno dan bersejarah yang Ceuceu temui di sana.

Saat masih duduk di bangku TK, Ceuceu berkunjung ke Museum Geologi. Kunjungan yang sangat mengesankan bagi Ceuceu. Karena di Museum Geologi ini Ceuceu bisa melihat sendiri kerangka tiruan T-Rex, kerangka gajah purba dan kerbau purba.

fosil kerbau purba di Museum Geologi, Bandung
Ceuceu dan fosil kerbau purba di Museum Geologi, Bandung

Continue Reading

My Life’s Journey (Part 1)

Jangan bayangkan negeri orang yang selama ini terlihat wah. Tempat di mana saya tinggal beberapa tahun yang lalu jauh dari kesan wah, apalagi mewah. Tapi di tempat inilah saya memulai mengenal hidup yang sesungguhnya…

Pernikahan kami baru saja berlangsung beberapa bulan yang lalu. Suami kemudian mendapat panggilan untuk kembali bertugas di Timor Timur. Baru saja menjadi pengantin, dan harus ditinggal oleh suami, bukan hal yang mudah. Saat kami menikah, kontrak kerja suami memang sudah habis.

Sampai akhirnya setelah mendapatkan tempat tinggal di Timor Timur, suami memutuskan bahwa saya harus ikut pindah. Perlu beberapa minggu untuk mengurus dokumen yang diperlukan, karena saya belum punya paspor.

Continue Reading

Donor Darah : FAILED!!!!

DonorIni kali keempat saya ditolak donor darah. Padahal bukan sekali dua kali saya menjadi pendonor. Saya mulai (memberanikan diri) jadi pendonor tepat di usia saya yang ke 17 tahun.

Peristiwa ditolak donor pertama kali karena umur yang belum mencukupi. Saat itu saya memang belum tahu syarat-syarat menjadi pendonor (Lihat syarat donor darah di sini).

Saya masih ingat momennya, yaitu ketika paman meminta kami yang bergolongan darah AB jadi donor untuk anaknya yang membutuhkan darah untuk transfusi (adik sepupu, Jabbar, seorang penderita leukimia). Di keluarga Abah, ada 3 orang yang bergolongan darah AB: Abah, kakak ketiga, dan saya sendiri,

Karena ketidaktahuan kami soal syarat-syarat jadi pendonor, jadilah saat itu kami semua berangkat ke UTD PMI. Sesampainya di UTD PMI, hanya saya yang ditolak. Saat itu umur saya masih 14 tahun. Abah dan kakak ketiga sukses mendonorkan darahnya.

Jabbar sendiri hanya sanggup bertahan beberapa bulan setelah transfusi darah pertama. Sayang, saya tidak sempat ikut mendonorkan darah untuk Jabbar.

Penolakan yang pertama kali ini jadi motivasi buat saya. Jadilah saat itu saya berjanji, tepat di usia 17 tahun saya harus jadi pendonor.

Continue Reading